JALAN HIDUP PUTIH

JALAN HIDUP PUTIH
Merajuk


__ADS_3

"Tuan apakah masih jauh?" Tanya Putih saat mereka masih dalam perjalanan, sudah cukup lama bagi Putih padahal baru 15 menit perjalanan mereka.


"Sabar ya bentar lagi sampai kok." Jawab Gara sambil tersenyum ke arah Putih.


"Baiklah." Kata Putih lalu memandang keluar jendela.


Mereka sampai di pantai, Putih awalnya suringah tetapi karena ia ingin makan jadi ia hanya manyun dan itu membuat Gara tertawa. Putih melihat Gara tertawa dengan wajah tidak suka, ia sangat kesal mengingat Gara bilang tadi mereka akan jalan-jalan sambil makan tetapi nyatanya ia akan melihat laut saja.


"Kau tidak suka?" Tanya Gara memandang Putih.


Putih yang tadi melihat laut hanya menoleh kepadanya dengan wajah cemberut lalu melihat laut lagi.


"Apakah kau memang tidak suka pantai?" Tanya Gara lagi.


"Suka... suka... aku suka pantai." Jawab Putih dengan merengek, ia benar-benar menahan tangisnya.


"Tapi wajahmu seperti tidak suka."


"Aku suka... hiks... hiks..." Putih menjatuhkan dirinya di atas pasir, ia duduk sambil menangis dan merengek-rengek seperti anak kecil dan menendang pasir pantai dengan kesal.


"Loh kok menangis sih?" Gara berjongkok, ia ingin tertawa tetapi ia juga tidak tega melihat istrinya seperti itu.


"Aku mau pulang." Jawab Putih masih dengan kelakuannya.

__ADS_1


"Kok pulang sih, katanya mau jalan-jalan sambil makan." Kata Gara membuat Putih menoleh kepadanya, ia melihat pipi Putih yang penuh air mata dan mengelapnya dengan tangannya sendiri.


"Tapi kita gak makan-makan?" Tanya Putih dengan sedihnya.


Gara melirik jam tangannya Putih pun melihat itu ia pun juga melirik jam tangan Gara.


"Nampaknya ada yang kelaparan nih." Goda Gara membuat Putih kembali cemberut.


"Ya udah deh kita pulang saja, aku gak mau di sini." Kata Putih sambil meremas pasir pantai tersebut.


"Kalau begitu ayo kita pulang." Gara berdiri ia pun menarik tangan Putih untuk berdiri, dengan berat hati Putih pun mengikutinya. Mereka berjalan ke lain arah bukan ke tempat mobil yang di parkir oleh Gara.


"Kenapa kita berjalan ke arah sini Tuan?" Tanya Putih, ia kemudian memandang ke belakang melihat mobil Gara terparkir dengan diamnya.


"Tanganku hanya berpasir, aku bisa membersihkannya di rumah Tuan." Kata Putih sambil melihat tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya di genggam oleh Gara.


"Ikuti saja." Putih pun untuk menurut.


"Tempat apa ini?" Tanya Putih penasaran bagaimana tidak di situ hanya tersedia meja kayu dan kursi kayu yang menghadap pantai, itu tampak tempat tongkrongan anak-anak yang berkumpul sambil bermain gitar dan bernyanyi ria.


"Kita duduk di sini dulu." Gara menuntun Putih untuk duduk ia membersihkan tempat duduk Putih dulu sebelum istrinya duduk.


Baru mereka duduk tiba-tiba ada seorang lelaki tampak muda datang membawa air seember ke arah mereka.

__ADS_1


"Permisi ini airnya." Kata pemuda itu ramah.


"Terimakasih ya." Balas Gara pemuda itupun langsung pergi.


"Untuk apa air sebanyak itu, apa itu untuk cuci tangan ku?" Tanya Putih penasaran.


"Iya ayo cuci tangan dulu." Ajak Gara kemudian Putih pun bangkit dan mencuci tangan bersama.


"Permisi." Putih terkejut karena ada yang datang tiba-tiba, Gara pun menoleh dan menganggukkan kepalanya.


Putih memperhatikan orang itu membawa baskom besar, Putih belum bisa melihat isinya karena di tutupi alas kemudian disusul lagi dengan pemuda yang tadi mengantar air seember kali ini pemuda itu membawa sesuatu di dalam kantong plastik. Putih masih setia melihatnya, Gara hanya memperhatikan kelakuan Putih dari tadi yang begitu penasaran.


"Jangan lihat mereka, itu sangat berbahaya ayo tutup matamu dan berbalik dulu." Mendengar kata bahaya Putih langsung berbalik dan menutup matanya, ia takut terjadi apa-apa dengan dirinya ia takut di mutilasi di pantai yang sepi itu.


"Apa yang mereka lakukan tuan?" Tanya Putih berbisik, Gara hanya tertawa kecil mendengarnya.


"Diamlah mereka akan pergi sebentar lagi " Bisik Gara di telinga Putih dan ia langsung menggunakan cepat.


"Baik sudah siap, kami permisi." Kata orang itu Gara hanya mengangguk saja.


"Apa mereka sudah pergi Tuan?" Tanya Putih dengan pelan.


"Sudah, ayo berbaliklah dan buka matamu." Suruh Gara, awalnya Putih ragu sekalian takut tetapi karena di tuntun Gara ia langsung berbalik dan membuka matanya.

__ADS_1


"Ini?" Putih benar-benar kaget melihat di depannya.


__ADS_2