
Putih terbangun dari tidurnya ia melihat jam dinding menunjukkan pukul 5 sore, ia beranjak dan mengelus perutnya karena lapar. Ia lupa karena belum makan sejak pagi, ia hanya memakan potongan buah apel saat di rumah Saga tadi. Putih segera membersihkan diri di kamar mandi dan langsung memakai baju tidur yang panjang, ia melihat Gara yang masih tidur dengan pulas langsung mengalihkan pandangannya dan segera keluar dari kamar itu ia ingin segera makan karena khawatir dengan kondisi janinnya.
"Sabar ya sayang kamu gak akan kelaparan kok." Ucap Putih sambil mengelus perutnya saat menuruni tangga.
Ani dan Tia tak nampak mungkin mereka sedang keluar, dapur dalam keadaan sepi Putih celingukan mencari Lisa tetapi tidak mendapati keberadaan istri kedua dari Gara itu. Putih membuka tudung saji, banyak tersaji makanan di sana membuatnya ngiler. Berbeda jauh dengan rumah Saga jika ia melihat makanan pasti ia mual dan muntah tetapi jika berada di rumah Gara Putih jadi lahap dan makan dengan banyak.
"Wah enak sekali, kita makan ya nak." Putih mengambil piring dan menyendok nasi kemudian ia mengambil lauk pauk yang banyak, seketika ia merindukan makanan seafood seperti di pantai saat ia makan bersama Gara tetapi di hilangkannya pikiran itu ia akan lebih fokus dengan makanan yang ada di meja makan.
Putih menikmati makanan sendirian ia merasa nyaman dan makan dengan lahap, saat ia ingin minum air dan mengambil gelas tiba-tiba ada seseorang yang mengambil gelas berisi air putih dan langsung menuangkan ke kepala Putih membuat Putih kaget bukan main.
"Hahaha rasain lo, emang enak di guyur." Kata Lisa dengan ketus.
__ADS_1
Putih mengelap wajahnya dengan tisu yang tersedia di meja makan itu, ia langsung melihat ke arah Lisa dengan penuh tanda tanya.
"Ngapain lo liat aku kayak gitu, iri bilang." Katanya sambil bersedekap dada.
"Astaga, apakah kau gila aku sedang makan tidakkah kau bisa bersikap sopan nona." Seru Putih, bajunya sudah basah dan rambutnya yang kuyup membuat ia sedikit kedinginan.
"Dasar wanita murahan kau bilang aku gila awas kau." Lisa mengangkatkan tangannya dan ingin melayangkan tamparan untuk Putih tetapi tangannya langsung di tahan Putih.
"Sial lepasin gue." Lisa sibuk menarik tangannya tetapi di cekal kuat oleh Putih.
"Jangan macam-macam denganku nona, kau belum tahu siapa aku sebenarnya." Kata Putih dengan penekanan kemudian ia langsung mendorong Lisa hingga jatuh kelantai.
__ADS_1
"Aw.. perutku." Ringis Lisa kesakitan memegang perutnya.
Putih berjalan mendekati Lisa, kemudian ia berjongkok menghadap wanita itu dan menatapnya tajam lalu menarik rambut Lisa dengan kuat hingga wanita itu mendongak ke belakang. Putih mengingat kejadian waktu hari pertama mereka menikah ia ingin mengulang apa yang Gara lakukan kepadanya juga terjadi dengan Lisa, ia juga bingung kenapa ia seperti itu tetapi kelakuannya seperti tidak terkontrol.
"Aw... lepaskan tanganmu dari rambutku sial." Kata Lisa sambil kesakitan.
"Jangan menggangguku lagi, aku bisa saja menjadi pembunuh jika kau terus membuatku kesal." Bisik Putih di telinga Lisa, mendengar itu Lisa bergidik ngeri ia tahu jika Putih polos bahkan sangat lemah tetapi hari ini ia tidak menyangka jika Putih bisa sekuat itu. Putih melepaskan genggaman tangannya di rambut Lisa kemudian ia menunjuk-nunjuk kepala Lisa sampai Lisa mengikuti gerakan tangan Putih karena D utuh melakukannya cukup kuat.
"Dengarkan aku sekali lagi, ku akui aku belum mengetahui jati diriku tapi jika aku selalu di ajarkan dengan kekerasan berarti aku harus bisa melakukan kekerasan kan? Apa aku benar istri kedua?" Lisa menatap Putih tidak suka ia menjelingkan matanya melihat Putih.
"Aku bertanya itu harus di jawab, dasar BODOH." Putih menunjal kepala Lisa sampai wanita itu terjengkang ke belakang, Putih berdiri dan langsung pergi meninggalkan Lisa yang terduduk di lantai ia ingin mengganti baju akibat kelakuan Lisa tadi.
__ADS_1
"Apa itu benar-benar Putih? kenapa Putih jadi seperti itu?" Tanya Dama di balik dinding, ia tadi ingin mengambil jus jeruk tetapi tidak jadi saat melihat Lisa sudah menuangkan air di kepala Putih awalnya Dama ingin memarahi Lisa tetapi tidak jadi karena ia kaget melihat apa yang di lakukan Putih.
"Kau sudah bangun sayang?" Tanya Gara yang baru terbangun saat Putih sedang memilih baju menggunakan handuk.