JALAN HIDUP PUTIH

JALAN HIDUP PUTIH
Panggilan


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam kegiatan yang menghabiskan tenaga membuat Putih tertidur karena kelelahan, Gara keluar dari kamar mandi menggunakan handuk putih yang melingkar di pinggangnya ia melihat Putih yang masih berselubung di dalam selimut segera membangunkannya.


" Istriku sayang cepat bangun." Gara duduk di tepi ranjang sambil mengelus kepala Putih dengan pelan.


Putih mengerjakan matanya ia melihat suaminya sudah mandi tetapi masih belum berpakaian ia takut jika suaminya meminta lagi, Gara menghadap ke wajahnya yang lemah sambil tersenyum. " Ayo cepat bangun." Kata Gara tetap mengelus kepala Putih.


" Mas aku gak kuat rasanya sakit sekali, jadi aku belum siap melakukannya kali ini." Tutur Putih lemah.


" Hahaha kau ini dasar otak mesum, aku membangunkan mu untuk menyuruhmu mandi dan makan setelah itu istirahatlah kembali." Gara kembali lembut seperti pertemuan pertama mereka di klub malam.


Putih duduk dari baringnya di bantu dengan Gara saat kakinya hendak turun ke lantai ia merasakan sakit yang teramat membuatnya meringis kesakitan.


" Aw aw mas aku gak kuat ini sakit sekali." Putih menggenggam tangan Gara kuat karena menahan sakit.

__ADS_1


Melihat itu Gara langsung mengendong Putih ke dalam kamar mandi, memandikannya, mengeringkan badannya dan memakaikan pakaian untuk Putih. Ia melakukannya dengan telaten seperti merawatnya dengan baik tetapi ialah yang menghancurkannya.


Setelah siap memakai piyama Gara mengambil makanan yang di belinya lewat delivery, pembantunya hanya datang di waktu pagi untuk menyiapkan sarapan dan makan siang lalu berkemas setelah itu langsung pulang ke rumah. Hanya security lah yang menetap itupun hanya di luar rumah megah itu, Gara memilih tinggal sendiri jauh dari keluarganya ia tidak suka jika ada yang menganggu hidupnya apalagi membuatnya marah.


Setelah makan mereka kembali istirahat Putih langsung segera tertidur karena kelelahan luar biasa di tambah lagi perih miliknya walaupun Gara sudah mengobatinya tadi tetapi sakitnya masih terasa, melihat Putih yang tertidur membelakanginya Gara langsung memeluk Putih dari belakang dan memejamkan matanya dengan sekejap ia sudah terlelap.


Bunyi dering handphone milik Gara berbunyi ia langsung bangun dan mengambilnya di atas meja samping tempat tidur, ia melihat nama Riko asistennya yang menelpon ia pun langsung mengangkatnya.


" Ya jangan banyak tanya besok saya mau barang itu sudah sampai." Jawab Gara dan langsung kembali ke posisi awal memeluk Putih dan langsung kembali tidur.


Pagi yang cerah waktu sudah menunjukkan pukul pukul 7 pagi Putih dengan nyenyak tidurnya terbangun ia melihat Gara yang tidur dengan telentang, ia turun dengan perlahan rasa sakit di selangkangannya masih ada walaupun sudah berkurang tetapi sakit di badannya tak berkurang bahkan terasa seperti di remuk. Ia terseok menuju kamar mandi untuk membersihkan badan dan memakai dress yang bagian dadanya tertutup, di dalam lemari baju itu tak terdapat celana hanya ada banyak dress dan lingerie entah sampai di beli Gara juga hanya ada 2 potong celana dalam bahkan bra pun tak ada jadi ia tidak menggunakannya ia ia mencari pakaian sebelum dia menikah kemarin entah hilang kemana. Setelah itu ia turun ke bawah menuju dapur, ia melihat dua orang pelayan wanita tengah sibuk membersihkan dapur.


" Pagi Bu." Sapa Putih kepada kedua pelayan di rumah itu.

__ADS_1


" Pagi non, sarapan sudah siap silahkan di makan non." Jawab pelayan yang badannya agak besar.


" Iya terikasih Bu saya menunggu Mas Gara saja, nama ibu siapa ya?" Tanya Putih karena memang tidak tahu nama orang di depannya itu.


" Nama saya Ani non, dan dia Tia non." Jawab pelayan yang berisi itu, Putih hanya menganggukkan kepala.


" Kami di sini kerja hanya sampai pukul 11 non jadi setelah itu kami pulang ke rumah masing-masing." Jawab Tia yang berbadan kurus.


" Putih." Panggil Gara yang di tangga menuju lantai dua rumahnya,Putih langsung menoleh ia melihat badan kekar Gara dengan perut sixpack yang menonjol membuat Putih menelan ludah.


" Putih masuk kamar." Putih tersadar langsung berlari kecil karena takut di marah Gara.


" Dasar polos." Gumam Gara dan berjalan kembali ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2