JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episode 23


__ADS_3

* * *


** Adel POV **


Beberapa hari kemudian kondisiku mulai membaik dan Dokter sudah mengijinkan untuk Aku pulang,namun tetap harus dengan pengontrolan dari Dokter.


''Adel..... Akhirnya Kamu di ijinkan pulang juga...''tutur bunda.


''Iya bunda....''


''Bunda akan panggil ayah dulu,buat bantu bawa beberapa barang. Adel tunggu di dulu ya....'' perintah bunda.


''Iya bunda....''timpal Ku.


Bunda pun beranjak pergi meninggalkan Aku untuk memanggil ayah. Dan tidak beberapa lama Bunda dan ayah pun datang.


''Ayo Del....'' ajak ibu.


''Sini ibu pegangin Kamu,pelan-pelan saja jalannya.....'' tuturnya.


Aku pun berjalan perlahan menyusuri rumah sakit menuju lobi.


''Kita tunggu di lobi saja yah,tidak usah ikut ke parkiran....'' ucap bunda.


Aku pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan bunda.


''Nah itu mobil ayah. Ayo.....'' ajak bunda sambil menunjuk mobil yang baru saja terparkir di depan lobi.


Aku pun langsung memasuki mobil dan duduk di belakang bersama bunda.


''Adel,kakakmu tidak bisa nemenin Kita pulang dari rumah sakit,karena Abel sekolah....'' jelas bunda.


''Iya bunda tidak apa-apa.....'' tutur Ku.


Sepanjang perjalanan Aku cukup menikmati suasana di luar lewat jendela mobil. Hari ini cuaca cukup cerah,langit berwarna biru menyala.


Sesampainya di rumah Aku pun langsung di ajak bunda masuk.


''Ini rumah Kita.....'' tuturnya.


''Oh ini rumah Kita bunda.....'' seruku.


Aku melihat beberapa foto yang di pajang di berbagai sudut ruangan. Dan Aku melihat diriku sendiri di sana.


''Bunda,,apakah itu Aku...?'' tunjuk Ku pada sebuah foto.


''Iya itu Kamu. Kamu anak yang ceria,penuh semangat....'' tutur bunda berkaca-kaca.


''Penampilanku kenapa seperti laki-laki ya bunda???'' tanya Ku.


''Iya. Kamu lebih suka memakai pakaian yang seperti itu,sesuatu yang simpel. Namun kecantikan Adel tetap terpancar...'' jelas bunda.


Aku pun tersenyum mendengar perkataan bunda yang secara tidak langsung memuji Ku.


''Ayo Kita ke kamar Kamu.....'' ajak bunda.


Aku mengikuti arah bunda melangkah dan memasuki ruang kamar.


''Ini kamar Adel....'' tutur bunda.


Aku pun melihat sekeliling kamar. Ruangan yang sederhana dan simpel namun kesan kamar anak perempuan terlihat,meskipun kata bunda Aku anak yang tomboy.


Aku pun menyusuri setiap ruangan itu dan melihat beberapa foto Ku yang terpajang di dinding.


Saat Aku membukakan pintu kamar mandi,Aku merasakan ketakutan yang teramat sangat. Terbayang sesuatu yang mengerikan dan darah yang berserakan.

__ADS_1


''Ah.... Tidak.....'' teriak Ku.


''Tidak......'' teriak Ku kembali.


Bunda pun langsung menghampiri Aku yang tertunduk lemas di depan kamar mandi.


''Sayang Kamu kenapa???'' tanya bunda khawatir.


''Bunda di sana banyak darah,Adel takut bunda.....'' teriak Ku.


''Darah???'' tanya bunda heran.


Bunda pun mencoba masuk ke dalam kamar mandi itu.


''Tidak ada darah di sini....'' tuturnya.


''Darah bunda..... Darah....'' teriak Ku semakin histeris. Dan perlahan kesadaran Ku pun menghilang.


* * *


**Jingga POV **


Setelah pulang sekolah Aku pun langsung memutuskan untuk langsung pulang dan tidak ikut ajakan Dewa main ke rumahnya.


Setibanya di parkiran Aku langsung berniat melajukan motor Ku.Namun tiba-tiba seseorang memanggilku.


''Jingga.....'' serunya.


Aku melihat ke arah sumber suara tersebut.


"Abel...." ucapku dalam hati.


Dia pun menghampiri Aku yang sudah berada di atas motor.


"Aku ingin menolaknya,tapi alasan apa yang bisa aku sampaikan.Sedangkan Abel sudah siap-siap menaiki motorku...." gerutu Ku dalam hati.


