JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episode 56


__ADS_3

***


Adel hanya bisa pasrah,saat Aku menariknya dan hanya bisa mengikuti langkah Ku dari belakang.


Setibanya di parkiran sekolah,Aku langsung menyuruh nya untuk langsung naik ke atas motor.Sekarang keadaan Ku sangat tidak baik-baik saja.Mungkin Adel juga bisa melihat jelas,raut wajah Ku yang terlihat begitu marah.


Sepanjang perjalanan tidak ada satu kata pun yang ke luar dari Ku.Aku pun tidak berani untuk memulainya,dan memilih untuk diam saja.Begitu pun dengan Adel,dia mungkin saja takut untuk memulai pembicaraan karena melihat keadaan Ku sekarang.


Sampai Akhirnya kami berdua sampai di suatu tempat yang cukup sepi.Aku sengaja membawanya ke hutan kota.Karena di sama tempatnya tidak begitu ramai,hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang di sekitar kami.


Adel pun langsung turun,setelah Aku memarkirkan motor.Aku pun langaung berjalan untuk mencari tempat yang nyaman buat Aku dan Adek mengobrol.Adel hanya bisa pasrah dan kembali mengikuti Ku dari belakang.


Setelah tiba di tempat yang Aku maksudkan,Aku langsung memulai pembicaraan.


"Sekarang,ayo ceritakan sama Aku....."ucap Ku tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Maksud kamu.....?"tanya Adel.


"Adel,kenapa kamu malah balik bertanya pada Ku....?"nada Ku sedikit meninggi.


"I-i-tu...."


"Siapa Refan....?"sontak saja Aku langsung menanyakan prihal laki-laki itu padanya.


"Jawab Del,kamu ingin Aku menunggu sampai kapan....?"bentak Ku kembali.


"Aku juga tidak ingat Jingga....."ucap nya pelan.


"Aku tidak sepenuhnya ingat tentang dia.Hanya saja orang di sekitar Ku bilang dulu dia pernah dekat dengan Ku saat masih SMP...."jelasnya kembali.


"Lagian,kalau pun iya dia pernah dekat dengan Ku.Dia sudah menjadi masa lalu Ku,dan Aku juga tidak ingin membahas dia.Buat apa? Sekarang antara Aku dengan dia tidak ada hububgan apa-apa lagi....."lanjutnya.


"Terus,kenapa dia seolah sangat senang saat bertemu dengan kamu kembali....?"


"Ya Aku bilang Aku tidak tahu....."ucapnya sambil berusaha menahan tangis di matanya.


Aku pun langsung memeluknya dengan erat dan mengelus rambut Ku pelan.Aku juga merasa bersalah karena sudah membentaknya dan membuat Adel ketakutan.


"Maafkan Aku Del....."ucap Ku pelan.


"Aku tidak bermaksud untuk bersikap kasar padamu sekarang.Aku cemburu...."lanjut Ku.


"Aku tahu,kamu begitu jelas memperlihatkannya sekarang....."balasnya.


Setelah itu Aku pun perlahan melepaskan pelukannya dan langsung memegang tangan nya sekarang.


"Jadi,hubungan kita ke depannya kamu mau seperti apa.....?"ucap Ku sambil menatap kedua matanya.


"Maksud kamu...?"Adel terlihat kaget.


"Kita tidak mungkin seperti ini terus.Aku tidak tahan,saat harus melihat kamu di dekati oleh laki-laki lain.Aku ingin hubungan kita terlihat lebih jelas dan tidak lagi memendamnya....."ucap Ku sambil tetap memegang tangannya.

__ADS_1


"Aku ingin kamu jadi pacar Ku.Jadi,apakah kamu bersedia....?"tiba-tiba ucapan itu pun keluar dari mulut Ku.


Aku pun tidak tahu,dari mana Aku mendapatkan keberanian untuk langsung menyatakan perasaan Ku sekarang.Ini di luar kendali Ku,awalnya Aku berencana untuk mengajaknya ber pacaraan dengan Ku dengan mengajaknya makan malam romantis atau pergi ke suatu tempat yang dia sukai.Tapi,memang mungkin sekarang udah saatnya untuk Aku memintanya,memperjelas hubungan kami.


"Jingga....."ucap nya pelan.


