JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episode 22


__ADS_3

** Jingga POV **


''Kalau begitu kami pamit,,,'' tutur ibu.


''Terima kasih sudah menyempatkan untuk jenguk Adel....'' tutur bunda.


''Sama-sama. Semoga Adel segera sembuh....'' lanjut ibu.


''Iya amin....''


''Kita juga pamit yah tante....'' ucap Dewa.


''Maaf yah,hari ini belum bisa bertemu dengan Adel....'' tutur bunda.


''Iya tidak apa-apa tante,kami mengerti kok....'' lanjut Dewa.


Kami pun beranjak pergi meninggalkan Rumah Sakit.


''Jingga.....'' seru Dewa.


''Iya.....''


''Kamu pulang pakai apa????'' tanya Dewa.


''Tadi Aku pesan taksi online. Kenapa memangnya.....''


''Oh kirain bawa motor. Oh iya Aku sama Gita dan Raya habis ini mau ke rumahnya Gita,Kamu mau ikut nggak??'' tutur Dewa.


''Bu,,,gimana boleh nggak Jingga main ke rumahnya Gita???''


''Ya udah boleh......'' tutur ibu.


''Makasih ya bu.....''


''Ya udah kalau begitu ibu duluan,nih taksi onlinenya udah dekat....'' ucap ibu.


Ibu pun beranjak pergi meninggalkan kami.


''Kita ke rumahnya Gita pakai apa???''tanya Ku.


''Ya sama taksi online. Tapi sebelum itu Kita mau pergi cari makan dulu,soalnya tadi bekum sempat makan sebelum kesini.....''ucap Dewa.


''Ya udah.....''


''Eh itu,taksinya ayo.....'' tutur Raya.


Setibanya di restoran cepat saji,kami pun langsung memesan makanan yang kami inginkan.


''Oh iya,,,tadi kan Kamu sempat lihat keadaan Adel di dalam,kalau boleh tahu gimana keadaanya???''tanya Gita.


''Kondisi Adel belum sepenuhnya stabil dia masih tampak lemah,,,,'' jawabku.


''Terus dia ingat nggak sama Kamu atau Ibumu???''lanjut Gita.


''Tidak. Yang ada Adel malah meringis kesakitan karena mencoba untuk mengingat Aku dan Ibuku....''jelas Ku.


''Ya ampun Adel....! Aku tidak pernah membayangkan kejadian ini menimpanya....''tutur Gita.


''Iya,semoga Adel kuat dan cepat sembuh...''timpal Raya.


''Adel itu anak yang kuat,dia pasti akan cepat pulih kembali. Kita doakan saja buat kesembuhannya ....'' ucap Dewa.


''Iya tentu....''tutur Gita.


''Ya sudah ayo Kita makan dulu keburu makanannya dingin....'' ucap Dewa.

__ADS_1


Aku hanya diam saja mendengarkan obrolan mereka,karena benar apa yang mereka katakan,Adel itu cewek yang kuat pasti dia bisa melewati keadaanya yang sekarang.


''Jingga,,,,Kamu kok diam aja....'' seru Dewa,membuyarkan pikiranku.


''Eh iya....''


Kami pun menikmati makanan kami sambil bercengkrama.


** Adel POV **


''Hi Adel.....'' seru seorang perempuan.


''Bunda itu siapa???'' tanyaku.


''Itu kakakmu,namanya Abel.....''jelas bunda.


''Namanya terdengar mirip denganku.....''


''Iya,bunda dan ayah sengaja memberikan nama kalian terdengar mirip,supaya gampang untuk di ingat.....'' tutur bunda.


''Abel bunda mau ke luar dulu,Kamu bisa kan jagain Adel dulu?''


''Iya bunda.....''jawabnya.


Bunda pun beranjak pergi meninggalkan kami dan sekarang tinggal kami berdua.Aku pun penasaran dan ingin menanyakan sesuatu sama Abel.


''Kak....?''


''Iya kenapa Adel....''jawabnya.


''Aku ingin menanyakan sesuatu,boleh???''


''Apa itu???''


''Kakak kenal sama laki-laki yang bernama Jingga???''tanyaku penasaran.


''Tadi pagi dia kesini bersama ibunya.....''


''Oh dia Jingga itu rumahnya dekat dengan rumah Kita.Rumah kita berdampingan....'' jelasnya.


''Oh. Apa Aku dengan Jingga dekat???''


''Tentu saja,kalian dekat. Bukan hanya rumah Kita tetanggaan,tapi Kamu sama Jingga teman satu kelas di sekolah....''


''Benar kah???'' tanyaku.


''Iya,,,memangnya ada apa Del???'' tanyanya.


''Tidak. Hanya saja saat Aku melihat dia sepertinya ada sesuatu antara Aku dengan Jingga. Aku langsung membayangkan seorang laki-laki,meskipun Aku tidak bisa melihat jelas apakah laki-laki itu Jingga atau bukan.....'' jelas Ku.


