
***
"Biarkan ini jadi rahasia antara kita berdua....."ucap Jingga terdengar jelas.
"Oke........"timpal Dewa sambil menganggukkan kepalanya.
"Rahasia apa....?"tanyaku langsung mendekati mereka berdua.
Jingga dan Dewa tampak sangat terkejut dengan kehadiran Aku secara tidak terduga.
"Itu......."ucap Jingga terhenti.
"Apa.....?"bentak Ku.
"Ah itu,tadi Dewa cerita kalau pas dia liburan di Semarang dia ketemu sama seseorang.Dia meminta Aku untuk tidak menceritakannnya sama yang lain.Iya kan Dew....?"tutur Jingga.
"Ah iya.Tadinya gue merasa minder aja,gue takut malah jadi bulan-bulanan kalian yang ada....."sahut Dewa.
"Serius.....?"
"Iya beneran Adel......."tutur Dewa.
"Ya kenapa kamu harus malu sama kami? Kami juga pasti ngerti dan dukung kamu...."
"Masalahnya ceweknya itu,anak kuliahan beda 3 tahun sama gue......"jelas Dewa sambil tersenyum.
"Hah......?"ucap Aku sama Jingga bersamaan.
"Kok kamu kaget? Kan kamu udah tahu....."tanyaku penasaran.
"Iya.Tapi Aku tahunya dia ketemu cewek doang.Dewa nggak bilang kalau ceweknya lebih tua dari dia......"tutur Jingga terbata-bata.
"Udah lah.Mendingan kita bubar aja.Nggak enak nanti malah ada yang dengar lagi...."tutur Dewa.
Dewa pun langsung menarik tangan Jingga dan berlalu pergi meninggalkan Aku sendirian di tengah lapangan.
"Mereka kenapa sih? Aneh banget....."ucap Ku pelan.
***
**Jingga POV*
"Apa.....?"bentak Adel.
"Ah itu,tadi Dewa cerita kalau pas dia liburan di Semarang dia ketemu sama seseorang.Dia meminta Aku untuk tidak menceritakannnya sama yang lain.Iya kan Dew....?"ucap Ku berusaha mencari alasan.
"Ah iya.Tadinya gue merasa minder aja,gue takut malah jadi bulan-bulanan kalian yang ada....."sahut Dewa.
Untung saja Dewa langsung sigap dan paham kondisi Ku sekarang.
"Serius.....?"tanya Adel menatap Dewa.
"Iya beneran Adel......."tutur Dewa.
"Ya kenapa kamu harus malu sama kami? Kami juga pasti ngerti dan dukung kamu...."
"Masalahnya ceweknya itu,anak kuliahan beda 3 tahun sama gue......"jelas Dewa sambil tersenyum.
__ADS_1
"Hah......?"ucap Aku sama Adel bersamaan.
Aku tidak menyangaka Dewa bisa akting,namun kali ini dia berakting terlalu berlebihan.
"Kok kamu kaget? Kan kamu udah tahu....."tanya Adel langsung melihat ke arah Ku.
"Iya.Tapi Aku tahunya dia ketemu cewek doang.Dewa nggak bilang kalau ceweknya lebih tua dari dia......"ucap Ku terbata-bata.
"Udah lah.Mendingan kita bubar aja.Nggak enak nanti malah ada yang dengar lagi...."tutur Dewa.
Dewa pun langsung menarik tangan Ku dan berlalu pergi meninggalkan Adel sendirian di tengah lapangan.
Setelah berjalan cukup lama dan tidak terhat sama Adel,kami berdua langsung menghentikan langkah kaki kami bersamaan.
"Buset deh.Kenapa malah jadi begini sih? Gue jadi terlibat dalam hubungan loe berdua yang rumit....."ucap Dewa sambil memegangi pohon yang ada di sampingnya.
"Ya maaf.Gue nggak maksud buat libatin loe juga.Ya gimana lagi......"
"Tapi,tadi akting kamu bener-bener keren...."lanjut Ku.
"Iyalah.Tidak sia-sia gue suka ikutan nonton Drakor sama anak-anak cewek.Ternyata bisa mengasah kemampuan akting gue juga...."ucapnga penuh bangga.
"Heh........"
"Emang dasar kamunya aja itu mah...."lanjut Ku.
"Udah kenapa malah jadi ngebahas gue sih? Sekarang yah,menurut gue.Loe harus secepatnya cari waktu atau kesempatan buat ngobrol sama Adel......"
