JALAN HIDUP PUTIH

JALAN HIDUP PUTIH
Lisa Hamil


__ADS_3

Putih menjadi patah semangat setelah melihat video itu ia terlihat lebih murung dengan wajah yang pucat dan badan yang lemah karena terus menerus muntah sedari tadi, ia mengenang perlakuan Gara yang baik kepadanya membuat ia langsung meneteskan air matanya ia tidak sanggup hidup lebih menderita.


"Ah... sudah lama tidak ke rumah sakit." Gumam Putih di dalam kamar seorang diri sedangkan Saga pamit pergi sebentar tadi.


Di rumah mewah Gara sedang sibuk-sibuknya Gara sedang memerintahkan anak buahnya dan anak buah Dama untuk mencari Putih, ia sangat frustasi karena kehilangan Putih dan yang jadi sasaran kekesalannya adalah tahanan di gudangnya.


"CEPAT LAKSANAKAN!" Teriak Gara memerintah orang-orang suruhannya untuk mencari istrinya.


Dama mendekati Gara ia ingin mengabarkan jika ada seorang wanita yang sedang menunggunya di pos sekuriti.


"Kak ada yang mau nemuin kakak." Kata Dama saat di samping Gara.


"Siapa?" Tanya Gara ketus.


"Kata sekuriti perempuan tetapi tidak menyebutkan namanya." Jawab Dama.


"Ckkk..." Gara berdecak kesal lalu ia segera pergi k pos untuk melihat siapa yang datang.


"Sayaaaaaang..." Teriak Lisa, Gara yang melihat Lisa berlari ke arahnya langsung menyerngitkan dahinya.


"Kenapa kau kemari?" Tanya Gara tidak suka.


"Aku ada kabar gembira untukmu." Jawab Lisa senang.


"Ckkk... apa?"

__ADS_1


"Taddaaa...." Lisa menunjukkan hasil testpacknya ke Gara.


"Apa itu?" Tanya Gara malas.


"Aku hamil sayang, aku hamil anakmu." Seru Lisa bahagia.


"Itu bukan anakku!"


"Ini anakmu aku sudah hamil 10 Minggu sayang." Lisa meraih tangan Gara untuk mengelus perutnya dengan cepat Gara menarik tangannya kembali.


"Dia bukan anakku, sekarang pergilah." Usir Gara.


"Ini anakmu!" Kata Lisa bersikeras.


"Aku sudah lama tidak berhubungan denganmu Lisa." Kata Gara jengkel.


Gara mengingat kembali ia ingat setelah tahu Putih hilang ia jadi hampir gila mencari Putih, ia meminum alkohol begitu banyak dan dengan keadaan mabuk ia pergi ke apartemen Lisa dan melakukan hubungan bejat itu.


"Argggghhhh sial..." Umpat Gara.


"Pokoknya nikahkan aku, aku gak mau anakku lahir tidak memiliki ayah."


"Gugurkan dia!" Tunjuk Gara ke perut Lisa, wanita itu kaget mendengarnya tetapi ia langsung menyeringai.


"Nikahkan aku atau akan aku sebarkan video kita saat berhubungan." Gara melihatnya tajam.

__ADS_1


"Kau merekamnya?" Tanya Gara tidak percaya.


"Untuk jaga-jaga."


"Brengsek."


"Ada apa kak?" Tanya Dama menghampiri mereka.


"Halo adik ipar." Sapa Lisa, Dama melihat Lisa langsung tidak suka.


"Adik ipar? apa maksudmu?" Tanya Dama bingung.


"Aku sedang hamil anak kakakmu dan kami akan segera menikah." Jawab Lisa dengan semangat.


"APA?" Dama kaget mendengar itu ia menuntut jawaban dari Gara.


"Kak apakah ini benar? jadi bagaimana dengan Putih?" Gara hanya diam mendengar itu ia memikirkan Putih istrinya, ia juga bingung dengan Lisa ia khawatir perusahaannya dan nama baiknya tersebar jika video mesum itu tersebar.


Gara tidak menjawab pertanyaan Dama ia meraih handphone di kantong celananya dan langsung menelpon Riko asistennya.


"Siapkan pernikahan sederhana untukku." Ucap Gara untuk Riko, Lisa sangat senang mendengarnya sedangkan Dama sudah sangat marah.


"Tuan apakah Anda mau menikah lagi?" Tanya Riko di balik telepon ia sangat kaget mendengar perintah Tuannya itu.


"Siapkan sekarang aku tunggu sampai sore." Gara langsung mematikan handphonenya ia memandang Lisa dengan tatapan kesal, Lisa langsung berhamburan memeluk Gara dan langsung di lepas kasar oleh Gara.

__ADS_1


"Dama ayo kita ajak calon istri keduaku masuk sepertinya dia sangat ingin merasakan menjadi istriku." Gara langsung tersenyum devil, ia teringat perlakuannya dengan Putih ia ingin membuat Lisa lebih dari itu.


__ADS_2