
Gara tak menjawab panggilan wanita itu ia kembali ke tempat duduknya dan fokus kembali ke pekerjaannya. Wanita itu berjalan menghampiri Gara, dengan pakaian seksi dengan baju belahan dada yang terbuka dan rok mini membuat laki-laki yang memandangnya berhasrat begitu juga dengan Gara.
" Gara." Panggil wanita yang bernama Lisa itu yang sudah berdiri di sampingnya.
Gara menoleh ke melihat wajah cantik itu sekejap dan kembali ke pekerjaannya, melihat reaksi yang di berikan Gara seperti biasa tanpa menyahut Lisa jongkok dan tangannya menjalar hendak melepaskan tali pinggang milik Gara dan membuka resleting dan berusaha mengeluarkan milik Gara yang sudah menantang. Lisa tersenyum melihat itu ia lalu naik ke pangkuan Gara dan menyatukan miliknya reaksi Gara masih sama ia sudah tahu bagaimana wanita yang di pangkunya ini, wanita yang kemana-mana tanpa celana dalam. Gara ingin membuat Putih seperti Lisa tetapi dia menolaknya karena ia merasa Putih wanita yang berbeda.
Setelah mencapai puncak Lisa menatap sayu wajah Gara yang juga memandangnya, Lisa tersenyum tipis dan bangkit dari pangkuan Gara.
" Ambil uangnya dengan Riko dan cepat pergi dari sini." Kata Gara yang sudah membenarkan celananya.
" Baik sayang." Sesudah merapikan pakaiannya Lisa mendekat dan mengecup bibir Gara sekilas lalu berlenggak-lenggok pergi keluar dari ruangan.
Gara bangkit berjalan mendekati kaca jendela besar di ruang kerjanya ia memikirkan Putih yang di dalam kamar, bercinta dengan Putih berbeda dengan wanita lainnya walaupun ia tidak mendapatkan kesucian dari Putih.
__ADS_1
Tok tok tok
Gara menoleh ke arah pintu ia melihat Riko sudah masuk ke dalam ruangannya, Riko membungkuk memberi hormat terlihat juga ia membawa dua kantong yang berisi makanan untuk tuannya.
" Maaf tuan saya membawa makanan untuk makan siang." Tutur Riko sopan.
" Taruh di atas meja, kau sudah memberi bayaran untuk Lisa?" Tanya Gara yang melihat Riko meletakkan kantong tersebut di atas meja.
" Sudah tuan, seperti biasa saya memberi bayarannya." Jawab Riko yang tidak mengerti dengan tuannya ia juga sudah tahu jika tadi tuannya sudah bercinta dengan wanita murahan itu pagi ini.
Jam sudah menunjukkan 12 siang Gara masih sibuk menatap laptopnya, pintu kamar terbuka Putih yang masih dengan wajah sembab akibat tertidur tadi berjalan ke arah suaminya, Gara yang melihat Putih dengan wajah yang kusam tertawa senang.
" Mas aku mau pulang," rengek Putih sambil memanyunkan mulutnya.
__ADS_1
" Cuci muka dulu sana abis itu kita makan siang terus pulang." Jawab Gara yang sudah berdiri di depan Putih, ia ingin sekali meraup bibir Putih yang merah muda merekah itu tetapi di undurkannya karena mengingat Lisa tadi saat bercinta dengannya.
Putih berjalan kembali ke dalam kamar ia membasuh muka dan kembali lagi menghadap Gara yang sudah menyiapkan makanan yang terhidang di atas meja, Gara melakukannya karena merasa bersalah dengan Putih tapi ia tak bisa mengelak ia juga menikmati tubuh Lisa yang indah itu.
" Makanannya enak?" Tanya Gara yang melihat Putih makan dengan lahap.
Putih mengangguk, " iya Mas aku suka enak banget." Jawab Putih sambil sumringah.
" Enakkan yang mana makanannya atau saat bercinta denganku?" Tanya Gara menatap intens Putih.
" Uhuk... Uhuk.. apanya yang enak kamu sangat kasar Mas dan tentu saja mesum." Jawab Putih melihat suaminya sejenak dan kembali ke makannya.
Gara terdiam dengan jawaban Putih ia sadar ia sudah bermain kasar dengan Putih, ia sungguh membenci wanita polos seperti Putih karena mengingat masa lalunya di tambah ia juga memiliki dendam dengan ibu wanita yang sudah menjadi istrinya saat ini.
__ADS_1
Putih melihat Gara yang termenung ia yakin jika Gara ada masalah dan tentu saja pasti menyangkut dirinya, entah kenapa jika melihat Gara yang pulang dengan keadaan mabuk tatapan Gara seperti ingin membunuh dirinya dan ia yakin jika Gara hanya bersandiwara di depannya.
" Ibumu akan melihat penderitaan anak kandungnya dari atas sana Putih." Batin Gara.