
* * *
" Adel.....'' seru bunda.
''Iya....''
''Kok Kamu malah diam saja. Oh iya, bunda boleh minta tolong sama Adel...'' pinta bunda.
''Minta tolong apa bunda??'' tanya Ku.
''Anterin ini makanan buat Jingga. Bisa kan??
''Sama bunda aja,kalau enggak sama Abel...'' tutur Ku.
''Kakakmu belum pulang,,dia kan udah kelas XII jadi ada pelajaran tambahan. Masih lama juga pulangnya,bunda juga mau nyiapin makan buat ayah. Sebentar lagi ayahmu pulang Del. Bisa kan..?'' bujuk bunda.
'' Ya udah. Kebetulan juga Adel mau balikin tasnya Jingga. Tadi ketinggalan di kelas....''
''Nah bagus dong. Ya sudah bunda simpan di atas meja yah. Nanti Adel bawa.....''
Aku pun langsung mengambil tas Jingga di kamarku.
''Bunda makanannya Adel ambil yah....'' seru Ku.
'' Iya Adel......'' seru bunda yang tengah sibuk masak.
Aku pun langsung menuju rumahnya Jingga,terlihat sepi sekali.
''Permisi......''
''Permisi.....''
''Sepertinya tidak ada orang,,tapi kata bunda ini makanan buat Jingga.Oh ya ampun Aku lupa kan ada bel di rumahnya Jingga.....'' bisik Ku.
Aku pun langsung memencet bel nya.Tidak lama kemudian ada seseorang yang membukakan pintu.
''Ada apa???'' tanya Jingga.
Dia terlihat tidak baik-baik saja,tampak pucat dengan luka memar di wajahnya.
''Ada apa Adel??? Kamu kok diam saja...?'' tanyanya.
''Ini bunda titipin makanan buat Kamu,dan ini tas Kamu,tadi ke tinggalan di kelas....'' jelas Ku.
''Masuk......'' ucapnya.
Aku pun langsung masuk ke dalam rumahnya,ternyata benar Jingga hanya sendirian. Rumahnya terlihat sepi dan cukup berantakan karena banyak tisu yang berserakan. Aku melihat tisunya ada bercak darah masih baru.
"Ya ampun Jingga......" bisik Ku dalam hati.
''Kamu bisa menyimpannya di atas meja....'' ucapnya. Yang tengah duduk di kursi dekat meja.
Aku pun langsung meletakan makanannya di atas meja,sesuai perintahnya. Aku pun berniat untuk memindahkan makanannya ke tempat makan yang ada di rumahnya.
''Kamu sedang apa???'' tanya nya.
''Aku sedang memindahkan makanannya ke piring,supaya Kamu gampang....'' jelas Ku.
Aku pun memerhatikan Jingga yang tengah membersihkan lukanya. Hatiku langsung merasa sakit melihat dia terluka seperti itu.
Dia tidak seperti Jingga yang Ku kenal,dia tampak kusam,pucat dan berantakan. Tak terasa air mataku telah memenuhi kelopak mataku.
__ADS_1
Tiba-tiba Jingga memelukku dari belakang.
''Adel....''bisik nya.
''Hem.....''
''Aku rindu sam Kamu.Bisakah Aku memelukmu seperti ini sebentar saja..'' lanjutnya.
Aku hanya bisa mengangguk tanda mengiyakan pintanya.Dia menyandarkan kepalanya di bahuku.
''Adel......'' serunya pelan.
''Hem....''
''Aku sayang sama Kamu.....'' bisik nya kembali.
Aku pun melepaskan pelukan Jingga.
''Biar Aku obati dulu lukamu,yah....!!
Jingga hanya mengangguk dan duduk di kursi. Aku pun langsung mencari kotak obat di rumahnya,setelah menemukannya Aku langsung mengobati lukanya.
''Kalau sakit bilang saja.....'' tutur Ku.
Namun Jingga hanya diam saja menatap Ku.
''Kamu kenapa jadi seperti ini Jingga?? Aku tidak tahan melihatnya.....''
''Aku sedang berusaha untuk move on dari Kamu. Tapi itu sulit.....'' ucapnya pelan.
Aku hanya terdiam dengan ucapan Jingga.
'' Menurut Ku cara terbaik buat move on itu adalah berusaha menerima perasaan,menerima kenyataan dimana Kita bisa lebih dewasa bahwa Kita sadar,Kita sudah tidak bersama lagi. Kalau Kamu berusaha untuk berhenti mencintaiku,aku pikir itu akan gagal.....'' jelas Ku.