''Wajar saja,kalian itu sangat dekat satu sama lain. Makanya kakak minta bantuan Kamu untuk kakak bisa dekat sama Jingga.....'' tuturnya.


''Benarkah...?''


''Iya,,,,Kamu bantu kakak dekat dengan Jingga.Kakak suka sama dia dan Kamu bantu kakak.....''


Tiba-tiba kepalaku langsung merasakan sakit dan tersirat kejadian yang tidak begitu jelas.


''Ah.....'' ringisku.


''Adel Kamu kenapa???''


''Sakit.... Kepalaku sakit.....''tutur Ku.


Kak Abel pun langsung berlari keluar memanggil bunda.Dan tidak lama kemudian bunda pun datang menghampiriku.

__ADS_1


''Apa yang terjadi sayang....'' seru bunda.


''Abel apa yang kalian bicarakan,kenapa Adel merasakan sakit kembali?'' lanjut bunda.


''Tidak ada,,kami hanya mengobrol saja. Tapi tadi adel menanyakan sesuatu sama Abel....'' tutur Abel.


''Apa itu???''


''Adel menanyakan apa hubungan Adel dengan Jingga. Itu saja bunda.....''jelasnya.


''Harusnya Kamu jangan dulu membicarakan hal-hal yang buat adik Kamu kesakitan,tinggalkan bunda sama Adel....'' pinta bunda.


Kak Abel pun keluar meninggalkan Aku dengan bunda.


''Jangan salahkan kak Abel bunda,itu salah Adel.....'' tutur Ku.


''Adel ingin mengetahuinya,Adel penasaran....''lanjut Ku.


''Penasaran tentang apa Adel. Kondisimu sekarang tidak memungkinkan Kamu untuk mengingat semuanya.....'' tutur bunda.


''Iya Adel tahu. Maafkan Adel bunda.....''


''Sebenarnya apa yang terjadi antara Kamu dengan Jingga....'' tutur bunda mengelus kepalaku.


''Aku pun tidak tahu bunda,tapi saat Adel melihat Jingga,hati Adel merasakan sesuatu yang aneh. Perasaan sedih dan senang secara bersamaan Adel rasakan.....'' jelas Ku.


''Sudah,,,sekarang yang penting Adel sembuh dulu,kondisi Adel membaik...'' tutur bunda.


** Jingga POV **


Sepulang dari rumahnya Gita,Aku langsung pulang ke rumah.


''Ibu..... Jingga pulang...'' seruku.


''Oh iya...'' sahut ibu yang tengah duduk nonton TV di ruang tengah.


''Jingga sini.....'' perintah ibu.


''Iya kenapa bu???'' tanyaku langsung duduk di sampingnya.


''Jingga.... Ibu pikir sepertinya Adel mengingat sesuatu tentang Kamu.....''


''Maksud ibu??? tanyaku penasaran.


''Ibu lihat ketika dia melihat Kamu seolah tubuhnya itu mencoba mengingat sesuatu antara kalian,itu makannya tadi Adel langsung merasakan sakit di kepalanya....''jelas ibu.


''Apakah itu mungkin bu?? Adel kan hilang ingatan mana mungkin dia mengingat Jingga...'' tutur Ku.


''Sayang,,,sesuatu yang terjadi antar kalian tidak bisa hilang begitu saja. Meskipun sekarang Adel tidak mengingatnya namun hatinya seperti merasakan sesuatu.Itu yang ibu pikirkan dari tadi.....'' jelasnya.


''Udah lah bu,,,,,Jingga tidak ingin menduga-duga sesuatu. Adel sembuh saja itu sudah cukup untuk Jingga.....'' tutur Ku.


''Apa Kamu begitu sangat menyayangi Adel???'' tanya bunda.


''Ya... Jingga sangat menyayangi Adel bu. Hati Jingga sakit melihat keadaan Adel yang sekarang. Apalagi dia tidak bisa mengingat apapun,kenangan yang Jingga berikan hanya lah kesedihan buat Adel.....'' tutur Ku.


''Apa Kamu yakin Adel tidak mempunyai perasaan yang sama terhadap Kamu??''


''Ya. Adel mengatakannya beberapa kali,dan dengan jelas menolak perasaan Jingga....'' jelas Ku.


''Begitu....''


''Memangnya kenapa bu??'' tanyaku penasaran.


''Tidak. Ibu hanya ingin memastikannya saja...''

__ADS_1


''Karena yang ibu lihat,sepertinya Adel mempunyai perasaan yang sama terhadap Kamu. Ibu bisa melihat jelas saat pertama kalian bertemu,sikapnya langsung berubah saat melihat Kamu.Mungkin ini hanya perasan ibu saja......'' tutur Ibu.


"Apa iya yang ibu katakan?? Terus kenapa selama ini Adel berusaha menyembunyikannya dan malah coba mendekatkan Aku dengan kakaknya....?''


__ADS_2