
***
"Baik pak,kalau begitu saya tunggu....." ucap Dewa dan langsung menutup teleponnya.
"Gimana.....?" tanya Ku.
"Bisa katanya,suruh nunggu.Dia langsung ke sini,untung saja sedang tidak ada pelanggan....." jelas Dewa.
"Nah,sambil menunggu tukang urutnya datang,kalian makan lah dulu cemilannya....." ucap Dewa.
"Eh ada Adel,Jingga sama Raya....." ucap ibunya Dewa yang baru saja datang.
"Ibu dari mana? Pantas saja tadi Dewa cariin nggak ada di rumah......" ucap Dewa melihat kedatangan ibunya.
" Ah itu,ibu dari rumahnya tante Niken di Blok G.Kebetulan di sana lagi ada acara arisan......" jelas ibunya Dewa.
"Barusan ibu pulang di anterin ibunya Jingga di depan....." lanjutnya.
"Oh gitu yah.Memangnya ayah ke mana?Kok nggak nganterin ibu....." tanya Dewa kembali.
"Biasa,dia lagi main badminton di Gor....." timpal beliau.
"Oh ya ampun,itu kaki kamu kenapa Jingga? Sepertinya lukanya cukup serius......" ucap ibu Dewa langsung melihat ke arah kakinya Jingga.
"Ah ini,tadi pas bertanding di sekolah tidak sengaja jatuh......" jelas Jingga.
"Ini tidak separah itu kok tante....." lanjut nya.
"Dewa,ayo cepat panggil tukang urut.Supaya bisa di benerin dan di lihat......" tutur ibu Dewa.
"Udah bu,tadi Dewa udah menelepon nya.Paling sebentar lagi sampai......" jelas Dewa.
"Syukur deh kalau udah mah......"
"Ya udah kalau begitu,tante permisi yah.Kalau kalian butuh apa-apa panggil tante saja....."
"Iya tante......." ucap Ku dan Raya bersamaan.
***
Tidak lama kemudian,tukang urutnya pun datang dengan mengendarai sepeda motor.
" Ini yang tadi nelepon saya kan....?" tuturnya.
"Iya benar pak......" jawab Dewa.
Beliau pun langsung menghampiri kami ber empat.
"Ini yang mau di urutnya....." ucap beliau melihat ke arah Jingga langsung.
"I-i-iya......"
"Coba sini saya lihat dulu lukanya seperti apa......"
"Kalau boleh tahu ini kenapa,bisa luka kayak gini....?" lanjut beliau.
"Ah itu tadi pak,waktu di sekolah saya tidak sengaja jatuh....." jelas Jingga.
Bapak tukang urut pun perlahan membuka perban yang menutup lukanya dan setelah itu di mulai perlahan merabanya.
__ADS_1
"Ah......" teriak Jingga seketika.
Saat bapak itu mulai menekan-nekan area lututnya.Jingga langsung memberikan respon kesakitannya.
"Ah......" teriak nya kembali.
"Ini cukup parah.Karena sepertinya,pas kamu jatuh kamu tidak langsung istirahat dan meluruskan lutut nya......" ucap beliau.
"Padahal saya hanya menekan dengan pelan,kamu langsung berteriak seperti itu....." lanjut beliau.
"Memangnya sesakit itu yah.....?" tanya Dewa.
"Bukan sakit lagi,bodoh......" Jingga langsung melotot ke arah Dewa.
Aku pun langsung dengan sigap memegangi tangannya.
"Kalau sakit pegang tangan Ku keras-keras......"
"Coba di luruskan,saya akan memulai memijatnya......" suruh beliau.
"Pelan-pelan ya pak......" ucap nya sambil meluruskan kakinya.
"Iya......."
Beliau pun mulai mengurut kaki Jingga secara perlahan,awalnya Jingga terlihat baik-baik saja.Sampai akhirnya bapak tukang urut pun menekan di tempat yang dekat dengan lukanya.
"Ah......Ah......Sakit......" ringis Jingga kesakitan.
"Tahan yah,ini pasti terasa sangat sakit.Karena di sini letak yang bermasalah nya...."
"Ah......" teriak nya kembali.
"Oh tuhan......." ringis nya.
***
Jingga pun terus mengencangkan pegangan nya sama Aku. Dia berusaha menahan rasa sakit yang luar biasa yang dia rasakan sekarang.
