JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episode 72


__ADS_3

***


Aku pun mengencangkan pegangan Ku sama Adel menahan rasa sakit yang luar biasa.


Sekitar 30 menit Aku menahan rasa sakit di bagian lutut Ku.Dan selama itu pula Dewa dan Raya melihat dengan menahan tawanya.


"Nah sudah selesai......" ucap bapak nya.


"Jangan dulu melakukan aktifitas voli dulu.Tunggu sampai kaki kamu normal kembali,kalau kamu memaksakannya nant yang ada malah tambah parah......" lanjutnya.


"Iya pak......"


"Nanti minta di kompres saja,menggunakan beras kencur.Supaya bisa meredakan nyeri dan bengkaknya......"


"Iya makasih ya pak,maaf sudah merepotkan......"


"Tidak apa-apa,itu sudah menjadi tugas saya....."


Tidak lupa Aku meminta Dewa untuk memberikan bayaran buat bapak itu.Dia pun langsung berpamitan sama kami semua.


Setelah kepergian beliau,Adel langsung membersihkan luka Ku dengan menggunakan kapas.


Dia sangat hati-hati,supaya Aku tidak merasakan perih.


"Ternyata kamu cengeng juga....." ucap Adel.


"Del,tadi itu benar-benar sakit....." bela Ku.


"Iya Aku tahu,kamu begitu kencang memegangi tangan Ku......"


"Benarkan apa yang Aku katakan,kalau tidak apa-apa kamu nggak akan sakit.Tapi nyatanya kamu kesakitan tadi....." tutur Adel.


"Iya....." ucap Ku pasrah.


"Ah......Ah....." Dewa kembali memperaktekan teriakkan Ku tadi.


"Nggak lucu Dewa,coba aja kamu yang ngalamin....."


"Kalau dia yang ngalamain,pasti bukan jerit lagi nangis....." timpal Raya.


"Nggak lah......" ucap Dewa berusaha menyangkalnya.


Setelah Aku merasa baikkan,Aku pun meminta Dewa untuk mengantarkan Aku dan Adel pulang.Begitu pun dengan Raya,untung saja Aku mempunyai Adel dan teman-teman Ku yang selalu membantu Ku saat Aku dalam kesulitan.


***


**Adel POV*


Jingga pun akhirnya mengalah setelah Aku mencoba untuk membentaknya,karena dia sempat ngeyel.Dia pun akhirnya duduk di belakang bersama Aku dan Gita.


"Hampir saja,tadi jantung Ku copot....." tutur Raya.


"Lah kenpa,kok bisa gitu....?" tanya Gita.

__ADS_1


"Ya kan tadi,sempat sekolah kita poin nya tertinggal.Apalagi saat melihat Jingga terjatuh......."


"Aku merasa tidak punya harapan untuk menang....." lanjut Raya.


"Tapi,pada akhirnya sekolah kita kan yang keluar sebagai juara......" timpal Gita.


"Iya......"


"Makasih ya Jingga.Karena kamu,sudah berusaha sampai akhir.Padahal kondisi kaki mu tidak baik-baik saja.Pasti sedari tadi kamu menahannya,supaya tidak membuat kami khawatir......" lanjut Raya.


"Ya ampun Raya.Kamu sudah memborong semua kata-kata yang ingin Aku katakan sama Jingga dari tadi....." bisik Ku dalam hati.


"Iya makasih......"


"Makanya Aku berusaha keras untuk menahannya dan berjuang sampai akhir.Aku tidak mungkin mengecewakan kalian dan teman-teman yang lain yang sudah mendukung kami.Kalian sampai rela berdiri di tengah teriknya matahari,untuk terus memberikan semangat pada kami semua....." lanjut Jingga.


"Sudah seharusnya seperti itu......" timpal Dewa.


Akhirnya kami pun langsung pulang dan di perjalanan Adel meminta Dewa untuk mampir di salah satu Apotik.


"Dew,nanti di depan sana ada Apotik yang cukup besar,kamu menepi dulu sebentar yah.Aku mau beli obat dulu untuk mengobati lukanya Jingga......"


"Iya siap......"


Setelah sampai di depan Apotiknya,Aku langsung turun dan langsung masuk ke dalam untuk membeli apa saja yang Aku butuhkan.


Aku menunggu sekitar 10 menitan,sampai akhirnya pesanannya pun sudah komplit.Setelah itu Aku langsung kembali kedalam mobil.


***


"Loh kenapa...?" tanya Dewa.


