JALAN HIDUP PUTIH

JALAN HIDUP PUTIH
Bunuh Diri


__ADS_3

Dama masuk ke dalam kamar Putih ia melihat Putih yang sedang terbaring dan menangis di atas lantai, kemudian ia berjongkok mendekat ke arah Putih.


" Putih." Panggil Dama, Putih melihat sejenak lalu ia kembali menutup wajahnya dengan tangan.


" Putih tenanglah cepat bangunlah sekarang, kau harus membersihkan dirimu kemudian makanlah." Kata Dama yang ingin menyentuh tangan Putih.


" Jangan menyentuhku dan pergilah dari sini." Usir Putih.


" Baiklah aku akan pergi." Dama meninggalkan Putih sendirian di dalam kamar kemudian kembali ke dalam kamarnya.


" Aku harus menyelidiki semuanya, terutama paman dan bibi. Aku heran kenapa Putih sangat kaget melihat paman dan bibi tadi, kenapa juga Putih mengatakan jika paman dan bibi yang membunuh." Gumam Dama pelan.


Hari makin sore Gara kembali ke rumah dengan wajah acak-acakan ia langsung menuju ke kamarnya, ia mencari Putih kemudian menemukan Putih di sudut kamar sedang menekuk kakinya. Jika terlihat ia seperti orang gila yang ketakutan bahkan seperti hantu, Gara mendekatinya dengan wajah kesal.


" Bangunlah aku tidak suka kau begini." Kata Gara dengan kesal.


Putih masih terdiam ia tak menghiraukan perkataan Gara.


" Aku bilang bangunlah Putih kau mau kekerasan hah." Gara kesal ia menarik tangan Putih dengan kasar Putih mengikuti Gara dengan badan yang gemetaran.

__ADS_1


" Kau dari tadi tidak melakukan apa-apa hah, aku yakin kau belum makan. Sekarang cepat mandi kemudian makan." Putih hanya berdiri menunduk ia masih tak menghiraukan perkataan Gara.


" Kau mau apa Putih hah, kau mau aku pukul terus?" Gara geram melihat Putih yang berdiri seperti itu.


" Ibuku bukan pembunuh." Kata Putih dengan suara pelan.


" Aku bilang cepat mandi." Teriak Gara dengan suara lantang.


" Ibuku bukan pembunuh, mereka yang pembunuh." Kali ini Putih berkata dengan suara yang cukup kuat.


" Kau ini, aku memang suka kekerasan." Gara melepaskan ikat pinggangnya ia langsung mencambuk Putih dengan keras membuat Putih jatuh kelantai dan menjerit kesakitan.


" Turuti semua kata-kataku mulai sekarang." Gara mendekat menduduki Putih yang terbaring lemah kesakitan, ia membuka baju Putih satu persatu sampai Putih tidak menggunakan pakaian sehelai pun. Kemudian ia beranjak mengambil kotak P3K dan mengobati badan Putih yang luka akibat perbuatannya.


Putih hanya terdiam menahan sakit di tubuhnya, Gara mengobatinya dengan perlahan sesudah mengobati ia memakai Putih Piyama.


" Tunggu di sini aku mau ambil makanan dulu." Gara bergegas keluar mengambil makanan untuk Putih.


Gara kembali dengan membawa nasi serta lauk pauk dan air putih ia melihat sekeliling tetapi tidak menemukan Putih, Gara meletakkan nampan di atas meja dan mencari Putih di kamar mandi. Gara membuka pintu kamar mandi ia melihat sekeliling tak mendapati Putih, ia langsung keluar ia melihat pintu balkoni terbuka sedikit ia kemudian mendekat dan membuka tirai balkoni yang masih tertutup.

__ADS_1


Gara membuka tirai dengan cepat ia langsung kaget melihat Putih yang sedang menaiki kursi kemudian merentangkan kedua tangannya, Gara langsung membuka pintu langsung menangkap Putih yang sudah ingin terjun ke bawah.


" Kau gila hah " Gara menangis mendekap tubuh Putih yang terdiam.


" Putih jawab aku kenapa kau mau melakukan hal gila ini." Gara memeluk erat Putih dan mencium kepala Putih berulang kali.


" Aku mau mati." Jawab Putih pelan.


" Tidak kau tidak boleh pergi dari hidupku."


" Aku mau mati hiks.. hiks.. biarkan aku mati, aku mau mati ha ha ha." Putih manisnya sambil tertawa,Gara langsung menggendong Putih kembali masuk ke dalam kamar.


Gara menundukkan Putih di atas ranjang ia mengusap air mata Putih yang masih menetes, Putih mengambil tangan Gara yang masih berada di di pipinya membuat Gara terdiam. Putih menggenggam kedua tangan Gara dengan erat Gara memandang wajah Putih yang tengah serius menatapnya, Gara menunggu apa yang akan di ucapkan Putih.


" Tuan tolong aku." Putih menatap serius wajah Gara, Gara melihat bibir Putih yang pecah akibat perbuatannya itu.


" Mau minta tolong apa hemm?"


" Aku ingin bersama ibuku, tolong bunuh aku."

__ADS_1


__ADS_2