JALAN HIDUP PUTIH

JALAN HIDUP PUTIH
Ajakan Dama


__ADS_3

" Maksud saya saat ini Putih memiliki riwayat gegar otak ringan, keadaan Putih saat tadi check up sangat baik tetapi karena ada benturan keras di kepalanya membuat Putih akan mengalami gegar otak sedang itu sangat resiko dengan ingatannya. Jika Putih nanti terkadang lupa atau dengan cepat melupakan sesuatu itu efek dari gejala umum untuk penyakit gegar otak tingkat sedang yang di deritanya. Jadi saya sarankan jangan membuatnya terlalu berpikir keras, kelelahan, atau mendengar suara bising dan kembali mendapat benturan itu akan berakibat fatal untuk Putih karena bisa mengakibatkan kematian, saya harap Anda bisa merawat Putih dengan baik tuan." Gara mendengar apa yang di katakan dokter Andre dengan baik.


" Terima kasih dok, saya akan melakukan yang terbaik untuk istri saya."


" Baiklah Anda boleh melakukan pembayaran segera, dan untuk Putih jika keadaannya semakin baik ia bisa pulang."


Gara berdiri memberi salam dengan sang dokter, ia juga berterima kasih karena Andre telah menceritakan tentang Putih yang tidak di ketahuinya. Gara keluar dari ruangan ia langsung merogoh kantong celananya mengambil handphone untuk menghubungi Dama.


" Kamu dimana?" Tanya Gara sambil berjalan menjari ruang ICU.


" Aku sudah pulang kak." Jawab Dama di balik telepon, mendengar itu Gara langsung mematikan handphonenya ia pun sudah ada di depan ruang ICU perlahan gara membuka pintu ia melihat Putih yang sedang tertidur dengan tenang.


Rasa bersalah menjelajahi pikirannya ia mengamati wajah Putih yang pucat itu tampak raut wajah kesedihan yang terpancar di wajah Putih di balik wajah cantiknya itu.

__ADS_1


" Kau tidak bersalah Putih, ibumu yang bersalah karena dia sudah mati akhirnya kau yang menanggung balas dendam ku dengan Dama. Aku mencintaimu dan juga membencimu, kau tahu sejak awal melihatmu di klub malam aku sudah jatuh hati dengan pesonamu. Aku sungguh penasaran dengan dirimu dan mencari informasi tentang dirimu, aku mendapatkan sesuatu yang gila disana kau adalah anak pembunuh orangtuaku di saat itulah aku harus bisa membalasnya dengan menyakitimu."


Putih yang pura-pura tidur mendengar semua yang di katakan Gara ia bertahan dengan posisinya sebaik mungkin agar Gara tidak curiga.


" Aku membencimu Gara karena kau membenci Ibuku, aku memang tidak memiliki kekuatan apapun untuk melawanmu tetapi aku memiliki cinta. Akan kau pastikan kau akan menderita jika aku jga menderita, dan satu hal Gara aku akan turut bersandiwara saat hidup bersamamu. Ibuku tak bersalah dan tak mungkin membunuh orangtuamu, aku sudah tidak mempunyai tujuan hidup lagi aku rela kau membuatku menderita asalkan kau juga menyesal nantinya karena mencintaiku." Batin Putih menahan tangisnya.


Putih mendengar pintu terbuka, Gara langsung menoleh ke arah pintu.


" Apakah wanita sialan itu makin menyusahkan?" Tanya Dama yang berjalan mendekati Gara.


" Ibu dan Ayah sudah ada di rumah kemungkinan mereka akan nginap beberapa hari di rumah kakak." Jawab Dama yang masih memperhatikan lekuk tubuh Putih.


" Mereka Paman dan Bibi bukan ibu dan ayah kita Dama ingat itu." Jawab Gara yang menekankan suaranya.

__ADS_1


" Orangtua kita sudah tidak ada kak, dan aku masih ingin menuntut balas dendam dengan wanita ini." Kata Dama yang hendak menyentuh tangan Putih, melihat itu Gara langsung menepiskan tangannya Gara tidak mengerti kenapa Dama ingin menyentuh tangan istrinya.


" Cihh.. kau sudah mencintainya kak? Aku hanya ingin menyentuh tangannya saja aku juga penasaran bagaimana rasa menggagahinya, Apakah benar-benar nikmat sampai aku tak boleh menyentuhnya?" Gara langsung berdiri menatap marah ke adiknya.


" Aku tidak mencintainya dan juga aku harap kau tidak menyentuhnya, mengerti Dama?" Gara sangat marah jika Dama menginginkan tubuh Putih.


" Hahaha aku semakin penasaran." Suara dering telepon dari handphone Gara berbunyi, melihat nama yang tertera di ponselnya Gara langsung keluar dari ruangan dan meninggalkan Dama dan Putih sendirian.


Dama mendekat ke arah Putih menelisik tubuh Putih yang indah, ia mendekatkan wajah Putih dan berbisik.


" Aku tahu kau pura-pura tidur ******, setelah pulang dari rumah sakit aku akan menggagahi mu." Bisik Dama yang membuat Putih merinding ia kemudian membuka matanya perlahan.


" Aku akan melayanimu dengan sangat baik tuan Dama." Jawab Putih sambil tersenyum melihat wajah Dama.

__ADS_1


" Aku juga akan menghancurkan kalian berdua walaupun ku korbankan harga diriku." Batin Putih.


__ADS_2