
* * *
''Lihat Aku Adel......'' bentaknya.
''Mau Kamu apa Jingga?? Aku ingin di sini sendirian. Kamu pergi saja'' balasku menahan tangis.
Lalu kemudian Jingga membalikan badanku menghadap ke arahnya.
''Apa??'' tanya Ku.
''Kamu yang kenapa??'' bentaknya.
''Memangnya Aku kenapa???''
Tanpa menjawab pertanyaan Ku,Jingga langsung memeluk Ku kembali.
''Aku hanya takut Kamu salah paham Del.....'' tuturnya.
''Aku tidak ingin buat Kamu sedih. Aku hanya ingin menjelaskannya....''lanjutnya.
''Jelasin apa sih??'' tanyaku. Sambil mendorong tubuhnya menjauh dariku.
''Aku pikir Kamu salah paham sama kak Abel....'' tuturnya.
''Apa alasan Aku untuk salah paham sama Kamu Jingga???'' bentak Ku.
''Jadi,maksud Kamu!!! Kamu tidak merasakan apapun. Kamu baik-baik saja melihat Aku dengan wanita lain....?'' tanya Jingga.
''Iya..... Aku baik-baik saja.....'' jawabku menahan tangis.
''Jadi ini jawaban Kamu....?''
''Hah..!! Aku pikir Kamu mempunyai perasaan yang sama terhadap Ku. Ternyata Aku yang salah,terlalu banyak berharap sama Kamu....'' lanjutnya. Dengan nada yang menahan amarah.
Aku melihat jelas,matanya memerah seketika dan Aku tahu betul dia pasti kecewa dengan jawaban Ku.
Dia pun beranjak pergi meninggalkan Aku. Tubuhku langsung lemas dan tangis Ku pun langsung pecah seketika.
" Ya Tuhan. Rasanya sakit banget buat Aku. Aku ingin sekali jujur dengan perasaanku sama dia. Namun mungkin ini cara Ku untuk mendekatkannya dengan Abel. Meski Aku harus merelakan perasaan Ku sendiri...."
** Jingga POV **
Aku tidak menyangka,niat Ku untuk menjelaskan kejadian tadi malah berujung jawaban Adel terhadapku. Ternyata Aku salah paham terhadap Adel. Karena sebenarnya dia tidak punya perasaan yang sama terhadapku.
Jujur saja Aku kesal,,namun Aku juga harus menerima keputusan Adel. Ini terlalu cepat buat dia.Perasaan Aku saja yang berfikir dia mempunyai perasaan terhadap Ku.
Aku pun langsung meninggalkan dia sendirian di roof top. Aku tidak mengendalikan perasaanku sekarang. Dan memilih untuk pergi ke perpustakaan untuk menenangkan diri.
Sesampainya di perpustakaan Aku memilih duduk di pojokan dekat jendela,tempat dimana Aku dan Adel waktu itu duduk bersama. Aku pun langsung memejamkan mataku berusaha meredam amarahku.
** Adel POV **
Setelah Aku merasa lebih baik, Aku memutuskan untuk kembali ke kelas dan mengganti pakaian.
__ADS_1
''Adel......!'' seru Gita
''Kamu dari mana saja??? Wajah mu kok kusut gitu. Kamu kenapa Del.....'' lanjutnya.
''Enggak apa-apa kok,tadi Aku tertidur di perpustakaan. Jadi wajahku kusut begini.....'' jawabku berbohong.
''Oh iya Kita pikir,Kamu sama Jingga. Soalnya tadi dia juga balik duluan dari lapangan.....'' timpal Dewa.
''Jingga!! Enggak kok. Aku nggak bertemu dengan dia....'' Aku pun berbohong lagi.
''Terus dia kemana dong. Bentar lagi kan pergantian pelajaran.Masa iya dia bolos....'' ucap Raya.
Aku pun langsung duduk di kursi Ku. Tidak lama kemudian Jingga pun datang dengan wajah yang sedikit tenang. Aku berusaha melihat keadaanya,namun takut ketahuan dan buat dia salah paham.
* * *
Kring..... Kring.... Kring.....
Suara bel pulang pun berbunyi tanda pelajaran hari ini sudah berakhir. Aku pun langsung membereskan buku pelajaran Ku dan memasukannya ke dalam tas.
Ku lihat Jingga langsung pergi tanpa mengucap kan sepatah kata pun. Raut wajahnya begitu muram.
"Huft...... Jingga pasti masih marah sama Aku. Ya Aku tau Aku yang salah karena tidak berkata jujur dan mengecewakannya...."
" Eh..... Jingga kenapa????'' seru Raya. Membuyarkan lamunan Ku.
''Nggak tahu,, dari tadi juga selama jam pelajaran dia hanya diam saja. Seperti sedang memendam sesuatu....'' sambung Dewa.
