JALAN HIDUP PUTIH

JALAN HIDUP PUTIH
Bukan Putihku


__ADS_3

Putih di bawah ke dalam rumah yang cukup mewah dan besar tetapi tidak semua mewah rumah Gara, ia di paksa masuk hingga tangannya membiru karena cengkraman lelaki itu. Putih menangis dan tangan kirinya menutupi perutnya untuk memberi perlindungan kepada anaknya, Saga langsung membawa Putih masuk ke dalam kamarnya dan langsung menghempaskan tubuh Putih di atas kasur sementara itu rumahnya sangat sepi seperti tidak berpenghuni.


"Ampun... tolong jangan sakiti saya." Kata Putih sambil menangis dan menutupi perutnya dengan kedua tangannya.


"Kau tahu apa salahmu hah?" Saga mendekat berjalan ke arah Putih sambil melepaskan pakaiannya satu persatu, Putih benar-benar ketakutan karena ia tidak tahu siapa orang di depannya itu.


"Tuan aku minta maaf Taun jika aku ada salah." Ujar Putih ketakutan sambil memundurkan dirinya.


"Kau juga tidak mengenaliku hah? secepat itu kau melupakanku?" Putih benar-benar tidak tahu siapa orang di depannya itu, saat ini ia benar-benar ketakutan.


"Maaf aku benar-benar tidak mengenal dengan Anda." Jawab Putih sambil meringkuk ke belakang sedangkan Saga sudah bertelanjang menyisakan celana dalamnya saja.


"Kau lari dariku dan kau menikah dengan lelaki itu, yang lebih kaya dariku hah, dasar perempuan jala*ng." Saga hendak menampar Putih tetapi tidak jadi saat mendengar ucapan Putih.


"Jangan pukul aku Tuan aku sedang hamil."


Saga mematung mendengar itu wanita di cintainya sudah menikah dan sekarang hamil, ia benar-benar kecewa dengan semua itu. Putih yang sedang bertekuk lutut itu menoleh ke arah Saga yang terdiam, ia merasa aneh tetapi juga merasa lega karena pria di depannya tidak jadi memukulnya.


"Putih." Panggil lelaki itu membuat Putih menoleh lagi karena tadi ia sudah kembali menunduk.


"Gugurkan." Kata Saga membuat Putih langsung menggeleng cepat, Saga kesal melihat itu ia pun langsung mendekat ke arah Putih saat Putih ingin menghindar tetapi langsung di tahannya.


"Aku ingin kau menggugurkannya Putih." Kata Saga sambil membelai pipi Putih dan mengecupnya sebentar, Putih merasa benar-benar aneh dengan pria di depannya itu tingkahnya sama seperti Gara.


"Tuan aku benar-benar tidak mengenalmu, dan aku tidak ingin menggugurkan anakku." Kata Putih sambil menangis dan memeluk erat perutnya.


"Apa yang terjadi padamu sayang, kenapa kau sampai menikah dengan pria itu, apa itu karena ibumu?" Tanya pria itu lagi kali ini ia mengajak Putih untuk berbaring bersama, Putih tidak mau karena di paksa jadi ia menurut karena takut anaknya kenapa-kenapa nantinya.

__ADS_1


"Tuan Gara sudah membeliku di klub malam, ibuku sudah meninggal." Putih termenung sejenak karena mengucapkan nama ibunya.


"Klub malam? ibumu sudah meninggal?" Tanya Saga bingung, ia tidak tahu jika Putih ada di klub malam di tambah ibunya sudah meninggal.


"Tuan aku rasa kau salah orang." Kata Putih memberanikan diri.


"Tidak kau Putih ku dan akan tetap menjadi Putihku selamanya."


"Tap... mmmmhhh." Saga langsung m*l*m*t mulut Putih dengan ganas ia tidak ingin penolakan, ia menggerai badan Putih dengan kasar dan langsung menyentak dress Putih sampai koyak dan terlepas.


"Kata bukan Putihku?" Gara kaget melihat dada Putih, dada itu mulus tanpa ada bekas kenangan sementara dada Putih kekasihnya terdapat tato nama Saga terdapat di sana. Sementara itu Putih menangis karena di perbuat seperti itu oleh orang yang tidak di kenalnya.


***


Sementara di kamar ruang kerja Gara ia sedang tidur bersama Lisa karena permainan mereka sampai malam jadi membuat mereka kelelahan.


Drrtttt drrtttt drrtttt


"Kak kau di mana ini sudah malam, Putih tidak ada di rumah dari tadi sore." Kata Dama memberitahu.


"Apa? Dimana Putih sekarang?" Teriak Gara langsung terduduk dari baringnya karena kaget sementara Lisa sedang tidur mati di situ karena banyak kehabisan energi.


"Cepatlah pulang." Kata Dama dari seberang sana.


"Oke aku pulang sekarang." Gara langsung memakai pakaiannya dan langsung berlari ke parkiran karena ingin cepat sampai ke rumahnya.


_

__ADS_1


_


_


_


"Maafkan aku aku kira kau Putih kekasihku, wajah kalian benar-benar mirip." Ucap Saga, sementara Putih sedang berlindung di balik selimut.


"Antarkan aku pulang." Kata Putih dengan pelan.


"Tidak! kau harus menggantikan Putihku."


"Aku bukan Putihmu, kita tak saling mengenal."


"Tetaplah disini aku kau harus terus bersamaku."


"Tidak... aku ingin pulang aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan anakku." Putih kembali meneteskan air matanya.


"Kalau begitu kau harus menjadi Putihku dan aku akan tetap membiarkan anak itu hidup."


"Tuan aku sudah berkeluarga."


"Ceraikan dia dan menikahlah denganku."


"Tuan aku tahu kau sedang kecewa tapi tolong jangan libatkan aku, jika kau melepaskan ku aku berjanji akan membantu kau mencari Putih mu."


"Istirahatlah." Saga memunguti pakaiannya dan langsung keluar kamar meninggalkan Putih di dalam kamar sendirian sambil menangis.

__ADS_1


"Tuan Gara." Ucap Putih lirih tiba-tiba ia merindukan suaminya itu.


"Jika Putihku tidak dapat di temui lagi kau akan menjadi Putihku." Kata Saga berbicara di balik pintu kamar.


__ADS_2