
***
**Jingga POV*
Aku dan Dewa pun berjalan kaki menuju toko yang terletak di belakang rumah Ku.
"Oh iya,Aku ingin tanya sesuatu sama kamu." ucap Dewa memecah keheningan.
"Tanya apa? Kayak RT aja kamu banyak tanya." timpal Ku.
"Eh serus ini,"
"Ya udah iya deh."
"Kamu ingin tanya apa sama Aku," lanjut Ku.
"Tadi,pas kita di rumah sakit.Aku tidak sengaja melihat cewek yang keluar bersamaan dengan ibu kamu dari ruangan kakek kamu di rawat." jelas Dewa.
"Kalau boleh tahu,dia siapa nya kamu?" lanjutnya.
"Ah dia,"
"Namanya Kinan,dia anak dari teman dekat ayah Ku saat kami tinggal di sini." jelas Ku.
"Sepertinya,kalian dulu cukup dekat yah.Aku bisa melihat dari kedekatan orang tua kalian."
"Ya seperti itu lah."
"Dulu,Aku sempat dengan dia,karena kami sering kali bertemu apalagi keluarga dia sering berkunjung ke kediaman Ku." lanjut Ku.
"Ya tapi,begitu lah.Hanya dekat seperti itu saja.Tidak lebih."
"Ah,begitu.Aku menanyakan ini karena penasaran aja.Bukan maksud apa-apa yah,"
"Tidak apa-apa." timpal Ku.
Akhitnya kami pun sampai di toko yang Aku maksudkan tadi.Akundan Dewa pun langsung masuk dan memilih benerapa botol minum dan cemilan.
Setelah di rasa semuanya sudah selesai,Aku langsung membawanya ke tempat kaair untuk membayar nya.
"Mereka pasti,sudah jengkel menunggu kita." ucap Dewa.
"Perasaan kita baru sebentar deh," timpal Ku.
"Ah......" teriakkan Adel terdengar saat Aku dan Dewa baru saja belok dari toko.
"Lah,itu si Adel kenapa yah? Kok dia sampai teriak kayak gitu." ucap Dewa.
Aku pun langsung berlari untuk menghampirinya langsung.
"Haha....." dari kejauhan Aku melihat Gita tertawa melihat Adel.
__ADS_1
"Emang yah,mereka berdua." ucap Dewa.
"Aku pikir ada apa,hobi banget buat orang penasaran." lanjutnya.
"Eh,kok kalian di luar?" tanya Dewa setelah kmai menghampiri Adel dan Gita yangbsudah berada di luar rumah.
Adel pun langsung menghampiri Ku dan langsung merangkul tangan Ku tiba-tiba.
"Tau nih,Gita.Iseng banget....." timpal nya.
"Iya emangnya apa yang kalian lakukan tadi.Sampai-sampai teriakkan kamu kedengaran sampai ke belokkan sana." ucap Dewa.
"Gita iseng baget,bilang kalau di rumah nya Jingga ada hantu nya."
"Hantu?" timpal Ku.
"Enggak,tadi Aku cuma iseng aja nakutin dia." timpal Gita.
"Ya ampun kalian ada-ada aja deh.Udahlah,sebaiknya kita masuk aja." ajak Ku.
Adel pun tetap merangkul tangan Ku sampai kami masuk ke dalam rumah.
"Mana ada hantu,rumah ini tuh setiap hari ada yang nempatin.Orang tua Ku sengaja meminta saudara untuk nempati ini rumah,supaya ada yang merawatnya juga." jelas Ku.
"Jadi,ini rumah nggak pernah kosong." lanjut Ku.
"Tuh,dengarkan baik-baik." timpal Dewa langsung duduk di Sofa.
***
"Makasih ya,kalian udah mau Aku repotin."
"Repot gimana,santai aja.Lagian kan kita juga ingin tahu tempat kamu di sini kayak apa.Teruskan masa iya,kita tega membiarkan kamu berangkat sendirian." jelas Dewa setelah kami tiba di depan rumah sakit.
Aku pun langsung turun dan berpamitan sama mereka.
