
"Tolong lepaskan aku." Seru wanita itu saat tangan kakinya di ikat dengan rantai.
"Hahaha Putih ayolah cepat beritahu siapa yang membunuh Gina?" Tanya Leon dengan tatapan tajam ia mencengkram pipi Putih kuat.
"Aku tidak tahu sumpah, aku sudah lelah tolong lepaskan aku." Jawab Putih sambil memohon.
"Putih Sanaya ayolah mengaku apa kau ingin ibumu Sonia itu mati di depan mu?"
"Jangan bunuh ibuku tolong."
"Makanya cepat katakan."
Setahun yang lalu Putih di sandera oleh Leon karena bagi Leon jika kematian Gina pacarnya adalah kesalahan Putih, ia menculik Putih dan mengikatnya dengan rantai di apartemen yang tidak di ketahui oleh siapapun termasuk Gara.
"Saga tolong aku." Kata Putih dalam hati setiap hari, ia sangat rindu kekasihnya itu.
__ADS_1
"Cepat katakan!"
"Gina bunuh diri..." Putih langsung menangis mengenang sahabatnya itu, ia melihat betul Gina gantung diri di dalam kamarnya saat ia ingin mengajak Gina untuk bertemu.
Leon terdiam sejenak lalu ia menatap ****** Putih yang sedang menangis.
"Itu pasti karena kau kan karena kau ada ditempat kejadian." Teriak Leon dan langsung menampar keras Pipi Putih.
" Hiks.... itu karena aku bukan aku dia bunuh diri karena kau hiks..." Kata Putih sambil menangis.
"Dia melihatmu berhubungan dengan Vani di mobil waktu malam valentine." Ucap Putih makin sedih mengingat saat Gina curhat dengannya.
Leon mengingat lagi dulu waktu malam valentine Gina tidak mau jalan dengannya karena alasan tidak masuk akal yaitu malas padahal Gina ingin memberikan surprise untuk Leon tetapi Leon tidak tahu rencana Gina, karena kesal ia mengajak Vani salah satu temannya saat itu jalan. Mereka jalan-jalan sampai di restoran mereka makan tetapi saat mereka pulang dan di tempat parkir tiba-tiba Vani menggoda Leon dengan tubuhnya, Leon yang sedang berhasrat dan kecewa dengan Gina tadi langsung melayani Vani di di dalam mobil.
Saat menuju apartemen Leon mobil Gina berhenti di jalan raya karena melihat mobil pacarnya, ia pun segera menelpon Leon memastikan tetapi tidak di angkat Leon karena sedang asik bergumul. Akhirnya Gina menghampiri mobil itu, saat ingin mengetok pintu mobil terlihat mobil itu sedikit bergoyang Gina curiga di buatnya jadi ia mengintai di kaca jendela mobil Leon. Gina langsung meneteskan air matanya melihat Leon yang sedang menunggang Vani, ia langsung berlari kembali ke mobilnya dan menangis sejadi-jadinya di situ. Setelah kejadian itu Gina bunuh diri dan Leon sang kekasih mengurung Putih karena menganggap Putih yang menjadi biang kematian kekasihnya.
__ADS_1
"Leon lepaskan aku, aku sudah lelah seperti ini." Ucap Putih lemah.
"Jadi itu salahku." Gumam Leon ia meremas rambutnya sendiri ia menangis di depan Putih.
"Semuanya sudah berlalu Leon aku yakin Gina sudah bahagia di atas sana." Putih mengatakan itu sambil menangis mengenang sahabatnya.
"Pergilah aku melepaskan mu." Leon melepaskan rantai yang mengikat Putih, ia menyuruh Putih segera keluar dari apartemennya. Putih dengan keadaan lemah dan baju compang-camping langsung segera berlari, ia ingin berlari sejauh mungkin agar Leon tidak berubah pikiran lagi sementara Leon ia sedang meratapi dan menyalahkan dirinya karena kematian sang kekasih.
"Astaga aku seperti orang gila." Kata Putih saat di jalan raya, baju kumuh, rambut panjang tak terurus dan badan yang bau membuat orang ilfil orang yang melihatnya.
"Aku dimana sekarang, aku tidak tahu jalan ini." Putih melihat kiri kanan, matanya tertuju dengan seseorang di depan supermarket ia langsung berlari mendekati orang itu.
"Tunggu." Cegat Putih kepada perempuan yang hendak masuk ke dalam taksi, perempuan itu menoleh ia terkejut melihat orang yang memanggilnya tadi.
"Kau."
__ADS_1