
***
Setelah kepergian ibu,kami pun langsung bersiap untuk pergi.
"Adel,ambil.dulu jaket milik Ku buat kamu kenakan di jalan.Tidak mungkin kamu akan pergi dengan hanya menggunakan kaos polos seperti itu." perintah Jingga.
"Di mana?" tanya nya.
"Aku menyimpannya di lemari yang di gantung." jelas Jingga kembali.
Aku pun langsung masuk ke dalam rumahnya dan tidak berselang lama,Aku pun kembali dengan jaket milik Jingga yang Aku bawa dari kamarnya.
"Yuk," ajak Ku.
Akhirnya kami pun langsung masuk ke dalam mobil dan Dewa langsung menyalakan mobilnya.
Sebelum pergi,Dewa meminta untuk ke rumahnya terlebih dulu.
"Kita,ke rumah Aku dulu yah.Ada yang harus Aku ambil,terus Aku kan belum bilang sama ibu Ku kita mau berangkat jauh." jelas nya.
"Ya sudah," timpal Jingga.
Setelah beberapa menit,kami pun sampai di depan rumah Dewa,dia pun langsung turun dan masuk ke dalam.Sedangkan Aku dan Jingga menunggu nya di mobil saja.
*Tok.....Tok......Tok.....
Suara ketukan pintu mobil langsung buat Aku dan Jingga kaget.Ternyata di luar ada Gita yang tengaj berdiri memperhatikan mobil yang kami tumpangi.
"Ya ampun,dia buat Aku kaget saja." ucap Jingga sambil membuka kaca mobil.
"Git....!" lanjut Jingga.
"Aku pikir kamu sedang apa.Kalian mau ke mana?"tanya nya.
"Ah itu,kita mau pergi untuk menjenguk kakek Ku yang sakit.Kamu sendiri dari mana?" tanya nya balik.
"Itu,tadi Aku habis dari rumahnya Raya,"
"Memangnya Raya kenapa?" timpal Ku.
"Dia tidak kenapa-kenapa,hanya saja dia meminjam tas milik Ku.Katamya dia mau pergi gitu sama keluarganya ke Puncak." jelas Gita.
"Memang nya dia nggak kasih tahu kalian?" lanjut Gita.
"Nggak ada tuh," timpal Jingga.
"Mungkin dia lupa,tahu sendiri dia pelupa."
"Eh,Aku ikut yah,masa iya Aku di sini sendirian.Sedangkan kalian pada pergi," lanjut nya.
"Ya kan pergi juga bukan untuk berwisata,tapi untuk menjenguk orang yang sakit," timpal Jingga.
" Nggak apa-apa lah.Yang penting judulnya nggak sendirian" balas nya.
__ADS_1
"Ya udah kalau kamu mau ikut,tapi kamu minta ijin dulu sama orang tua kamu.Baru kamu boleh ikut sama kami," lanjut Jingga.
"Baiklah,kalau gitu Aku ke rumah dulu.Nanti,Aku tunggu di depan rumah Ku saja." Gita pun langsung berlari menuju rumah dia.
"Kayak yang mau pergi wisata aja ini mah," ucap Jingga melihat kepergian Gita.
"Bukan seperti itu konsep nya.Tapi ini bentuk kepedulian kami sama keluarg kamu.Kan kita berteman," balas Ku.
"Teman? Kita kan pacaran Del,"
"Maksud Aku,iya kita pacaran.Tapi teman yang lain nya." timpal Ku.
"Aku pikir kamu sudah lupa,kalau kita sekarang pacaran." balasnya.
Tidak lama kemudiam Dewa pun datang dengan membawa bebedapa kantong belanjaan.
"Maaf yah,harus menunggu lama.Maklum,ibu Ku terlalu banyak drama." ucapnya setelah masuk mobil.
"Itu kamu bawa apa? Banyak banget." tanya Jingga.
"Ah ini,ada beberapa makanan dan cemilan untuk bekal kita nanti di perjalanan.Ibu Ku memaksa untuk menyuruh Ku membawa semua ini.Tapi ya udahlah ya,lumayan juga supaya kita tidak banyak berhenti karena kelaparan." jelasnya.
"Let's go.....!" serunya.Dewa pun langsung melajukan mobil nya.