"Jingga tunggu," ucap Adel.
"Nanti,kalau ada apa-apa kabarin Aku yah."
"Maaf juga,nggak bisa nemenin kamu di sini." lanjut nya.
"Tidak apa-apa.Dengan kamu mau menemani Aku sampai ke sini,itu sudah sangat cukup bagi Aku."
Adel pun langsung memeluk Ku.Aku bisa melihat raut wajah nya yang sedih.Karena harus pulang lebih dulu.
"Hati-hati di jalan nya.Nanti,kalau udah sampai di rumah langsung kabarin Aku." ucap Ku sambil mengelus punggung nya.
"Ya sudah Aku pulang yah." dia pun melepaskan pelukannnya dan kembali masuk ke dalam mobil.
****
__ADS_1
**Adel POV*
"Iya emangnya apa yang kalian lakukan tadi.Sampai-sampai teriakkan kamu kedengaran sampai ke belokkan sana." ucap Dewa.
"Gita iseng baget,bilang kalau di rumah nya Jingga ada hantu nya." timpal Ku.
"Hantu?" ucap Jingga terkejut.
"Enggak,tadi Aku cuma iseng aja nakutin dia." timpal Gita.
"Ya ampun kalian ada-ada aja deh.Udahlah,sebaiknya kita masuk aja." ajak Jingga.
Aku pun tetap merangkul tangannya Jingga sampai kami masuk ke dalam rumah.
"Mana ada hantu,rumah ini tuh setiap hari ada yang nempatin.Orang tua Ku sengaja meminta saudara untuk nempati ini rumah,supaya ada yang merawatnya juga." jelas nya.
"Jadi,ini rumah nggak pernah kosong." lanjut Jingga.
"Tuh,dengarkan baik-baik." timpal Dewa langsung duduk di Sofa.
***
Sore harinya,Jingga meminta untuk di antarkan kembali ke rumah sakit.Sedangkan Aku,Gita sama Dewa memutuskan untuk pulang lebih dulu.Setelah kami berunding dengan Jingga.Kami akan pulang dengan menggunakan mobil milik Jingga.Sedangkan Jingga,dia akan tinggal beberapa hari lagi di sini sampai kondisi kakeknya membaik.
"Makasih ya,kalian udah mau Aku repotin." ucap Jingga.
"Repot gimana,santai aja.Lagian kan kita juga ingin tahu tempat kamu di sini kayak apa.Teruskan masa iya,kita tega membiarkan kamu berangkat sendirian." jelas Dewa setelah kami tiba di depan rumah sakit.
Jingga pun langsung turun dan berpamitan sama kami bertiga.Namun,Aku langsung menyusulnya ikut turun.
"Jingga tunggu," seru Ku.
"Nanti,kalau ada apa-apa kabarin Aku yah."
"Maaf juga,nggak bisa nemenin kamu di sini." lanjut Ku.
"Tidak apa-apa.Dengan kamu mau menemani Aku sampai ke sini,itu sudah sangat cukup bagi Aku." balas Jingga.
Aku pun langsung memeluknya.Aku sedih karena harus berpisah dengan Jingga.Karena kami harus pulang lebih dulu.
"Hati-hati di jalan nya.Nanti,kalau udah sampai di rumah langsung kabarin Aku." ucap nya sambil mengelus punggung Ku.
"Ya sudah Aku pulang yah." Aku pun melepaskan pelukannnya dan kembali masuk ke dalam mobil.
"Dah......" ucap Ku sambil melambaikan tangam melepaskan Jingga.
Jingga pun membalas lambaian tangan Ku sambil tersenyum melepas kepergian kami.
"Ya ampun Del,kayak mau pisah bertahun-tahun lamanya....." ucap Dewa.
"Ih Dewa mah,suka banget ngebecandain teman," timpal Ku.
__ADS_1
"Paling juga Jingga besok atau lusa udah balik lagi.Kita do'a kan saja,semoga kakeknya cepat sembuh dan bisa pulang dari rumah sakit." tutur Dewa.
"Amin......" ucap Ku dan Gita bersamaan.