JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episode 28


__ADS_3

* * *


Aku hanya bisa tertunduk lemas melepaskan kepergian Adel.


"Jingga...... Kenapa Kamu tidak berusaha bicara jujur saja sama Adel?? Kenapa Kamu malah menyembunyikannya dan malah memilih berbohong pada Adel...." gerutu Ku dalam hati.


Aku memutuskan untuk pulang saja dengan perasaan hampa.Sepanjang perjalanan Aku terus saja memikirkan Adel dan Aku pun memutuskan untuk berhenti di sebuah cafe di dekat komplek perumahan Aku tinggal.


''Selamat sore,bisa di bantu...'' ucap salah satu pelayan.


''Iya sore,,,,,''


''Bisa di bantu,mau pesan apa???'' tanyanya kembali.


''Saya pesan Cappuccino Latte Macchiato dan French fries saja.....''


''Ok baiklah,mau di antar kan ke meja no berapa?? Mau di Indoor atau Outdoor??'' tanyanya kembali.


''Di meja no 09 di Outdoor saja.....''


''Baik.Di tunggu pesanannya yah.....'' tuturnya sopan.


Aku pun langsung duduk di meja yang tadi sudah Aku duduki.Tidak beberapa lama kemudian pesanan Ku pun datang. Aku terus saja memikirkan Adel dan menyesali kenapa Aku tidak berusaha jujur saja sama Adel.


''Jingga......'' seru seseorang mengagetkan Ku. Aku pun langsung melihat ke arah sumber suara tersebut.


''Angga.....?'' tutur Ku kaget.


''Kamu ngapain di sini.....?'' lanjut Ku.


''Harusnya Aku yang nanya sama Kamu,Kenapa Kamu duduk sendirian mamun di sini. Sepertinya Kamu sedang banyak pikiran.....'' ucapnya kemudian duduk di depanku.


''Iya nih. Kepalaku pusing....''tutur Ku.


''Kenapa?? Cerita dong sama Aku,jangan Kamu pendam sendirian. Yang ada nanti Kamu stres....'' ucapnya.


''Oh iya,Kamu kok bisa ada di sini??'' tanyaku.


''Kebetulan orang tua Ku sedang pergi ke rumah saudaraku di Bogor. Jadi,Aku memutuskan untuk membeli makanan di sini. Eh tidak sengaja Aku lihat motor Kamu terparkir di depan Cafe,ya sudah Aku putuskan untuk menghampiri Kamu. Rupanya Kamu di sini sendirian sedang bengong.....'' jelas Angga.


''Oh iya,apa Kamu sudah pesan makanannya??''


''Udah. Itu sedang di antar kan ke sini....'' tunjuk Angga.


''Ya sudah sekarang ceritakan, apa yang buat Kamu terlihat sangat pusing. Mungkin saja Aku bisa bantu....'' lanjutnya.

__ADS_1


Tanpa ragu Aku pun menceritakan semuanya tentang hubungan Aku dan Adel yang rumit.


''Jadi begitulah......'' tutur Ku.


''Sudah Ku duga.....'' ucapnya.


''Maksudnya...?''


''Aku sudah curiga sejak lama,sama hubungan Kamu sama Adel. Aku berpikir sepertinya di antara kalian ada sesuatu yang kalian sembunyikan dan tidak menceritakannya padaku termasuk yang lain.Aku bisa lihat bagaimana cara Adel menatap Kamu dan begitu pun sebaliknya....'' jelasnya.


'' Jadi Kamu sudah menduga itu....''


''Ya.Aku tahu Adel sejak lama dan Aku juga seorang laki-laki. Aku tahu saat Kamu mencoba untuk memberikan perhatian lebih terhadap Adel......'' tuturnya.


''Kalau menurut Aku yah,lebih baik Kamu bicarakan ini sama Adel. Dia juga pasti sangat ingin mengetahuinya. Ya meskipun keadaan dia yang sekarang tidak bisa mengingatnya.Gue takut saat ingatannya kembali dia malah membenci Kamu,karena Kamu tidak berusaha jujur padanya....'' lanjut Angga.


'' Benar juga apa kata Kamu angga....''


''Tapi Aku bingung kapan waktu yang tepat buat Aku bicara sama Adel,,,'' lanjut Ku.


''Ya udah nanti Aku bantu deh. Cari waktu yang tepat buat kalian ngobrol....'' tutur Angga.


''Oke. Makasih ya....''


