
* * *
Apa yang di jelaskan oleh pak Dokter cukup buat Aku terkejut.Dan beliau meminta Aku untuk tidak terlalu mengkhawatirkan keadaan Aku yang sekarang.
Karena menurut beliau,apa yang sudah terjadi ke belakang itu bukan kehendak Aku. Jadi sekarang yang harus Aku lakukan adalah menjaga kesehatan Aku,karena belum sepenuhnya sembuh.
Secara perlahan ingatan Aku akan kembali namun tidak secara langsung,harus dengan di barengi ke inginan dari diri Aku sendiri. Apakah Aku akan kuat atau tidak.
Setelah apa yang sudah di jelaskan pak Dokter Aku pun langsung keluar dari ruangan tersebut.Dan menghampiri bunda dan Jingga yang sudah menunggu Ku dari tadi di luar ruangan.
''Adel......'' seru bunda menghampiri Ku.
''Bagaimana Nak??? Apa kata dokter...?'' lanjut bunda penasaran.
'' Kata dokter keadaan Aku baik-baik saja bunda.Hanya saja,dokter meminta Aku agar tidak memaksakan diri untuk mengingat apa yang telah terjadi.Jadi bunda tidak perlu khawatir.....'' jelas Ku.
''Syukurlah.....'' ucap bunda lega.
''Ya sudah,kalau begitu. Sekarang Kamu sama Jingga dulu.Tunggu bunda di lobi Rumah Sakit saja.Bunda,akan mengurus dulu masalah pembayarannya...'' lanjut bunda.
''Baik bunda......''
Bunda pun langsung beranjak pergi meninggalkan Aku dan Jingga.
''Adel ayo....'' ajak Jingga.
''Oh iya.....''
Aku dan Jingga pun langsung menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil.
''Adel...'' seru Jingga menghentikan aktivitasku yang sedang menggunakan seat belt.
''Ya..?''
''Kamu bisa nggak gunainnya.....?''tanya Jingga.
''Bisa dong,masa iya nggak bisa....'' ucapku sambil terus berusaha menarik seat belt.
''Itu memang seat belt nya,agak susah buat di tarik.Aku belum sempat memperbaikinya....'' ucap Jingga.
''Sini Aku bantu....'' lanjut Jingga langsung membantu Aku menarik seat belt nya.
**Deg.... Deg.... Deg......
Aku merasakan panas di sekujur tubuhku dan detak jantungku yang tidak karuan.Posisi kami sekarang seolah Jingga sedang memeluk Ku.
''Adel...? Kenapa wajah Kamu memerah?? Apa Kamu baik-baik saja...?'' tanya Jingga tiba-tiba.
''Ah enggak kok,Aku baik-baik saja....''
''Nah sudah.....'' tutur Jingga.
__ADS_1
Jingga pun kembali ke posisi duduknya kembali.Dan langsung tancap gas menuju depan Rumah Sakit.
** Jingga POV **
Beberapa hari setelah kejadian itu,Aku memberanikan diri untuk menemui Adel. Aku berniat mengajaknya pergi jalan-jalan.
''Permisi.....'' seru Ku di ambang pintu.
Tidak lama kemudian bundanya Adel,datang menghampiri Aku.
''Eh ada Jingga. Kenapa Jingga???'' tanya bunda.
''Adel nya ada bunda...?''
''Ada....'' sahut bunda.
''Mau ketemu sama Adel yah??? Sebentar yah bunda panggilkan....'' lanjut bunda.
''Iya bunda.Makasih sebelumnya....'' jawabku canggung.
Sebenarnya perasaan Aku sekarang itu campur aduk. Entah dari mana Aku mendapatkan keberanian diri untuk mengajak Adel pergi hari ini.Padahal beberapa hari yang lalu,nyali Ku begitu ciut.
''Jingga....?'' seru Adel dari dalam rumah membuyarkan pikiranku.
Aku pun langsung beranjak dari tempat duduk Ku dan menghampiri Adel.
''Adel.....! Hari ini Kamu tidak sibuk kan??? Aku ingin mengatakan sesuatu sama Kamu....?''
''Aku ingin membicarakannya di tempat lain bisa??'' pinta Ku.
''Oke baiklah.Sebentar Aku ijin dulu sama bunda.....'' ucap Adel sambil berlalu kembali masuk kedalam rumah.
Tidak lama kemudian Adel pun keluar kembali.