'' Sebaiknya Kamu pulang saja Adel. Aku butuh waktu untuk sendiri.....'' ucapnya pelan.
''Kamu kan belum makan,Aku akan pulang setelah Kamu makan oke....!''
''Aku bisa sendiri.......'' tuturnya. Dan Jingga pun pergi meninggalkan Aku masuk ke kamarnya.
Aku pun memutuskan untuk pulang saja,karena semakin lama kehadiranku mungkin buat Jingga malah membenciku.
**Jingga POV **
Sepulang sekolah Aku hanya berbaring di ruang tengah. Di rumah tidak ada siapa pun,karena Ibu sedang pergi ke Jakarta. Yang Aku lakukan hanya membersihkan darah yang masih menetes dengan tisu secara kasar.
''Permisi......''
''Permisi.....''
''Sepertinya ada orang di luar siapa ya??? .....'' bisik Ku.
Aku pun langsung membukakan pintu, dan ternyata Itu Adel yang menenteng rantang makanan dan tasku.
''Ada apa???'' tanya Ku.
Dia hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Ku.
''Ada apa Adel??? Kamu kok diam saja...?'' tanya Ku.
''Ini bunda titipin makanan buat Kamu,dan ini tas Kamu,tadi ke tinggalan di kelas....'' jelas nya.
__ADS_1
''Masuk......'' Aku pun membiarkan Adel masuk ke rumah Ku.
Kemudian Adel mengikuti Ku dari belakang.
''Kamu bisa menyimpannya di atas meja....'' Tutur Ku. Menunjuk meja makan dekat ruang tengah dan Aku pun memilih untuk duduk. Aku memperhatikan dia yang tengah berdiri membelakangi Ku diam saja.
''Kamu sedang apa???'' tanya Ku.
''Aku sedang memindahkan makanannya ke piring,supaya Kamu gampang....'' ucapnya.
Tanpa merespon ucapannya, Aku langsung memeluknya dari belakang.
''Adel....''
''Hem.....'' jawabnya pelan.
''Aku rindu sam Kamu.Bisakah Aku memelukmu seperti ini sebentar saja..'' pinta Ku.
Dia hanya bisa mengangguk tanda mengiyakan permintaan Ku.Aku pun menyandarkan kepalaku di bahunya,rasanya begitu nyaman.
''Adel......''
''Hem....'' jawabnya kembali.
''Aku sayang sama Kamu.....'' bisik Ku kembali.
Kemudian dia pun melepaskan pelukannya dan berbalik ke arah Ku.
''Biar Aku obati dulu lukamu,yah....!! ucapnya pelan.
Aku hanya bisa mengangguk dan duduk di kursi.
''Kalau sakit bilang saja.....'' tuturnya.
''Kamu kenapa jadi seperti ini Jingga?? Aku tidak tahan melihatnya.....'' lanjutnya.
''Aku sedang berusaha untuk move on dari Kamu. Tapi itu sulit.....'' ucap Ku pelan.
'' Menurut Ku cara terbaik buat move on itu adalah berusaha menerima perasaan,menerima kenyataan dimana Kita bisa lebih dewasa bahwa Kita sadar,Kita sudah tidak bisa bersama lagi. Kalau Kamu berusaha untuk berhenti mencintaiku,aku pikir itu akan gagal.....'' jelasnya.
'' Sebaiknya Kamu pulang saja Adel. Aku butuh waktu untuk sendiri.....'' ucapnya pelan.
''Kamu kan belum makan,Aku akan pulang setelah Kamu makan oke....!''
''Aku bisa sendiri.......'' jawab Ku,kemudian meninggalkan Adel masuk ke kamar.
Jujur Aku sangat kecewa dengan jawabannya tadi. Dan memilih untuk memejamkan mataku,semoga saat Aku bangun nanti Aku sudah bisa melupakannya.
** Adel POV **
''Adel......'' seru bunda menyambut kedatangan Ku.
''Iya Bunda...''
''Gimana Jingganya ada kan??? Dia suka kan sama masakan yang bunda buat??'' tanya bunda
''Iya. Bunda kalau begitu Adel masuk ke kamar yah. Ada yang barus Adel kerjakan.....'' alasanku.
''Baiklah,selamat beristirahat ya sayang. Makasih udah bantuin bunda....'' tutur bunda.
''Sama-sama...'' jawabku singkat.
__ADS_1
Sesampainya di dalam kamar Aku pun langsung membanting kan tubuhku di atas kasur.
" Kenapa Akhirnya seperti ini?? Tuhan,, tolong berikan Aku jalan keluar untuk mengatasinya...'' pintaku dalam hati.