Aku dan Angga pun menikmati makanan yang sudah kami pesan tadi.


* * *


Sesampainya di rumah Aku langsung memasuki kamarku dan membaringkan tubuhku di atas ranjang.


"Kenapa yah. Kok Aku seolah tidak percaya dengan apa yang di jelaskan Jingga...."bisik Ku dalam hati.


Aku pun langsung berniat mencari beberapa petunjuk di rak tempat penyimpanan barang-barangku.Mungkin saja ada petunjuk tentang rasa penasaranku selama ini.


"Yah pastinya ada sesuatu yang Aku simpan waktu dulu,sebelum kejadian ini menimpaku. Pasti Aku menyimpannya di suatu tempat. Tidak mungkin Aku menuliskan namaku dengan Jingga di meja belajarku dulu. Pasti ada sesuatu....." bisik Ku dalam hati.


Bruk.....


Aku menjatuhkan sesuatu dari dalam buku besar yang Aku simpan.Ternyata itu adalah buku diary, yang mungkin saja dulu Aku menyembunyikannya karena ukurannya yang kecil.


Aku perlahan membukanya dan membacanya pelan.Aku pun menemukan sesuatu yang tidak Aku duga sebelumnya. Di sana tertulis bagaimana pertama kali Aku bertemu dengan Jingga dan hingga akhirnya Aku sendiri yang memutuskan untuk merelakan Jingga untuk dekat dengan kak Abel.


Tanpa terasa air mataku sudah membasahi pipiku.Rasanya sakit sekali mengetahui kenyataan yang sebenarnya.


"Tapi kenapa Jingga tidak jujur sama Aku?? Kenapa dia malah memilih berbohong.Kenapa......?" bisik Ku dalam hati.

__ADS_1


''Adel....'' seru bunda di ambang pintu.


Aku langsung menghapus air mataku dan langsung menghampiri bunda.


''Iya bunda....''


''Kamu sedang apa Nak?? Sepertinya sedang serius....'' ucap bunda.


''Tidak bunda. Adel sedang baca buku saja...''


''Ya sudah,sekarang Adel mandi. Nanti Kita makan bareng,kebetulan barusan ayah ngajakin Kita makan ke luar....'' jelas bunda.


''Wah asik dong bunda. Ya sudah Adel langsung mandi dan siap-siap.....'' ucap Ku langsung beranjak mengambil handuk.


Berapa saat kemudian Aku pun sudah selesai dan langsung menghampiri ayah dan bunda di ruang tamu.


''Loh kak Abel mana?? Dia tidak ikut bunda...?'' tanyaku penasaran sambil mencari keberadaan kak Abel.


'' Tidak,,kakak mu kan sudah kelas 3. Jadi dia mengikuti pelajaran tambahan dan pulangnya pasti malam. Udah nanti Kita bungkus saja buat kakak Kamu.....'' jelas bunda.


''Oh gitu. Ya udah ayo bunda Aku sudah tidak sabar.....'' ajak Ku semangat.


''Ya ampun Adel,semangat banget ayah ajak makan ke luar....'' tutur ayah.


''Iya dong ayah. Adel seneng banget....'' ucapku sambil tersenyum.


''Permisi.....'' seru seseorang di luar sana.


''Bunda sepertinya ada orang di luar,,,'' tutur Ku.


''Itu pasti tante Sofia.....''tutur bunda.


''Tante Sofia?? Maksud bunda.....''


''Iya Kita pergi bareng sama tante Sofia dan Jingga. Kebetulan kan,tadi bunda ajak tante Sofia. Kasihan juga kan mereka kan tinggal berdua,karena ayahnya Jingga baru aja berangkat ke luar Kota. Enggak apa-apakan sayang.....'' jelas bunda.


''Iya tidak apa-apa....'' tutur Ku.


''Ya sudah ayo......'' ajak ayah.


Aku dan bunda langsung menghampiri tante Sofia yang sudah menunggu di depan rumah. Dan benar saja di sana terlihat ada tante Sofia yang tengah duduk di kursi depan rumah dan Jingga yang asik dengan handphonenya.


''Sudah siap yah,,,,mari Kita berangkat keburu malam...'' ajak bunda sambil merangkul tante Sofia.


Kami pun langsung masuk ke dalam mobil.Aku dan Jingga duduk berdampingan di jok tengah dengan tante Sofia.Jujur saja Aku canggung duduk berdekatan dengan Jingga sekarang.

__ADS_1


__ADS_2