
Gara dan Putih sudah ada di dalam mobil Gara sendirilah yang mengendarai mobil ia bahkan tidak memiliki sopir, Putih merasa risih karena ia tidak memakai bra sedangkan ukuran dadanya yang lumayan besar sangat tampak jika di pandang orang lain.
" Mas kita mau kemana?" Tanya Putih memecahkan keheningan.
" Kita mau jalan-jalan dan berbelanja di Mall." Jawab Gara yang masih fokus mengemudi.
" Mmm Mas di Mall kan banyak orang aku malu jika orang melihatku tidak memakai bra, Mas aku harus bagaimana?" Putih membenarkan dress bewarna merah muda yang masih menunjukan dadanya walaupun ia berusaha menutupinya.
Gara melihat ke arah dada Putih ia menelan saliva karena terpesona dengan pemandangan itu, perlahan tangan sebelah kirinya meraih satu benda sekal itu dan di permainkan sebentar. Putih menahan tangan Gara agar berhenti nafasnya sudah tersengal menahan gejolak didirinya.
" Ada sweater ku di tempat duduk belakang kamu pakai itu dulu nanti kita beli pakaian dalam mu."
__ADS_1
Putih melihat ke belakang benar saja di tempat duduk belakang ada sweater berwarna biru tua milik Gara ia mengambilnya dan segera memakinya terlihat kebesaran tetapi ia suka karena tidak melihatkan bentuk badannya ke orang lain.
" Makasih Mas." Kata Putih yang tersenyum ke arah Gara walaupun ia sebal dengan tangan suami yang nakal itu.
" Hemm, ayo turun kita sudah sampai." Gara langsung keluar dari mobil langsung di susul Putih.
Gara dan Putih berjalan bergandengan tangan, Gara menyuruh Putih bersikap seromantis mungkin Putih menuruti dengan senang permintaan Gara walaupun hanya sandiwara saja ia merasa bahagia seperti pasangan pada umumnya.
Gara dan Putih sudah dalam perjalanan pulang sesekali Putih senyum-senyum sendiri mengingat kebersamaan mereka di Mall tadi, Gara yang melihat Putih tersenyum ia juga tersenyum ia juga tidak tahu rasanya seru berbelanja dengan Putih karena ia merasa Putih seperti anak-anak yang di belikan mainan terlihat sangat senang.
" Sebelum kita pulang kita makan dulu ya, tadi siang kamu belum makan kan aku juga belum makan jadi malam ini kita makan di restoran sepuasnya." Putih hanya menganggukkan kepala dan tersenyum menghadap suaminya.
__ADS_1
" Besok kamu ikut aku ke kantor jadi kamu gak sendirian di rumah." Kata Gara yang melirik Putih sebentar.
" Iya Mas, mm.. Mas aku tiba-tiba pengen es krim coklat apa aku bisa membelinya nanti?" Tanya Putih ragu, ia melihat anak kecil memakan es krim sewaktu ia di Mall tadi tetapi ia coba menahannya tetapi ia terus membayangkan es krim tersebut membuatnya tak tahan.
" Istriku sudah manja ya sekarang, baiklah setelah kita sampai ke restoran kita langsung pesan es krim buat mu." Gara mengusap kepala Putih dengan penuh kasih sayang.
" Terima kasih ya Mas." Gara tak membalas ia langsung melakukan mobilnya agar cepat sampai ke restoran.
Sampai di restoran Gara memesan banyak makanan dan juga es krim mereka makan dengan lahap, Putih sampai kekenyangan begitu juga dengan Gara. Melihat makanan yang ada di atas meja mereka habis mereka berdua tertawa bersama mereka tak menyangka akan makan dengan banyak sampai tak menyisakan satu makananpun.
Gara tidak pernah merasa sebahagia ini begitu juga dengan Putih, mereka berdua mempunyai masa lalu yang kelam dan sama-sama belum bisa terbebas dari masa lalu yang pahit itu.
__ADS_1