"Aku tidak ingin kamu di ambil sama orang lain.Aku ingin laki-laki di luaran sana itu,tahu tentang perasaan dan hubungan kita...."timpal Ku.


"Baiklah......"balas Adel sambil menatap Ku seksama.


Dan kami pun akhirnya saling melemparkan senyuman satu sama lain.


"Akhirnya,setelah sekian lama.kamu pun menerima perasaan Ku.Aku sangat senang sekarang....."ucap Ku sambil terus memandanginya.


"Maaf yah,Aku harus membuat kamu menunggu lama..."balasnya.


"Tidak apa-apa....."


"Bagaimana kalau kita,langsung pulang saja....."ajak Ku.


"Oh iya.Tas kamu bagaimana...?"


"Paling nanti Dewa yang bantu untuk membawanya....."timpal Ku.


"Ya sudah......" Akhirnya kami pun berdua langsung pulang.


***


"Jingga,bukan kah itu Gita,Raya sama Dewa.....?"tunjuk Adel.


"Iya benar,haruskah kita berhenti untuk menyapa mereka...?"


"Iya lah.Kan tas kamu ada sama Dewa....."


Akhirnya Aku pun langsung memarkirkan motornya tepat di depan mereka.


"Ya.......!"seru Dewa.


"Apa Dewa....?"tanya Ku santai.


"Aduh,hebat yah.Kalian malah asik jalan berdua.Di hubungin,nggak ada satu pun yang menerima panggilan dari kami....."tutur Dewa.


"Kan HP nya ada di dalam tas yang kamu bawa Dew....."timpal Ku.


"Iya deh,Aku minta maaf yah.Soalnya tadi Aku buru-buru....."lanjut Ku.


"Memangnya kalian habis dari mana..?"tanya Raya.


"Nggak dari mana-mana,hanya dari taman kota saja......"balas Ku.


"Kami semua khawatir tahu,takut kalian kenapa-kenapa.Ya udahlah,karena kalian udah di sini,Aku sekarang lega...."ucap Gita.

__ADS_1


"Mau es krim nggak....?"lanjutnya.


"Kamu mau ngga....?"tanya Ku sambil melihat Adel.


"Bentar deh,kayaknya ada yang aneh sama kalian berdua....."tutur Gita.


"Aneh? Maksud kamu apa sih....?"tanya Ku balik.


"Iya benar.Aku merasa ada sesuatu gitu...."timpal Raya.


Aku dan Adel hanya bisa tersenyum malu di hadapan teman-teman Ku sekarang.


"Udahlah,ayo kita pulang saja...."ajak Ku.


"Terus ini es krimnya bagaimana....?"tanya Raya.


"Ya ampun,lagian itu es krim pasti udah mencair juga kali....."


"Ya udah kalau nggak mau mah.Buat Aku aja....."balasnya langsung menarik kembali es krimnya.


"Jingga,sepertinya Aku mau turun di sini saja.Aku mau pulang bareng sama Gita dan Raya saja......"ucap Adel.


"Nggak apa-apa sama Aku aja.Lagian nanggung juga kan,sebentar lagi ini udah sampai....."


"Nggak ah......"


"Ya udah,kalau itu mau kamu....."Aku hanya bisa mengalah.


"Kalau begitu,biar Aku saja yang ikut sama Jingga....."ucap Dewa sambil beranjak dari duduknya.


"Ya udah ayo....."ajak Ku.


"Sampai ketemu nanti yah....."ucap Ku sambil tersenyum ke arah Adel.


Adel pun langsung membalas dengan senyuman dan sambil melambaikan tangannya.


Setelah berpamitan sama Adel dan teman yan lain,Aku dan Dewa pun meneruskan perjalanan kami yang terbilang dekat.


"Kamu yakin nggak mau cerita....."ucap Dewa tiba-tiba.


"Cerita apa sih,Dewa....."


"Kamu pikir,Aku tidak tahu yah.Kalian udah jadian kan....?"


Aku pun langsung menghentikan motor Ku dan langsung melihat ke arah Dewa.


"Bagaimana kamu tahu....?"tanya Ku balik.


"Itu sangat terlihat jelas,apakah kamu tidak menyadarinya....?


"Nggak....."balas Ku heran.

__ADS_1


"Ya ampun yang benar saja......"ucap Dewa sambil menggelengkan kepalanya.


__ADS_2