
Selesai sarapan Gara mengajak Putih kembali ke kamar yang sudah di bersihkan Bu Ani, Putih duduk di sofa bersama Gara yang sedang memainkan handphone sedangkan Putih masih melihat kotak yang di kasih Gara sebagai hadiah untuk Putih.
" Kenapa gak di buka, cepat buka kamu harus segera mencobanya." Ucap Gara yang tersenyum penuh arti.
" Mas maafkan aku tentang kejadian semalam bukan maksud aku apa tapi tolong jangan kasarin aku, aku tahu aku sudah tidak suci lagi tetapi aku mohon aku tak bisa dengan perlakuan kasar." Putih menunduk sedangkan Gara yang mendengar itu terdiam sejenak.
" Ya tergantung jika kamu menurut aku gak akan kasarin kamu, cepat buka terus langsung coba." Jawab Gara santai, Putih langsung segera membuka kotak itu ia tidak tahu apa yang ada di dalam kotak itu tapi ada perasaan tidak enak dalam hatinya.
" Apa ini Mas?" Tanya Putih yang tidak tahu benda yang di pegangnya.
" Buat kamu nikmatilah,cepat coba!" Perintah Gara yang mendekat ke arah Putih.
" Nikmati, tapi Mas aku gak tahu ini apa?" Putih bingung entah apa yang di maksud dengan Gara nikmati itu.
__ADS_1
" Jangan tanya lagi, ini ku beri khusus untukmu aku rasa kamu pasti akan menikmatinya." Gara langsung meraih benda tersebut.
" Mas kamu jangan aneh-aneh Mas, aku takut Mas." Jawab Putih yang menggeserkan tempat duduknya menjauh dari Gara.
" Jangan takut aku membelikan ukuran yang kecil, kamu juga bisa memakainya sambil berdiri atau berjalan biar ada gregetnya. Sini coba biar aku yang handle remotnya, kamu pasti suka." Gara makin mendekat dan memegang kaki Putih untuk di buka.
" Mas aku takut Mas, kenapa Mas Gara berbuat seperti ini apa salahku?" Tanya Putih gemetaran saat benda itu hampir memasuki miliknya.
" Aw Mas, ampun Mas aku gak bisa tolong hentikan." Gara menekan tombol di remote kontrol untuk menambah kecepatan gerak benda itu. Kepala Putih menggeleng dan tangannya mencoba meremas sofa, akhirnya ia menegang dan badannya melemah.
Gara langsung menekan tombol berhenti saat melihat Putih yang sudah mencapai puncak ia hanya tersenyum melihat wajah Putih yang berpeluh.
" Setelah ini istirahat lah, jadilah penurut karena aku menyukainya." Gara keluar kamar meninggalkan Putih yang terkapar di atas sofa, setelah Gara menghilang di balik pintu Putih menangis meratapi dirinya akhirnya ia ketiduran karena kelelahan.
__ADS_1
Gara mengendarai mobilnya menuju Apartemen Leon sahabatnya, mereka berteman dari kecil memiliki umur yang sama dan tentu saja sama-sama orang kaya. Gara sampai di depan pintu Apartemen Leon ia langsung masuk setelah menekan tombol password yang hanya mereka berdua mengetahuinya.
Gara mencari keliling Apartemen tetapi tidak menemukan Leon berada ia langsung duduk di sofa dan mencoba menghubungi Leon.
" Aku ada di apartemen lo, Lo di mana sih? Tanya Gara sambil bersandar di sofa.
" Bentar, Lo gak bilang mau datang aku segera kesana," tanpa membalas perkataan Leon Gara langsung mematikan telponnya.
Setelah menghubungi Leon langsung saja ia melihat cctv di rumahnya yang langsung terhubung di handphonenya, ia melihat cctv di dalam kamarnya ia melihat Putih yang tertidur di atas sofa dan merengkuh seperti bayi.
Ceklek pintu apartemen terbuka melihat Leon masuk ia melihat Gara yang sedang tersenyum melihat handphonenya.
" Ehemmm"
__ADS_1