''Kok malah nanya ke Aku. Dari tadi kan aku disini nggak kemana-mana....'' ucapku pura-pura tidak mengetahuinya.
''Kirain aja Kamu tahu....'' timpal Gita.
''Ya udah lah biarkan saja dulu. Mungkin dia belum mau cerita sama Kita. Ya udah ayo Kita pulang....'' ajak Dewa.
Sesampainya di rumah Aku langsung menuju kamar Ku. Dan menggantungkan tas Ku dekat meja belajar.
Aku merasa ada seseorang yang memperhatikan Ku, Aku pun langsung melihat ke arah yang Aku maksud. Benar saja Jingga tengah berdiri di balik jendela kamarnya,namun saat Aku melihatnya,dia langsung menutup gorden nya langsung.
Jujur saja Aku tidak tahan,dengan sikap dinginnya itu.Dia berubah dan Aku tidak suka.
* * *
Hari-hari Ku lewati dengan begitu berat. Jingga bersikap dingin tidak seperti biasanya. Bukan hanya Aku yang merasakan perubahan sikapnya tapi teman-teman Ku juga. Biasanya pas jam istirahat kami berlima pergi bareng namun Jingga selalu memilih pergi terlebih dulu dan entah di mana dia beristirahat.
Saat di kelas pun dia lebih banyak diam dan memilih untuk mendengarkan sesuatu di earphone nya.
'' Eh..... Jingga kenapa yah??? Aku merasa tidak nyaman sekarang sebangku dengan dia. Kalau Aku tanya dia baru menjawab,kalau tidak ya dia diam saja...'' ucap Dewa.
''Sama Aku juga merasa kan ada sesuatu yang aneh dengan sikap Jingga yang sekarang.....'' sambung Gita.
''Teman-teman......'' seru Alwi salah satu murid di kelas Ku.
''Kenapa Alwi??? Sepertinya Kamu habis menyaksikan sesuatu......'' ucap Dewa.
__ADS_1
''Itu Dewa!!!! Jingga.....'' tuturnya.
''Jingga kenapa???'' tanyaku panik.
''Dia berantem di kantin dengan kakak kelas....'' ucap Alwi.
Aku pun langsung berlari keluar kelas di Ikuti teman-teman Ku. Dan benar apa yang Alwi katakan,Jingga sedang berantem dengan kakak kelas. Wajahnya penuh dengan darah yang mengalir di pelipis mata dan bibirnya. Wajahnya penuh dengan banyak luka memar.
" Jingga..... Sudah hentikan....!'' teriak Dewa.
'' Jingga. Hentikan.....'' pinta Ku.
Aku dan teman-teman mencoba untuk menghentikannya. Namun Jingga tidak menggubrisnya, dia terus saja melawan kakak kelas itu padahal wajahnya sudah babak belur penuh luka.
Tanpa berpikir panjang Aku pun langsung memeluk Jingga.
''Udah Jingga...... Udah hentikan. Aku mohon....'' ucap Ku sambil menangis.
Dia pun langsung menghentikan perkelahiannya.Dan bersandar di bahuku,Aku merasakan tiap tetes darah yang mengalir di wajahnya mengenai seragamku.
''Kita ke UKS yah..... Aku obati lukamu....'' ucapku yang masih terisak.
Tanpa menjawab ajakan Ku, Jingga hanya mengangguk.
''Aku akan mengobati Jingga dulu,kalian ke kelas saja.Kalian ngerti kan???''
''Iya.......'' jawab teman-temanku bersamaan.
Aku pun memapah Jingga sampai UKS. Karena jam istirahat jadi di UKS tidak ada siapa-siapa hanya kami berdua.Aku pun langsung membiarkan dia duduk di meja tidur di ruangan UKS.
Aku pun mulai membersihkan dulu darah yang yang mengalir di wajahnya dengan kapas. Dia hanya diam tanpa sepatah kata pun.
''Apa yang Kamu lakukan Jingga?? Apa Kamu senang dengan keadaan Kamu sekarang??'' bentak Ku.
Namun dia tetap diam saja,,padahal Aku tahu dia pasti sedang menahan sakit atas luka di wajahnya.
''Jawab Jingga.....Kenapa Kamu diam saja?'' bentak Ku kembali.
''Apa peduli Kamu Adel.....'' ucapannya lemah.
Sontak saja.....Ucapan dia buat Aku langsung merasa bersalah terhadapnya.
''Kenapa sikap Kamu jadi berubah seperti ini???''
''Pergi saja dari sini. Biar Aku obati lukaku sendiri.....'' tuturnya.
''Aku nggak mau.....''
''Pergi Adel......Pergi....!''
''Enggak......'' jawabku kekeh.
''Kamu jangan sok peduli sama Aku......'' tuturnya.
__ADS_1