JALAN HIDUP PUTIH

JALAN HIDUP PUTIH
Pernikahan


__ADS_3

Putih masuk kedalam rumah besar milik Gara ia meneteskan air matanya dan langsung segera menghapusnya, kata-kata SAH terngiang di telinganya ia melihat akad nikah suaminya itu. Melihat wajah wanita yang pernah di setubuhi suaminya sedang tersenyum senang membuatnya sakit hati, bukan karena takut kehilangan Gara tetapi ia mengkhawatirkan anaknya.


"Putih." Panggil Gara, ia sangat senang melihat istrinya sudah kembali.


Putih tersenyum tetapi hatinya sakit ia menahan agar air matanya tidak menetes lagi, Gara langsung berdiri dan menghampiri Putih sedangkan Lisa melihat itu hanya menahan amarah ia tidak ingin malu di lihat orang banyak jika ia membuat kekacauan.


"Kamu darimana saja?" Tanya Gara sambil memeluk Putih.


"Aku mau masuk kamar dulu Tuan." Putih langsung berlalu meninggalkan Gara dan semua orang yang melihat kearahnya di tambah Lisa melihatnya dengan tatapan kebencian.


"Maafkan aku Putih." Gumam Gara.


Setelah penghulu pulang Lisa langsung sibuk menanyakan kamarnya, Gara yang meladeni Lisa ia langsung menunjukkan kamar dilantai satu yaitu kamar tamu.


"Apakah ini kamar utama?" Tanya Lisa melihat sekeliling tampak biasa.


"Jangan banyak bicara, aku mau istirahat dulu." Gara hendak berjalan tetapi tangannya di tarik Lisa.

__ADS_1


"Sayang, kita istirahat bersama setelah making love ya." Kata Lisa dengan seksi.


"Jangan ganggu aku Lisa aku mau menemui istriku."


"Aku istrimu."


"Kau hanya wanita murahan."


"Sial." Lisa geram ia melihat punggung Gara yang menaiki tangga menuju lantai dua.


"Seberapa hebat dia, aku akan membuatmu menceraikan dia kau hanya milikku Gara." Lisa masuk kedalam kamar dan membanting pintu dengan kuat, Dama tersenyum miring melihat kelakuan istri kedua kakaknya.


Gara masuk kedalam kamar, hari masih siang dan Putih sudah ada di balik selimut menutup diri.


"Sayang." Panggil Gara sambil menyibak selimut Putih membuat istrinya itu enggan untuk membuka mata.


"Aku tahu kau belum tidur." Gara mengelus-elus pipi Putih membuat Putih membukakan matanya.

__ADS_1


"Ada apa Tuan?" Tanya Putih tidak suka.


"Cup... kamu dari mana saja aku mencarimu terus tapi tidak menemukanmu." Gara mencium bibir Putih membuat Putih mengelap bibirnya, Gara terkekeh melihat kelakuan Putih.


"Selamat ya atas pernikahanmu Tuan." Ucap Putih sambil tersenyum, Gara langsung terdiam ia sakit mendengar itu di tambah lagi ia melihat istrinya tersenyum setelah mengucapkan itu.


"Putih, aku tidak mencintainya." Gara berusaha meyakinkan Putih akan perasaannya.


"Aku tidak mencintaimu Tuan." Balas Putih, Gara termenung sejenak ia geram ia ingin marah mendengar ucapan dari istrinya itu mengatakan jika istrinya tidak mencintainya.


Saat Putih ingin berpaling dari wajah Gara ia langsung mengambil wajah Putih dan ******* bibir istrinya dengan ganas, Putih menolak ia memukul-mukul badan Gara untuk berhenti tetapi suaminya makin tambah buas. Siang itu Gara memegang erat tangan Putih agar istrinya tidak melawan ia pun mengunci tubuh Putih dengan dirinya, Putih menangis karena perbuatan Gara ia merasa jika Gara hanya menginginkan tubuhnya saja.


"Aku sedang hamil tolong pelan-pelan lah." Ucap Putih mengingatkan Gara yang bertindak buas di atasnya, Gara mendengar itu langsung bergerak maju mundur secara perlahan ia lupa gara-gara terbawa emosi serta nafsu yang besar tadi ia melakukannya sangat lembut sampai di titik puncak.


"Maaf sayang." Gara mencium bibir Putih dan tumbang di samping tubuh istrinya.


Di lantai bawah tepatnya di kamar tamu Lisa sedang mengoceh sendiri, ia kesal karena suaminya tidak melayaninya.

__ADS_1


"Gara-gara wanita sialan itu Gara tidak ingin bersamaku, awas kau Putih aku akan merebut Gara dan semua hartanya." Suara Lisa menggelar di kamar itu, ia mengelus perutnya sambil tersenyum miring.


__ADS_2