JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episode 21


__ADS_3

* * *


" Jingga....!'' seru ibu.


''Iya bu.....''


''Ayo,Kamu mau ikut tidak jenguk Adel ke rumah sakit....?''tutur ibu.


''Oh iya bu,sebentar Jingga siap-siap dulu...''


Aku pun langsung mengganti bajuku dan mengambil jaket.


''Ayo bu.....'' ajak Ku.


''Jingga.... Keadaan Adel mungkin sangat lemah apalagi dengan ingatannya. Ibu saranin Jingga jangan terlalu memaksakan Adel untuk mengingat Jingga dulu yah.Ini semua demi kesembuhan Adel....'' tutur ibu.


''Iya bu Jingga paham maksud ibu,,,,''


Aku pun berangkat bersama ibu dengan memesan taksi online,karena ayah sedang ada tugas di luar kota.


Sesampainya di rumah sakit,Aku dan ibu langsung menghampiri ayahnya Adel yang sedang berada di ruang tunggu.


''Permisi.....'' ucap ibu.


''Oh iya bu Sofia....'' tutur beliau.


''Pak kalau boleh tahu,bagaimana keadaan Adel sekarang????'' tanya ibu.


''Dia masih shock dengan keadaanya yang sekarang.Dia sama sekali tidak mengingat dari kami salah satu pun.Kami seperti orang asing baginya....'' ucap beliau sambil tertunduk.


''Setiap bundanya berusaha mengingatkan kami itu siapa,Adel langsung merasakan sakit yang teramat di kepalanya. Dokter menyarankan untuk jangan dulu memaksakan dia untuk mengingatnya.Karena itu bisa saja malah memperburuk kesehatannya....''


''Ya ampun Adel.....'' isak ibu.


Aku pun hanya bisa terdiam mendengar penjelasan dari ayahnya Adel.


"Bagaimana dengan Aku???? Aku yang hanya bisa memberikannya luka....''


''Apa kami boleh masuk pak untuk melihat keadaannya???'' tanya ibu.


''Silahkan.... Tapi saya minta jangan memaksakan Adel untuk mengingat kalian...'' pintanya.


''Baik pak kami paham....'' tutur ibu.


Aku dan ibu pun memberanikan diri untuk memasuki ruangan dimana Adel di rawat.Adel masih terlihat lemah dan bundanya yang sedang tertunduk lemah.


''Permisi...'' tutur ibu.


''Eh bu Sofia,silahkan duduk....''jawabnya.


''Hai Adel.....'' seru ibu.


''Mereka siapa bunda????''tanyanya.


''Ini tante Sofia dan anaknya Jingga,mereka tetang rumah Kita sayang.....''


''Jingga????''tanyanya.

__ADS_1


''Iya dia teman sekolah mu,kalian sering main bersama.....'' jelas bundanya.


''Jingga????''tanyanya kembali.


''Adel,tidak apa-apa Kamu jangan berusaha untuk mengingatnya,,,pelan-pelan saja....'' ucap bundanya Adel.


Adel pun melihat Ku secara seksama,jujur hatiku sangat sakit melihat keadaanya yang sekarang. Aku seperti orang asing sekarang di matanya.


''Ah.......'' ringis Adel sambil memegang kepalanya.


''Sayang,,,Kamu jangan memaksakan untuk mengingatnya. Tidak apa-apa nak.....'' tutur bundanya Adel.


"Sakit bunda.......Sakit......'' ringisnya.


Aku pun langsung panik melihat keadaan Adel yang tiba-tiba merasakan sakit seperti itu.Bundanya Adel langsung ke luar memanggil Dokter.


Tidak lama kemudian bundanya datang dengan seorang dokter.


''Maaf,Saya akan memeriksanya terlebih dahulu. Kalian bisa menunggu di luar saja....'' ucap Pak Dokter.


Aku,ibu dan bundanya Adel pun langsung keluar dari ruangan itu.Bundanya Adel langsung menangis ke peluk kan ayahnya Adel.


''Maaf ya bu,kalau kehadiran kami malah membuat kondisi Adel seperti itu....'' tutur ibu.


''Iya. Tidak apa-apa,sejak dia tersadar sebenarnya dia tidak mengenali kami juga sebagai keluarganya,beberapa kali dia merasakan sakit seperti tadi. Saya hanya menjelaskan bahwa kami keluarganya.Namun keadaan tidak memungkinkan untuk dia langsung bisa mengingat kami,butuh waktu buat dia....'' jelas bunda.


Aku pun hanya bisa melihat Adel dari balik pintu.


"Cepat sembuh Adel.... Aku rindu Kamu yang dulu.....''


