
***
**Adel POV*
"Adel,kok kamu malah diam saja sih? Kakak nanya sama kamu ini," ucap kak Abel menyadarkan lamunan Ku.
"Ah itu,tadi Adel habus bantu Jingga kak,"
" Jingga? Memangnya dia kenapa?" tanya kak Abel.
"Tadi di sekolah saat dia tengah bertanding voli,Jingga sempat terjatuh dan menyebabkan kakinya terluka cukup parah." jelas Ku.
" Terus,keadaan dia sekarang bagai mana?"
"Sudah agak membaik,setelah tadi di obati sama di urut di rumahnya Dewa."
" Syukurlah kalau udah di obati."
"Kakak hanya khawatir,karena kamu pulang telat hari ini.Tadi,juga ibu sempat nunghuin kmau karena belum pulang," lanjut kak Abel.
"Terus,sekarang ibu di mana?"
"Ibu sudah istirahat sama ayah.Kakak memintanya untuk istirahat lebih dulu dan kakak yang menunggu kamu," jelasnya.
"Maaf ya kak,udah buat kakak khawatir.Aku juga lupa tidak menghubungi kakak.Soalnya semalam Aku lupa tidak mencharger HP nya.Jadi tadi siang batrei HP nya keburu habis." jelas Ku.
"Ya udah,yang terpenting sekarang kamu sudah pulang."
"Sekarang kamu mandi dan langsung makan yah.Kakak mau ke kamar,ada yang harus kakak kerjakan." lanjutnya.
"Iya kak......."
"Nanti kalau kamu mau di temenin makan sama kakak,panggil kakak aja langsung,"
"Iya,kalau begitu Adel mandi dulu."
Aku pun langsung masuk ke dalam kamar dan bersiap untuk mandi.
***
Setelah selesai mandi dan berganti pakain dengan piyama.Aku langsung menuju ruang makan untuk makan malam yang sudah terbilang telat.
Aku pun langsung makan dan memilih untuk tidak meminta kak Abel untuk menemani Aku.Karena dia juga pasti sedang sibuk mengerjakan sesuatu.
Tidak butuh waktu lama untuk Aku makan.Setelah itu Aku langsung masuk kamar kembali dan menggosok gigi terlebih dahulu sebelum tidur.
***
Pagi harinya,Aku terbangun karena mendengar kegaduhan di luar kamar.Aku pun langsung beranjak dari tidur Ku dan melihat apa yang terjadi di luar sana.
Ternyata kegaduhan itu,di timbulkan oleh kak Abel dan ayah yang akan betangkat untuk kuliah.
Setelah kak Abel dan ayah berangkat Aku langsung menghampiri ibu dan duduk di kursi makan.
"Pagi bu.....!"
"Eh anak ibu udah bangun," ucap ibu langsung berbalim melihat ke arah Ku.
"Oh iya,semalam Adel pulang jam berapa nak?" lanjut ibu.
"Sekitar jam 8 kalau nggak salah....."
__ADS_1
"Memangnya Adel habis dari mana? Kok tumben pulangnya telat kemarin,"
"Adel habis bantuin Jingga bu.Kaki dia terluka saat melakukan pertandingan di sekolah.Selepas pulang dari sekolah,Adel langsung ke rumahnya Dewa untuk mengobati lukanya Jingga." jelas Ku.
"Kok di rumah nya Dewa? Kenapa nggak di rumahnya Jingga saja,"
"Katanya dia nggak mau buat tante Sofia khawatir lihat keadaan dia."
"Memangnya parah banget yah lukanya?" ucap ibu sambil menaruh satu piring nasi goreng untuk Ku.
" Ya cukup parah sih.Tapi,untungnya semalam dia udah di urut juga."
"Syukurlah kalau udah di urut dan di obatin.Ibu paham betul dengan pilihan Jingga,dia pasti tidak ingin membuat tante Sofia khawatir."
"Iya bu....."
"Ya udah kalau gitu,ayo di makan sarapannya," lanjut ibu.
Ibu pun lanjut untuk melanjutkan aktifitasnya yang sedang mencuci baju di belakang rumah.
Aku pun langsung menghabiskan makanan yang telah di siapkan ibu.Dan setelah itu,Aku langsung masuk ke kamar untuk mandi.