"Eh bentar deh.Itu si Gita,lagi ngapain sendirian di depan rumahnya.Kayak anak ayam yang kehilangan induknya." ucap Dewa melihat ke arah Gita.
"Dia kam mau ikut sama kita Dew," timpal Ku.
"Hah? Dia juga mau ikut.Ya ampun,benar-benar yah.Ini mah,judulnya bukan menjenguk orang yang sakit lagi." ucap Dewa.
Gita pun langsung melihat ke arah mobil dan langsung berlari.
"Lama banget," ucapnya setelah masuk mobil.
"Kayak nggak tahu aja,harus banyak persiapan sebelum kita melakukan perjalanan yang cukup jauh." timpal Dewa.
***
** Jingga POV*
Sepanjang perjalanan,Dewa asik dengan musik yang dia putar.Sedangkan Aku sibuk membalas pesan dari ibu Ku sambil sesekali menyandarkan kepala Ku untuk tidur.Adel dan Gita,mereka lebih duluan tepar dan tidur dengan nyenyaknya.
"Oh iya,kamu udah tahu kan lokasi dimana kakek kamu di rawat?" tanya Dewa.
"Udah,ini baru saja ibu Ku mengirimkan alamat nya." balas Ku.
"Kamu tahu lokasinya di mana?"
"Tahu lah,"
"Berarti,rumah kamu yang dulu itu di biarkan kosong gitu aja dong," lanjut Dewa.
"Nggak juga.Kan terkadang saudara dari ayah Ku berkunjung ke rumah kakek.Dan mereka istirahat di rumah Ku."
__ADS_1
"Kebetulan juga ada yang mengurusnya,jadi rumah Ku masih terawat dengan baik." lanjut Ku.
"Lalu,kenapa nggak di jual aja sih? Kan sekarang kamu udah tinggal di tempat yang sekarang."
"Kayaknya nggak bakalan deh,soalnya itu rumah pemberian dari kakek.Teruskan kalau ada libur panjang atau hari raya,kami sekeluarga pulang ke rumah kami itu." jelas Ku.
"Oh,"
"Sepertinya 40 menitan lagi kita sampai di rumah sakit nya."
***
Tidak lama kemudian kami berempat pun hampir sampai,Aku pun langsung membangunkan Adel dan Gita yang masih tertidur pulas.
"Del,ayo bangun.Kita sebentar lagi sampai," ucap Ku sambil menepuk-nepuk tangan nya.
Adel pun langsung tersadar dan langsung bangun.Setelah itu di susul oleh Gita yang terbangun juga.
"Kita udah sampai yah?" tanya Gita sambil mengucek matanya.
"Bentar lagi,itu rumah sakitnya sudah terlihat." tunjuk Ku.
"Berapa jam sih Kita tadi? Aku sampai tidur pulas banget."
"Nggak tahu juga,mungkin sekitar 3 jam," timpal Dewa.
"Pantas saja," timpal nya.
Kami pun sudah sampai di area rumah sakitnya.Dewa pun langsung mencari tempat untuk memarkirkan mobil nya.
Setelah itu,kami langsung turun dan langsung menuju lantai 4 di mana kakek di rawat.Kami menaiki lift ubtuk menuju lantai 4 berdesakan dengan pengunjung yang lain nya.
"Kamar nomor berapa katanya?" tanya Gita setelah keluar dari lift nya.
"402," timpal Ku.
Kami pun langsung mencari nomor kamar yang di maksud.
"Eh bukan nya itu ayah kamu?" tinjuk Dewa.
Aku langsung melihat ke arah yang di tunjuk oleh Dewa.Ternyata ayah tengah mengobrol dengan om Bono,teman ayah saat kami masih tinggal di kota ini.
"Ah benar itu ayah Ku," Aku pun langsung menghampiri nya.Meski pun dalam keadaan kaki yang belum sembuh total.
"Ayah.....!" seru Ku.
"Eh,Jingga.Kamu sudah sampai ternyata." ucap ayah setelah menyadari kedatangan Ku.
"Kalian ikut juga ternyata," lanjut ayah.
"Ibu mana?" tanya Ku.
"Di dalam.Kebetulan di dalam ada juga tante Fera sama Kinan,sedang menjenguk kakek." jelas ayah.
__ADS_1
"Kinan?" ucap Ku terkejut.