Aku pun menoleh ke arah suara tersebut.Ternyata itu Dewa,Gita dan Raya.


''Jingga Kamu udah disini?? Gimana keadaan Adel....?''tanya Gita.


''Keadaannya masih lemah,,,'' jawabku.


''Tante apa kami bisa masuk untuk melihat keadaanya..?'' tanya Dewa.


''Maaf sebelumnya,karena kondisi Adel yang masih lemah dan sedang mendapatkan perawatan dari dokter,tante sarankan kalian bisa menjenguknya saat keadaanya masih sudah stabil. Sekarang keadaan Adel masih lemah,,,,,''tutur bunda.


''Oh iya tante kami mengerti.....'' jawab Dewa.


** Adel POV **


Aku pun terbangun dari tidurku,dan melihat seorang ibu yang tengah duduk di sampingku.


''Adel......'' tuturnya.


Aku pun hanya bisa diam,Aku masih bingung dengan keadaanku yang sekarang.


''Nak,Kamu jangan terlalu memaksakan diri untuk mengingat kami. Kami paham dengan kondisi Adel sekarang,pelan-pelan saja.Pasti Adel sembuh,sekarang yang terpenting kondisi Adel pulih aja....'' tuturnya.


''Ibu???'' tanyaku.


''Bunda... Adel biasa panggil bunda....'' tuturnya.


''Bunda....!''

__ADS_1


''iya......'' jawabnya sambil berlinang air mata.


''Maafkan saya. Karena saya tidak bisa mengingat tentang bunda,tapi saya akan berusaha untuk mengingat kembali memori Ku yang hilang.....''


''Tidak apa-apa Nak.Jangan terburu-buru,sekarang yang terpenting Kamu sehat itu saja....''tuturnya.


Tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka,di sana terlihat ada dua orang yang memasuki ruangan Aku di rawat.


''Permisi...'' tuturnya


''Eh bu Sofia,silahkan duduk....''jawab bunda.


''Hai Adel.....!'' seru ibu itu.


''Mereka siapa bunda????''tanyaku.


''Ini tante Sofia dan anaknya Jingga,mereka tetang rumah Kita sayang.....'' jelas bunda.


''Jingga????''tanyaku.


''Iya dia teman sekolah mu,kalian sering main bersama.....'' jelas bunda.


''Jingga????''tanya Ku kembali.


''Adel,tidak apa-apa Kamu jangan berusaha untuk mengingatnya,,,pelan-pelan saja....'' ucap bunda.


Aku pun melihat seseorang yang bunda sebut namanya Jingga secara seksama.Jujur hatiku langsung merasakan sakit melihatnya,Aku seperti membayangkan seorang laki-laki namun tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.


''Ah.......'' ringis Ku.


''Sayang,,,Kamu jangan memaksakan untuk mengingatnya. Tidak apa-apa nak.....'' tutur bunda.


"Sakit bunda.......Sakit......'' ringis Ku kembali.


Bunda pun pergi meninggalkan Aku dan tidak lama kemudian datang dengan seorang dokter.Aku pun langsung membaringkan tubuhku.


''Dek.... Kamu jangan terlalu berusaha keras untuk mengingat memori Kamu yang hilang. Pelan-pelan saja,kalau Kamu terlalu berusaha untuk mengingatnya saya khawatir kondisi mu semakin lemah....'' tutur dokter tersebut.


''Sekarang yang terpenting kondisi mu pulih dahulu,,,jangan memaksakan diri yah...!'' lanjutnya.


''Baik Dok.....'' tutur Ku.


Aku pun melihat ke arah pintu dan melihat anak laki-laki yang bernama Jingga sedang menatapku dalam.


Entah mengapa saat Aku melihatnya,Aku merasakan sesuatu di hatiku rasa sakit,rasa senang,bahagia secara bersamaan.


''Sebenarnya Kamu siapa Jingga???? Kalau memang Kamu hanya sekedar teman di hidupku,mengapa saat Aku melihat mu ada sesuatu yang berbeda di hatiku.Dan secara tiba-tiba terbayang sosok laki-laki namun Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas..." bisik Ku dalam hati.


''Ya sudah sekarang Kamu istirahat saja,supaya cepat pulih....'' tutur Pak Dokter.


Aku pun hanya mengangguk tanda mengerti dengan apa yang dokter itu ucapkan.


''Kalau begitu bapak permisi,semoga lekas sembuh yah Nak.....'' tuturnya


''Iya pak,terima kasih....''


Kemudian Dokter itu berlalu meninggalkan Ku.

__ADS_1


__ADS_2