''Ayo Jingga.....! Bunda sudah memberikan ijin padaku.....''tuturnya.
''Ayo......'' ajak Ku.
Aku pun dan Adel menaiki motor milik Ku dan langsung pergi ke suatu tempat. Yang Aku sudah rencanakan sebelumnya.
Setelah 30 menit,Aku dan Adel pun sampai di suatu tempat yang memiliki pemandangan begitu indah.Dan Adel pun langsung turun dan melihat ke segala arah,dia tampak senang melihat pemandangan yang berada di hadapannya sekarang.
''Wah..... Di sini pemandangannya indah banget.....!'' seru Adel.
''Adel......'' seru Ku memberanikan diri.
''Eh iya,maaf yah Aku sampai lupa maksud dan tujuan Kita ke sini. Aku sangat suka tempat ini sampai lupa.....'' tutur Adel.
Tanpa sepatah kata,Aku langsung memeluk Adel begitu erat dan rasanya begitu tenang saat Aku memeluknya.Rasanya semua keraguan yang menghantui Ku dari tadi hilang seketika.
''Apa yang Kamu lakukan Jingga,bagaimana kalau nanti ada orang yang melihat??'' ucap Adel kaget dengan apa yang Aku lakukan secara tiba-tiba.
__ADS_1
''Sebentar saja Adel......'' ucap Ku pelan.
Adel langsung terdiam mendengar apa yang Aku ucapkan.Dia hanya memandangi Ku secara seksama.
''Adel.....''
''Meskipun sekarang keadaan Kamu tidak bisa mengingat apa pun tentang kenangan kita dulu.Namun satu hal yang harus Kamu tahu,bahwa Aku sangat mencintai Kamu......'' tutur Ku.
''Tapi Jingga....'' ucap Adel memotong ucapan Ku.
''Kenapa?? Apa Kamu tidak merasa enak terhadap kakakmu?? Adel bisakah Kamu lebih mementingkan perasan Kamu daripada perasaan orang lain??? Kamu tahu,ini menyiksa aku.....'' tutur Ku.
''Tapi bagaimana dengan kakak Ku nanti,gimana kalau nanti dia marah padaku??'' ucap Adel khawatir.
''Biarkan. Nanti Aku yang akan menjelaskannya.Kak Abel sudah jauh lebih dewasa dari Kita.Dia pasti akan mengerti.....''
Adel hanya terdiam mendengar ucapan Ku.Jujur saja,sekarang yang Aku ingin adalah memperjuangkan perasaanku terhadapnya.Dan tidak ingin terlambat untuk ke dua kalinya.
Setelah itu Aku dan Adel memutuskan untuk kembali ke rumah dengan perasaan yang campur aduk.
''Sampai ketemu nanti yah.....''tutur Ku.
''Iya..... Hati-hati...'' ucap Adel sambil melambaikan tangannya.
Aku pun langsung menginjak pedal gas motor Ku dan pulang ke rumah.Sesampainya di rumah Aku langsung di sambut dengan tatapan ibu di ambang pintu.
''Ibu......'' ucap Ku kaku.
''Jingga.....''jawab ibu.
''Iya bu......'' ucapku takut melihat tatapan ibuku sekarang.
''Coba ceritakan sama ibu,bagaimana endingnya....'' ucap ibu semangat.
''Ya ampun. Ibu,buat Jingga takut saja.Kirain ada apa....''
''Eh ayo,ceritakan sama ibu.....''timpal ibu.
''Ya enggak di sini juga kali bu.....''
''Ya sudah. Ayo masuk anak ibu.....'' ajak ibu sambil menggandeng tangan Ku.
Setelah di dalam rumah Aku langsung di ajak duduk di ruang tamu sama ibu.Beliau begitu terlihat semangat dan tampak penasaran dengan apa yang terjadi antara Aku dan Adel.
Tanpa basa-basi,Aku langsung menceritakan semuanya sama ibu dan tidak ada yang terlewat satu pun.
''Wah.... Ibu senang banget mendengarnya....'' seru ibu.
''Iya. Bu,Jingga tidak mau kehilangan kesempatan untuk kedua kalinya.Jingga tidak mau kehilangan Adel lagi.....'' tutur Ku.
''Ya ibu sangat mengerti.Ibu paham sekali apa yang Kamu rasakan. Tapi ingat yah Jingga,jangan sia-siain Adel.Ibu sudah anggap Adel itu seperti anak ibu juga ...'' jelas ibu.
__ADS_1