***
Untung saja hari ini,sekolah Ku libur.Karena habis mengadakan turnamen.Setelah mengganti pakain,Aku langsung keluar untuk menghampiri ibu di belakang rumah.
Aku mau meminta izin untuk pergi ke rumah Jingga.
"Bu.....!" seru Ku.
"Iya nak," balas ibu yang tengah menjemur pakaian.
"Kenapa Del?" tanya ibu melihat Aku yang datang-datang sudah langsung tersenyum.
"Kenapa? Pasti kamu ada mau nya,datang-datang sudah senyum-senyum kayak gitu."
"Jadi gini bu.Adel mau,"
"Adel.....!" seruan seseorang yang tidak asing menghentikan omongan Ku.
"Ih siapa sih?" gumam Ku sambil melihat orang yang barusan memanggil Ku.
"Siapa nak?" tanya ibu.
"Aku juga nggak tahu bu,siapa yah,"
"Adel.....!"
"Di sini," teriaknya kembali.
"Itu Del,di jendela." tunjuk ibu ke arah kamar Jingga.
"Dewa....?"
"Ya ampun Aku pikir siapa,pantas saja Aku merasa tidak asing dengan suaranya," lanjut Ku.
Dewa terlihat,langsung membuka jendela kamarnya.
"Sana samperin,takutnya Dewa mau ngomong sesuatu." suruh ibu.
Aku pun langsung menghampiri Dewa yang sudah menunggu Ku.
__ADS_1
"Dewa? Kok kamu bisa di sini sih?"
"Iya soalnya semalam Aku menginap di sini." balas nya.
"Pantas saja,kamu pagi-pagi kamu sudah di sini." timpal Ku.
"Oh iya,Jingganya mana?" tanya Ku karena tidak melihat keberadaan Jingga dari tadi.
"Ah itu,dia lagi mandi di bantuin tante Sofia,"
"Aku iseng aja,lihat ke arah sini.Eh ternyata Aku lihat kamu,"
"Hem......"
"Oh iya,semalam kamu di marahin nggak? Kan semalam kamu pulang terlambat,"
"Nggak di marahin sih.Cuma sempat di tanya-tanya gitu sama kak Abel." jelas Ku.
"Sudah Ku duga," timpal nya.
"Ya udah kalau gitu,nanti Aku main ke rumah nya Jingga.Tapi,Aku mau balik dulu ke rumah."
"Oh ya udah.Nanti Aku kasih tahu Jingga juga."
"Oke,"
Aku pun langsung kembali ke dalam rumah,karena ternyata ibu sudah selesai menjemur pakaian nya.
"Kenapa katanya Del?" tanya ibu tengah duduk di ruang tengah sambil nonton TV.
"Nggak ada,"
"Oh iya bu,Adel boleh kan main ke rumah Jingga,"
"Loh,memangnya kamu tidak berangkat sekolah?" tanya ibu.
"Nggak,"
"Kan hari ini sekolah libur sampai besok." lanjut Ku.
" Oh gitu,pantas saja kamu masih santai padahal ini udah agak siang."
"Oh iya,bentar deh.Sebelum kamu pergi,ada yang ingin ibu tanyakan sama Adel,"
"Tanya apa bu?" ucap Ku sambil duduk di sambing ibu.
"Jadi gini,sore kemarin itu ibu tidak sengaja ketemu sama tante Sofia waktu acara arisan di rumahnya tante Niken," jelas ibu.
"Iya,terus kenapa memang nya bu?" tanya Ku penasaran.
"Apa jangan-jangan ibu sudah tahu hubungan antara Aku dan Jingga dari tante Sofia.Setahu Ku,dia pernah cerita kalau dia sudah memberi tahu ibunya tentang hubungan kami." bisik Ku dalam hati.
"Kamu sekarang sedang pacaran yah,sama Jingga?" tanya ibu langsung.
"Tuh kan,benar dugaan Ku." bisik Ku kembali dalam hati.
"Itu......"
"Nggak apa-apa cerita saja sama ibu,"
"Lagian ibu tidak akan melarang hubungan kamu sama Jingga.Yang terpenting buat ibu,kamu pacarannya pacaran yang sehat tidak melakukan hal-hal yang nggak baik."
__ADS_1
"Kamu mengertikan maksud ibu?" lanjut ibu sambil memegangi tangan Ku.