
" Jangan terlalu banyak pikiran Putih tidak baik untuk kesehatanmu." Andre menarik kursi untuk duduk di di samping Putih yang sedang terbaring.
" Kak bagaimana dengan penyakitku apa makin parah?" Tanya Putih yang melihat Andre menggenggam tangannya, Putih sudah terbiasa dengan sikap Andre ia sudah tahu jika Andre menyayanginya sebagai adik. Dia juga tahu jika Andre sudah menikah dan memiliki dua anak, Andre sudah menganggapnga sebagai adik sendiri bahkan ingin menjodohkan Putih dengan adik laki-lakinya tetapi Putih selalu menolak.
" Lebih parah dari yang biasanya sayang, tapi kamu tak perlu khawatir jika kamu menerapkan apa yang selalu kamu lakukan pasti akan cepat membaik. Tapi harus lebih hati-hati jika melakukan apapun karena jika kepalamu terbentur kamu bisa tidak mengingat apapun atau di sebut amnesia." Jelas Andre yang masih menggenggam tangan Putih.
" Terima kasih kak Andre, Putih akan melakukan yang biasa Putih terapkan maaf merepotkan kakak lagi." Putih menatap Andre yang juga menatapnya.
" Kamu kenapa nikah gak bilang-bilang hem? katanya gak mau nikah dulu di jodohkan sama adik kak Andre gak mau alasannya inilah itulah." Andre sebenarnya kecewa karena Putih tidak memberi kabar soal pernikahannya.
" Maafkan aku kak Andre aku nikah beberapa hari yang lalu itupun dengan terburu-buru, ya beginilah jadinya." Jawab Putih sekenanya ia malas mengingat pernikahan itu.
" Apa kamu bahagia sayang?" Tanya Andre yang penasaran dengan kehidupan adiknya saat ini.
" Aku mulai mencintainya kak, tapi dia sering menyakitiku."Putih melihat aura wajah kakak angkatnya menjadi merah padam menahan amarah.
__ADS_1
" Kak Andre janji ya aku mau menyelesaikan masalahku sendiri jadi kak Andre gak perlu bantuin aku, dia menyakitiku memang atas salahku jadi Kak Andre jangan khawatir jika aku bersikap baik pasti Mas Gara juga bersikap baik padaku." Jelas Putih ia takut jika laki-laki di dekatnya ini membalas semua perbuatan suaminya.
" Jika kamh tidak mencintainya lagi ceraikan dia Putih dan menikahlah dengan adikku." Kata Andre serius.
" Ha ha ha aku jadi penasaran seperti apa lelaki yang selalu ingin kakak jodohkan kepadaku?" Putih tertawa membuat hati Andre sedikit tenang.
" Dia baik dan tampan sepertiku, baiklah adikku sayang kak Andre mau kembali bekerja jadi kamu harus istirahat dengan baik oke." Andre melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Putih ia berdiri dan merapikan baju dokter yang bewarna putih itu sejenak.
" Iya kak Andre yang baik hati, oh iya dimana suamiku?" Tanya Putih yang melihat ke arah pintu tuh sejenak.
" Dia bilang dia akan pulang, mungkin dia akan datang lagi nanti. Baiklah kak Andre pergi dulu ya sayang." Andre mengecup kening Putih sekejap lalu berjalan ke arah pintu.
Andre melihat Putih sambil tersenyum dan mengedipkan mata menggoda Putih dan berlalu di balik pintu meninggalkan Putih sendirian.
*****
__ADS_1
Gara memasuki rumah mewahnya dengan keadaan lesu ia ingin mandi dan kembali lagi ke rumah sakit menemani istrinya.
" Kamu sudah pulang sayang?" Ucap Bibi Kira berjalan hendak memeluknya tapi langsung di tolak oleh Gara.
" Gara katanya istri sialanmu itu masuk rumah sakit?" Sahut paman Doni berjalan mendekatinya dan menepuk pundak Gara pelan.
Gara yang mendengar itu hanya diam dan menunduk ia tahu jika semua keluarganya membenci sang istri karena perbuatan ibu Putih.
" Aku mau mandi dan akan kembali ke rumah sakit lagi, jadi jangan ganggu aku." Jawab Gara yang berjalan menuju tangga.
" Jangan pernah mencintainya Gara ingat ibunya yang mengakibatkan orangtuamu meninggal." Gara terdiam sejenak dan kembali berjalan menaiki tangga.
Kira dan Doni hanya saling pandang sementara Dama sudah menunggu kedatangan Gara ia bersandar di depan pintu kamarnya.
" Kapan Kaka ipar ku kembali kerumah?" Tanya Dama yang bersedekap tangan di dadanya, ia tidak sabar menikmati tubuh kakak ipar yang usianya sangat muda.
__ADS_1
" Entahlah aku mau mandi dan kembali ke rumah sakit lagi." Jawab Gara dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
" Putih aku tidak sabar menggagahimu." Kata Dama dan bersiul sambil masuk kedalam kamarnya.