JALAN HIDUP PUTIH

JALAN HIDUP PUTIH
Tidak Suci


__ADS_3

Putih terbangun dari tidurnya ia merasakan amat sakit di selangkangannya, Gara yang mabuk semalam tanpa sadar melakukan dengan kasar malam pertama pengantinnya sampai waktu pagi.


Putih melihat jam di dinding menunjukkan pukul 11:00 ia perlahan duduk dari baringnya dan menutupi dadanya dengan tangan karena selimut masih menyelubungi tubuh Gara yang sama-sama polos tanpa sehelai kain.


Saat Putih hendak beranjak turun dengan menahan sakit Gara langsung menarik tangan Putih ke tempat semula tadi.


" Jangan pergi dulu," Gara sudah duduk menghadap wajah Putih yang kelihatan lelah dan menahan sakit di bagian bawahnya terlihat juga bekas cesapan di leher Putih, " turunkan tanganmu jangan di tutupi aku mau melihatnya." Putih menurunkan tangan yang menutupi dadanya dengan perlahan dua bukit ranum menjulang indah dan tampak cesapan di pinggir payudaranya.


Setelah melaksanakan perintah itu Gara hanya tersenyum menghadap wajah Putih, ia langsung menyibakkan selimut dari tubuhnya dan melemparkan selimut itu dengan kuat. Kondisi mereka sama-sama polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi Putih yang malu hanya menundukkan wajahnya.


Gara melihat sekeliling kasurnya ia tidak menemukan bercak darah keperawanan milik Putih, melihat raut wajah Gara yang tersenyum penuh arti Putih langsung memalingkan kepalanya menghadap ke lain arah ia benar-benar takut Gara marah kepanyanya karena tidak suci lagi.


Gara mendekat perlahan ke arah Putih ia membawa kembali wajah Putih yang sempat menghindar tadi, ia membelai wajah Putih dengan lembut dan langsung membuat Putih merinding dan langsung beralih tangannya menjalar ke tengkuk membuat Putih makin gelisah ia khawatir suaminya mau lagi dan berbuat seperti malam tadi ia sangat lelah bahkan masih sangat perih kepemilikannya. Tiba-tiba tanpa sadar Gara sudah mencekam rambut Putih kuat sampai Putih mendongakkan kepalanya ke atas ia sangat takut jika Gara sampai berbuat kasar kepadanya bahkan membunuhnya.

__ADS_1


" Kamu sudah tidak perawan lagi hem?" Tanya Gara yang makin kuat meremas rambut Putih dengan kuat.


" Iy.. ya Mas maafkan aku." Jawab Putih tergagap dan meringis karena cengkraman Gara makin kuat.


" Sudah berapa lelaki yang sudah menyetubuhimu?" Tanya Gara yang mendekatkan wajahnya ke telinga Putih dan menghembuskan udara ke telinganya membuat Putih merinding.


" Cuma satu mas." Jawab Putih sambil mengeluarkan air mata.


" Ay.. ah tiriku Mas." Putih menjawabnya sambil terisak ia teringat bagaimana ayah tirinya memperkosanya saat ia tertidur.


" Hahaha jadi kau suka bercinta dengan ayah tiri mu sendiri?" Gara masih menginterogasi Putih yang membuat Putih menyesakkan dada.


" Aku di perkosa Mas." Putih tak kuat menahan sesak di dadanya ia langsung menangis sesenggukan mengingat kejadian dulu.

__ADS_1


" Hahaha jadi itulah awal mula hitamnya hidup mu ya?" Putih tak menjawab ia masih menangis mengingat itu.


" Diam lah aku tak suka melihat air mata!" Putih yang mendengar itu langsung memberhentikan tangisannya walaupun terpaksa.


Gara makin mendekatkan wajahnya ke wajah Putih ia tersenyum sebentar dan berbisik ke telinga Putih dengan pelan, " Mana aku percaya dengan wanita malam." Ia langsung mengambil bibir dan maraupnya dengan rakus,tangannya masih meremas kuat rambut Putih membuat Putih lebih cepat kehabisan nafas.


Gara melepaskan ciumannya setelah gerakan Putih melemah, nafas Putih tersengali berusaha mengambil nafas dengan baik takut jika Gara menciumnya kembali.


" Yuk kita sambung kegiatan semalam, kau menyukainya kan?" Gara masih tetap meremas rambut Putih ia belum puas untuk menyiksa istri polos yang naifnya ini.


" Mas milikku sangat sakit aku tak kuat menahannya." Jawab Putih yang masih tersengal.


Gara melepaskan tangannya membiarkan Putih beristirahat walaupun sebentar, " Aku akan mengambilkan air minum dulu aku tahu kau pasti kehausan kan, aku tahu aku ini suami yang baik jadi layani aku juga dengan baik. Jadi setelah aku kembali nanti aku ingin melihat kakimu sudah terbuka, apa kau mengerti?" Putih hanya menganggukkan kepala saja, melihat itu Gara tersenyum puas dan berjalan keluar kamar.

__ADS_1


__ADS_2