''Jingga..Kenapa Kamu malah diam saja?? Boleh kan...!'' lanjutnya.


''Iya boleh....'' jawabku pasrah.


Saat Aku mulai untuk melajukan motorku tiba-tiba kaka Abel menepuk pundak Ku.


''Jingga sebentar,ada yang menelepon Ku....'' tuturnya.


''Halo. Iya bunda.....'' ucap Abel


''Apa??? Adel teriak histeris terus....?'' lanjutnya.


''Baik bunda sebentar lagi Abel akan sampai....'' tutupnya.


''Kenapa kak??'' tanyaku penasaran.


''Kata bunda Adel teriak histeris terus. Ayo Jingga cepat Kita pulang.....'' ajak kak Abel.


"Adel Kamu kenapa??? Semoga Kamu baik-baik saja,tunggu Aku....." bisik Ku dalam hati.


Aku pun langsung melajukan motorku dengan cepat.Sesampainya di rumah Adel terdengar isak tangis bundanya Adel dari dalam rumah.Kami pun langsung menghampirinya,Aku khawatir sekali dengan keadaan Adel.


''Bunda....'' seru Abel.


''Abel.....'' sahutnya.


''Gimana keadaan Adel bunda???'' tutur Abel.


''Adikmu baru saja tertidur,setelah dokter memberikannya obat....'' ucap bunda.

__ADS_1


''Ayah kemana???'' tanya Abel.


''Ayahmu mengantarkan Dokter ke Rumah Sakit....''


''Apa yang Dokter katakan???''


''Sepertinya Adikmu mempunyai trauma terhadap kamar mandi di kamarnya,dia terus saja berteriak menyebut-nyebut darah...'' isak bunda.


''Ya ampun Adel......'' ucap Abel lemah.


Mendengar ucapan bundanya Adel,Aku pun merasakan sakit di hati Aku.Merasakan penyesalan yang teramat terhadap Adel.


Aku langsung memutuskan untuk ke luar dari rumahnya Adel. Aku tidak tahan mendengar apa yang bundanya katakan.


** Adel POV **


Aku tersadar kembali dan perlahan membuka mataku,di sampingku ada bunda yang tertunduk lemas.


''Bunda......''


''Iya Nak.....''jawabnya lemah.


''Bunda lihat kan darahnya??''


''Iya bunda lihat sayang.Bunda dan ayah sudah membersihkannya.....'' tutur bunda.


''Syukurlah......''


''Ya sudah Adel istirahat lagi. Yah....!''ucap bunda.


''Iya bunda....'' Aku pun memejamkan mataku kembali.


Terdengar suara langkah kaki bunda meninggalkan kamar Ku,


''Bagaimana Adel bunda.....?'' tanya ayah.


''Dia sudah tenang dan sekarang sedang istirahat.....'' jelas bunda.


''Ya sudah kalau begitu ayah mengantarkan dulu Pak Dokter.....'' tutur ayah.


Tidak lama kemudian terdengar isak tangis ibu di luar sana.


"Maafkan Adel bunda..... Adel belum bisa mengingat semuanya. Adel malah buat bunda sedih terus. Adel janji akan berusaha perlahan mengingat kembali memori Adel yang hilang...."bisik Ku dalam hati.


**Jingga POV **


''Bu Jingga pulang.....''seru Ku.


''Iya.Ibu di sini di dapur Jingga....'' tuturnya.


Aku langsung menghampiri ibu yang tengah memasak dan duduk di kursi makan.


''Jingga ada apa dengan raut wajah Kamu???'' tanya ibu penasaran.


''Bu.... Sepertinya bukan hanya ingatan Adel yang hilang,tapi Adel juga memiliki trauma terhadap kamar mandi yang ada di kamarnya.....'' jelas Ku.


''Kenapa Jingga bisa bilang begitu?? Apa Jingga tahu sesuatu???'' tanya ibu kembali.


''Tadi pas Jingga pulang sekolah,kak Abel nebeng pulang sama Jingga. Sesampai di rumahnya Jingga tidak sengaja mendengar percakapan kak Abel dengan bundanya. Katanya Adel habis teriak histeris menyebut-nyebut darah terus saat melihat kamar mandi yang ada di kamarnya.....'' jelas Ku.


''Ya ampun Adel......'' ucap ibu lemas dan langsung duduk di sampingku.


''Aku langsung merasa lemas mendengar percakapan mereka....''timpal Ku.


''Jingga.... Kamu jangan sampai lemah,Kamu harus kuat. Bantu Adel untuk mengingat kembali memorinya yang hilang. Jaga dia sebaik mungkin....'' tutur ibu.

__ADS_1


__ADS_2