Sekitar 30 menit Jingga harus menahan rasa sakit di bagian lutut nya.Dan selama itu pula Dewa dan Raya melihat dengan menahan tawanya.
"Nah sudah selesai......" ucap bapak nya.
"Jangan dulu melakukan aktifitas voli dulu.Tunggu sampai kaki kamu normal kembali,kalau kamu memaksakannya nant yang ada malah tambah parah......" lanjutnya.
"Iya pak......" balas Jingga dengan keringat yang bercucuran di wajahnya.
"Nanti minta di kompres saja,menggunakan beras kencur.Supaya bisa meredakan nyeri dan bengkaknya......" lanjut bapaknya.
"Iya makasih ya pak,maaf sudah merepotkan......"
"Tidak apa-apa,itu sudah menjadi tugas saya....." balas bapak nya.
Setelah kepergian beliau,Aku langsung membersihkan luka nya dengan menggunakan kapas.
Aku berusaha untuk sangat hati-hati,supaya Jingga tidak merasakan perih saat Aku mengobati area lukanya.
"Ternyata kamu cengeng juga....." ucap Ku.
"Del,tadi itu benar-benar sakit....." bela nya.
__ADS_1
"Iya Aku tahu,kamu begitu kencang memegangi tangan Ku......" timpal Ku.
"Benarkan apa yang Aku katakan,kalau tidak apa-apa kamu nggak akan sakit.Tapi nyatanya kamu kesakitan tadi....." lanjut Ku.
"Iya....." ucap nya pasrah.
"Ah......Ah....." Dewa kembali memperaktekan teriakkan Jingga tadi.
"Nggak lucu Dewa,coba aja kamu yang ngalamin....."
"Kalau dia yang ngalamain,pasti bukan jerit lagi nangis....." timpal Raya.
"Nggak lah......" ucap Dewa berusaha menyangkalnya.
Setelah Jingga merasa baikkan,dia pun meminta Dewa untuk mengantarkan Aku dan dia pulang.Begitu pun dengan Raya,untung saja Aku mempunyai Dewa dan Raya yang selalu saling membantu saat salah satu dari kita dalam kesulitan.
***
Setelah mengantarkan Raya lebih dulu,karena jarak rumahnya yang paling dekat dari rumahnya Dewa.Kami pun langsung pulang menuju rumahnya Jingga.
"Aku ikut aja ke rumah kamu yah......" pinta Ku setelah hampir sampai.
"Tidak perlu Del.Lagian ini sudah malam,dari tadi kamu terus membersamai Aku.Tidak apa-apa kan ada Dewa ini yang bisa bantu Aku......" tutur nya.
"Kamu istirahat saja.Ibu kamu pasti nyariin kamu,karena jam segini belum sampai rumah...." lanjut nya.
"Yang di katakan Jingga itu ada benarnya juga Del.Tenang aja,Aku pasti bantuin dia kok...." timpal Dewa.
"Ya udah deh kalau gitu......" ucap Ku pasrah.
"Ya udah,Aku turun di dekat rumahnya Jingga saja....." lanjut Ku.
"Baiklah......"
***
Akhirnya kami pun sampai tepat di depan gerbang rumah nya Jingga.
"Kalau begitu,Aku duluan yah....."
"Oh iya,kamu ingatkan apa yang di katakan bapak urut tadi.....?"
"Apa.....?" tanya Jingga balik.
"Tuh kan baru saja sebentar,kamu udah lupa.Beliau kan bilang supaya luka kamu di balur beras kencur biar mengurangi pembengkakkan......" jelas Ku.
"Ah itu,iya Aku ingat sekarang....."
"Ya udah kalau gitu,sampai ketemu besok yah......"
"Dah......" lanjut Ku.
"Makasih ya untuk hari ini....." ucap nya.
"Iya sama-sama......." balas Ku.
Aku pun langsung turun dari mobilnya dan langsung berjalan menuju rumah Ku.Setelah sampai di dalam rumah,Aku di sambut dengan tatapan tajam dari kak Abel.
"Ah....." teriak Ku kaget melihat kak Abel yang tengah berdiri di ambang pintu kamar Ku.
__ADS_1
"Kakak bikin Aku kaget saja....." lanjut Ku.
"Kamu dari mana saja? Jam segini kok baru sampai rumah......?" tanya nya sambil menatap Ku.