"Mau sampai kapan,gue tanya? Loe terus-terusan mengulurnya...."lanjutnya.
"Ya gue pasti akan segera cari waktu yang tepat....."
"Ngomong-ngomong gue belum sarapan nih.Beliin gue sarapan yah,kan gue udah bantuin loe tadi......"lanjut nya.
"Heh....."
"Ujung-ujungnya makan lagi......"lanjut Ku.
"Mau nggak nih? Kalau nggak gue balim lagi nih,samperin Adel dan bilang yang sebenarnya....."ancam Dewa.
"Iya,deh iya.Ngancam mulu nih,mau sarapan apa emang....?"
"Bubur ayam aja,gue mah nggak minta yang mahal-mahal.Yang di depan gapura itu....."tunjuk Dewa.
"Ya udah ayo....."
Terpakasa deh,masih pagi Aku harus memenuhi keinginan Dewa.
***
**Adel POV*
Sepeninggal Jingga dan Dewa,sekarang hanya Aku sendirian di lapangan.Akhirnya Aku pun memutuskan untuk pulang saja,tidak mungkin juga Aku berdiam diri sendirian di tengah lapangan tanpa tujuan apa-apa.
Di tengah perjalanan Aku tidak sengaja bertemu dengan Raya tengah mengayih sepedanya.
"Raya.....!"teriak Ku.
__ADS_1
Raya pun langsung berhenti dan langsung melihat ke arah Ku dan menghampiri Ku.
"Adel....."
"Kamu lagi ngapain disini berjalan sendirian...?"lanjut Raya.
"Aku hanya bosan saja.Ini mau pulang,tadi sih Aku habis ketemu sama Dewa sama Jingga di lapangan.Tapi mereka pergi begitu saja,nggak tahu kemana....."jelas Ku.
"Ngomong-ngomong kamu mau sepedahan kemana..?"
"Ini Aku habis keliling sekitar komplek ini aja.Sekarang Aku mau beli bubur yang ada di depan gapura sana....."jelasnya.
"Kamu mau ikut nggak? Udah sarapan belum..?"lanjut Raya.
"Boleh deh Aku ikut,kebetulan Aku belum makan apa-apa......"
"Ya udah ayo naik....."tutur Raya.
"Tapi,nanti kamu keberatan ngak...?"
"Udah lah,ayo....."ajaknya kembali.
Aku pun akhirnya langsung naik di belakang Raya.
"Kalau berat bilang aja yah,nanti kita gantian...."ucap Ku sambil memegangi pundak Raya.
"Iya......"timpalnya.
Tidak berselang lama,akhirnya Aku dan Raya sampai di depan gapura.Aku langsung turun dan Raya memarkirkan sepedanya di dekat pos scurity.
"Eh bentar deh,kayaknya Aku kenal dua orang yag tengah makan bubur di bawah pohon itu...."tunjuk Raya.
Belum sempat Aku melihat ke arah yang di tunjuk Raya,dia sudah duluan berlari menghamprinya.Ternyata dua orang yang di maksud Raya itu tidak lain Jingga dan Dewa.
"Hei.....!"Seru Raya mengagetkan Jingga dan Dewa yang tengah lahap menyantap bubur.
"Ah......"terik mereka bersamaan.
"Gila loe yah Raya.Jantung gue mau copot ini...."tutur Dewa sambil memegangi dadanya.
"Lagian kalian makan bubur nggak ngajak-ngajak....."timpal Raya.
"Ya kan emang kita ketemu sebelumnya....."sahut Jingga.
"Ih kata Adel,tadi dia sempat ketemu sama kalian berdua.Emang dasar yah,giliran waktunya makan kita-kita mah nggak di ajak...."rajuk Raya.
"Apaan sih lebay banget....."timpal Jingga.
"Kalau mau tinggal pesen aja sih.Nggak usah banyak drama....."sahut Dewa.
"Beneran? Tapi kamu yang traktir yah...."
"Jingga yang bayarin....."ucap Dewa sambil melahap buburnya kembali.
"Beneran Jingga....?"tanya Raya kembali.
"Iya,sok aja biar cepet.Masih pagi udah berisik aja sama dumelan kamu.Udah Adel sini duduk....."tutur Jingga sambil mengambilkan satu kursi.
__ADS_1
"Wah ada apa nih,kamu tiba-tiba mau teraktir Aku dan Raya....?"tanya Ku heran.
"Ini lagi sama.Banyak tanya...."sahut Dewa.