"Udahlah.Aku tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini...." balas Jingga.


"Ya sudah,kalau begitu Aku juga ikut ke rumahnya Dewa juga.Biarkan Aku mengobati luka mu di sana......" timpal Ku.


"Aku juga....." tutur Raya.


"Maaf yah,Aku nggak bisa ikut.Aku harus langsung pulang,soalnya tadi ibu Ku WA minta Aku untuk segera pulang....." jelas Gita.


"Ya udah nggaka apa-apa Git......" timpal Ku.


***


Setelah menurunkan Gita tepat di depan rumah nya,kami pun langsung meluncur menuju tempatnya Dewa.


"Ya udah yuk masuk......" ajak Dewa setelah memarkirkan mobil nya.


Aku pun langsung turun dan membantu Jingga untuk turun dari mobil dan memapahnya menuju gajebo.


"Hati-hati......" ucap Ku pelan.


Setelah itu,kami duduk di gajebo dekat kolam ikan yang ada di depan rumah Dewa.

__ADS_1


"Kalian benar nggak mau di sini aja? Kita masuk aja ke dalam......" ucap Dewa.


"Nggak ah.Enakkan di sini,Aku bisa lihat ikan peliharaan kamu...." timpal Raya.


"Iya kita di sini aja Dew,nggak apa-apa kok....." sambung Ku.


"Ya udah,kalau gitu Aku masuk dulu yah.Aku mau ambil minuman dan cemilan buat kalian...." dia pun langsung masuk ke dalam rumahnya.


Aku melihat Jingga tengah mencoba untuk meluruskan kaki nya yang terlihat kaku.Aku bisa melihat dia tengah menahan rasa sakitnya,karena raut wajahnya sangat jelas menggambarkan itu semua.


"Bentar deh,bukan kah sebaiknya kamu di urut saja......" ucap Raya.


"Nggak ah enggak......." Jingga langsung menolaknya mentah-mentah.


"Nih dengerin yah Jingga,luka kamu kayak gini tuh nggak cukup di obati aja,tapi harus di urut juga.Takutnya ada urat kamu yang geser atau apalah itu......" jelas Raya.


"Iya bener kata Raya.Aku setuju....." sahut Ku,langsung setuju dengan apa yang di katakan Raya.


"Del,yang benar saja......" Jingga langsung menatap Ku.


"Kamu tahu kan,rasanya di urut itu seperti apa,sakit......" lanjut nya.


"Ya kan sakit,karena memang ada yang bermasalah......" timpal Ku.


"Kamu mau yah,supaya kamu cepat pulih juga....." bujuk Ku.


"Mau apa sih....?" tanya Dewa yang baru saja keluar dari dalam rumahnya sambil membawa nampan berisikan makanan dan minuman.


Dewa pun langsung menyimpannya di atas meja yang ada di tengah gajebo.


"Nih,ayo di makan......" lanjut nya.


"Ini,tadi Aku ngusulin sama Jingga,supaya dia mau di urut.Kan luka jatuh kayak gitu nggak cukup di obatin aja,kan harus di urut juga....." jelas Raya.


"Oh gitu.Emangnya kamu mau....?" tanya Dewa.


Aku melihat Jingga sempat menggelengkan kepala nya pada Dewa.Aku tahu betul dia berusaha memberikan tanda penolakan.


Dewa hanya tersenyum melihat ekspresi wajah Jingga yang sudah ketakutan duluan.


"Kamu tahu nggak nomor tukang urutnya? Setahu Aku ada deh yang biasa ngurut ke sini....." tutur Ku.


"Bentar perasaan ada.Soalnya waktu itu sempat ayah Ku di urut pas keseleo....." jelas Dewa.


"Coba Dew,di hubungi.Minta dia ke sini......" pinta Ku.


Dewa pun langsung menatap Jingga kembali dan Jingga sendiri langsung menolaknya dengan menggelengkan kepalanya.


"Udah,tunggu apa lagi.Kamu malah lihat-lihatan sama Jingga......" ucap Ku bersikeras.


"Ini juga buat kesembuhan dan kebaikan Jingga juga.Kamu tidak lihat,dari tadi luka nya malah makin bengkak....." lanjut Ku.


"Iya ih,lihat deh lututnya Jingga sampai ke biruan kayak gitu......" timpal Raya.

__ADS_1


Dengan desakkan dari Aku,akhirnya Dewa pun langsung menelepon tukang urutnya.


__ADS_2