
Putih pulang ke rumah sediri sementara Gara ada meeting mendadak dengan rekan bisnis barunya, Putih langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya ia merasa gerah dan memilih untuk berendam sejenak. Setengah jam berlalu Putih sudah memakai dress warna krim selutut ia turun ke bawah menuju ruang tv, saat hendak duduk Putih mendengar suara bell dan langsung berjalan membuka pintu.
Putih termenung sejenak ia menatap pria asing yang tak kalah tampan dengan suaminya, pria itu dengan wajah datar menelisik wanita di depannya itu.
" Kau Putih?" Tanyanya masih dengan wajah datar.
" Eh iya maaf Anda siapa?" Tanya Putih sopan, ia merasa aura yang berbeda yang keluar dari tubuh pria ini sama seperti saat bersama Gara.
" Aku Dama adiknya kak Gara." Dama langsung masuk tanpa dipersilakan Putih ia langsung naik ke lantai dua di mana kamarnya terletak di sebelah kamar Gara dan Putih.
Putih menatap pria itu dengan raut wajah khawatir ia merasa tak nyaman saat bersama Sama adik iparnya itu walaupun ia tafsir Dama lebih tua darinya, sebab Dama hanya berpaut 5 tahun dari Gara.
" Apa yang akan terjadi padaku nanti, aku merasa seperti ingin di bunuh di dalam rumah ini. Mengapa Mas Gara menikahiku? Aku melihat aura ingin membunuh saat melihat tatapan Gara dan Dama, sebenarnya apa salahku?" Batin Putih.
*****
" Saya harap kita bisa berkerja sama dengan baik Pak Rehan." Gara menjabat tangan rekan bisnisnya saat pertemuan yang di minta mendadak oleh Rehan.
__ADS_1
" Terima Kasih, emm bagaimana kita bicara santai saja aku perkirakan umur kita sama." Kata Rehan ramah, ia ingin menjalin pertemanan dengan rekan bisnisnya yang di kenal handal, pintar dan tentu saja tampan.
" Ok baiklah Rehan, kau juga bisa memanggilku Gara saja." Seru Gara sambil tersenyum melihat Rehan.
" Kau sudah menikah?" Tanya Rehan, ia sendiri belum menikah baginya menjalin hubungan membuat hidup akan rumit. Tapi bisa di katakan ia belum pernah merasakan cinta karena dari usia muda ia sudah di kenalkan dengan orang tuanya dunia bisnis, jadi ia hanya sibuk dengan pekerjaan walaupun ia sering bermain dengan wanita tetapi belum ada yang memikat hati.
Gara teringat Putih sejenak ia tahu pasti sudah ada di dalam rumah.
" Aku sudah menikah, baru menikah beberapa hari yang lalu. Bagaimana denganmu?" Jawab Gara jujur, ia juga tidak tahu status teman barunya saat ini.
" Wah pengantin baru rupanya teman baru ku ini, aku masih sendiri belum ada wanita yang bisa mencuri hatiku saat ini." Rehan melihat jam tangannya sejenak ia teringat jika ia ada janji dengan kakaknya.
" Maaf bro aku harus pergi sekarang aku lupa jika aku ada janji dengan seseorang." Jawab Rehan yang sudah berdiri dari kursi restoran yang menjadi tempat meeting mereka tadi.
" Ok sampai bertemu lagi." Jawab Gara yang melihat Rehan sudah berjalan ke pintu keluar.
Gara membuka handphonenya ia ingin melihat apa yang di lakukan istri cantiknya saat ini, ia melihat mencari ke seluruh ruangan tetapi ia tidak menemukan Putih di manapun berada. Di rumah itu yang tidak terpasang cctv hanya kamar adiknya Dama, ia melihat pintu kamar Dama terbuka dan ia melihat adiknya keluar hanya menggunakan handuk yang menutupi setengah tubuh bagian bawahnya.
__ADS_1
" Sial kemana perginya Putih? Apa Dama sudah bermain dengannya?" Batin Gara, pikirannya sangat kacau ia makin ingin menyakiti wanita murahan itu.
Gara beranjak dari tempat duduknya dan langsung pulang kerumah ia ingin memberi pelajaran kepada istri cantiknya itu.
*****
Rehan sudah ada di lobby rumah sakit saat berjalan ia mengeluarkan handphone karena ingin mengabari kakak laki-lakinya karena ia sudah berada di rumah sakit.
" Aww... Sakit." Seru wanita itu ia sudah jatuh ke lantai akibat bertabrakan dengan Rehan.
" Maafkan aku." Kata Rehan membantu wanita itu berdiri.
" Aku yang minta maaf aku yang terburu-buru, sekali lagi maafkan aku." Wanita itu merasa bersalah karena ia ingin bergegas pulang dengan cepat, iapun langsung meninggalkan lelaki yang tengah berdebar itu.
" Tunggu... Siapa namamu?" Jerit Rehan yang kagum dengan kecantikan wanita itu.
" Putih..." Jeritnya dan segera hilang dari pandangan Rehan.
__ADS_1
" Cantik."