JALAN HIDUP PUTIH

JALAN HIDUP PUTIH
Nikah


__ADS_3

" Iya kan saya sudah bilang malam kemarin." Gara langsung menarik tangan Putih.


Gara langsung membawa Putih ke kamar tamu di mana ia akan di dandan dan di pakaikan kebaya begitu juga dengan dirinya setelah mengantar Putih ia bergegas menyiapkan juga dirinya untuk melaksanakan pernikahan


Dua jam berlalu Putih sudah siap telah di dandani dan Gara pun yang sudah siap segera menyusul, ia langsung membukakan pintu dan tampak di balik kaca wajah cantik Putih dengan kebaya warna krim dan rambut di sanggul.


" Cantiknya calon istriku," puji Gara sambil tersenyum dan segera menghampiri Putih yang masih duduk di depan kaca rias, Putih yang mendengar itu langsung merona karena pujian dari Gara


" Maaf Mas apakah benar kita akan menikah?" Tanya Putih ragu-ragu ia takut hanya di permainkan oleh pria yang katanya akan menikahinya ini.

__ADS_1


" Tentu saja sayang, ayo keluar kita langsungkan pernikahan kita," Putih menahan tangan Gara yang hendak memegang tangannya.


" Tapi Mas kamu kan gak kenal sama aku dan akupun gak kenal sama kamu, aku takut kamu tidak menyukaiku nanti." Putih makin menunduk takut jika ia salah bicara.


" Kita akan saling mengenali nanti, ayo ikut aku." Gara langsung menarik tangan Putih keluar kamar di mana Pak Penghulu dan persiapan pernikahan sederhana lainnya telah bersiap untuk menikahkan mereka.


Pernikahan sederhana itu telah usai saat mendengarkan kata SAH Putih langsung meneteskan air mata ia masih tidak menyangka akan di nikahi pria tampan dan mapan apalagi pikirnya pria yang telah menjadi suaminya, ia terjerumus di tempat terkutuk itu karena ayah tirinya yang telah menjual Putih setelah ia nodai gadis polos yang cantik nan indah itu.


Putih terlihat duduk di samping ranjang mewah dalam kamar Gara dan juga dialah yang akan tidur di samping suaminya nanti, ia masih menunduk tidak tahu harus berbuat apa ia berharap Gara masuk ke dalam kamar dan memerintahkannya untuk melakukan sesuatu.

__ADS_1


Ceklek, pintu kamar terbuka Gara yang sudah mandi di kamar mandi bawah dan sudah tampak segar dan rapi ia melihat Putih yang termangu dan masih mengenakan kebaya pernikahan tadi langsung berdecak. " Dasar gadis polos," gumamnya kecil.


" Mandilah bersihkan dirimu sebersihnya aku akan pulang malam jangan tidur saat aku pulang malam, jangan lupa pakai ini usahakan jangan tidur dulu oke." Gara memberikan pepper bag ke Putih dan segera di terimanya.


" Iya Mas terimakasih." Gara langsung pergi meninggalkan Putih yang akan bersiap membersihkan diri.


Putih mempersiapkan diri dengan baik di dalam kamar mandi sudah tersedia produk-produk perawatan kecantikan untuk dirinya, ia melihat satu persatu produk yang mahal itu ia sangat bahagia karena suaminya sangat memperhatikannya.


Malam hari Putih sudah siap dengan perawatan penuh hari ini ia juga sudah memakai lingerie warna merah terang melapisi kulit putihnya, walaupun malu menggunakan pakaian yang melekat di tubuhnya ini ia tetap harus mematuhi perkataan suaminya sekarang.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu terbuka Gara yang sedang mabuk memasuki kamarnya dan mengunci pintu kamar tersebut, ia berjalan sempoyongan ke arah Putih sedangkan Putih yang kaget ia langsung berdiri melihat Gara yang mabuk berat dan memasang tampang sangar membuatnya ketakutan.


" Layani aku malam ini sampai pagi."


__ADS_2