
"Putih aku mohon maafkan aku karena telah menyakitimu aku janji tidak akan menyakitimu lagi aku ingin menjadi suami yang terbaik untukmu." Tutur Gara dengan bersungguh-sungguh.
"Apakah Tuan benar-benar tidak ingin menyakiti ku lagi?" Tanya Putih yang masih ragu dengan pernyataan suaminya itu.
"Putih maafkan aku karena telah salah menuduh ibumu maafkan aku atas itu dan maafkan aku juga atas perbuatanku, maukah kau kau berbahagia denganku ku saat ini, esok, lusa dan sampai kapanpun?" Putih menatap dalam mata Gara sebenarnya ia ragu dengan ucapan suaminya itu ia tidak tahu kedepannya bagaimana yang hanya ia inginkan adalah menjaga anak yang di dalam kandungannya saat ini.
"Maafkan aku Tuan tapi aku tidak tahu harus bagaimana aku sangat bingung sekali." Jawab Putih jujur.
"Tidakdak apa-apa kita mulai dari hal yang sederhana dulu dan dan janjilah padaku jika kau tidak akan tidur di manapun kecuali di sini, Putih aku sungguh khawatir padamu saat itu saat kau pergi dan aku mohon jangan pergi lagi."
Putih hanya menganggukkan kepalanya saja perlahan garam mendekat dan mencium kening putih lembut, Putih merasa kaget tetapi ia merasa amat nyaman saat Gara mengelus perutnya.
"Tuan apakah kau menyayangi anak ini?" tanya Putih saat Gara menyium perutnya, mendengar itu Gaara menatap Putih dengan dalam ia tersenyum dengan lembut membuat Putih salah tingkah.
"Putih bukan dia aja yang aku sayangi tetapi juga kamu." jawab Gara cara membuat jantung putih berdetak cepat.
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan wanita itu?" Tanya putih membuat garam mengerutkan dahinya.
"Wanita yang mana sayang?"
"Wanita yang di kantor itu Tuan waktu aku melihat kau berhubungan badan dengan nya." Kata putih sambil mengingat-ingat.
"Sudahlah Putih kita lupakan masa lalu wanita itu tidak ada hubungannya denganku lagi." Ujar Gara meyakinkan.
Gara sangat merasa bersalah saat Putih menanyakan itu walaupun ia tahu Putih pernah berhubungan dengan Dama tetapi ia juga tahu jika putih melakukannya dengan terpaksa, tetapi berbeda dengan hubungannya dengan Lisa jika iya dik berada di kantor ia selalu menikmati tubuh wanita itu. Gara tidak tahu caranya bagaimana melepaskan Lisa karena iya sudah lama melakukan itu bahkan dengan wanita-wanita lainnya dan setiap hari di kantor membuatnya ketagihan dan ia susah untuk merubahkan kebiasaannya itu.
Malam itu Gara dan Putih sedang menikmati malam dengan penuh kenikmatan Gara sangat merindukan tubuh istrinya karena sudah 2 bulan lebih tidak melakukan hubungan badan dengan istrinya, kali ini ini ia melakukannya secara lembut dan halus karena dia tahu kondisi Putih sedang hamil. Malam penuh erangan dan desahan dilalui mereka sepanjang malam membuat mereka terlelap hingga siang, Putih pun merasa berbeda malam itu ia merasa benar-benar dicintai dan disayangi oleh Gara.
"Iya sayang maafkan aku soalnya hari ini ada rapat penting di perusahaan, aku pergi dulu sampai jumpa sayang." Gara langsung ke luar dari kamarnya dengan terburu-buru sementara Putih masih terselubung selimut menutupi tubuhnya yang tanpa sehelai benangpun menatapi kepergiaan suaminya yang mendadak.
Di kantor di ruang rapat sedang menunggu kedatangan Gara sang pemilik perusahaan, mereka ingin mempresentasikan tentang hasil kerja mereka setiap bulannya terutama masalah keuntungan perusahaan tersebut.
__ADS_1
"Maaf saya terlambat, ayo kita lanjutkan." Kata Gara yang langsung masuk ke dalam ruangan itu dan langsung mengambil tempat duduknya sebagai pemimpim.
Dua jam berlalu mereka sudah selesai rapat keuntungan perusahaan itu itu bertambah saat Dama membantu pekerjaan Gara, Dama bekerja sangat baik itu membuat Gara bangga ia tahu jika adiknya itu pintar dan juga dapat di andalkan.
"Kau memang terbaik Dam terima kasih telah membantu." Ucap Gara saat mereka sudah masuk di dalam ruang kerja Gara, Dama sangat senang karena kakaknya sudah mulai masuk kantor jadi ia leluasa bisa melihat sendiri hukuman yang di berikan kepada tante, paman dan kembaran ibu Putih tersebut.
"Oke santai aja Kak, ya udah aku pulang dulu ya ada yang aku harus kerja kan di rumah." kata Dama sambil berpamitan.
"Tunggu dulu emangnya mau ngapain pulang ke rumah?" Tanya Gara menyelidiki khawatir jika ada mau mendekati istrinya.
"Memberi pelajaran kepada orang yang telah membunuh orang tua." Jawab Dama santai.
"Oke baiklah jangan lupa titip salam kepada mereka ya hahaha." Tawa Gara, Dama pun ikut tertawa sambil keluar dari ruangan Gara dan ia segera tidak sabar melihat penderitaan pembunuh orangtuanya.
Baru beberapa menit pintu tertutup pintu ruang kerja Gara kembali terbuka, Gara melihat siapa yang masuk ia kaget dan hampir melotot. Wanita itu histeris melihat Gara karena sudah lama tidak di lihatnya, ia berlari kecil ke arah Gara sampai dua bukit kembarnya ikut bergoyang karena tidak memakai bra.
__ADS_1
"Kenapa kau di sini?"
"Sayang aku rindu." Peluk Lisa dengan manjanya, Gara hanya terdiam.