JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episode 44


__ADS_3

***


"Ya emang nya kita nggak boleh tanya-tanya sama teman sendiri....."ucap Raya langsung duduk di samping Dewa.


"Hem,ngambek......."timpal Dewa.


"Lagian kamu aneh sih....."


"Kenapa,kalian ada sesuatu yang di sembunyikan dari kita yah?Dan mencoba menyogok Aku dan Adel dengan semangko bubur ini....."lanjut Raya.


"Aduh ini lagi.Apaan sih,ngomongnya kemana aja.Udah makan aja buburnya......"ucap Dewa sambil menyuapi krupuk ke mulut Raya.


"Ih Dewa iseng banget....."rengek Raya sambil memukul Dewa.


"Udah,kalian berdua kebiasaan deket dikit aja pasti langsung berantem...."ucap Jingga berusaha melerai.


"Dia yang duluan...."timpal Raya.


"Kamu tuh yang duluan....."sahut Dewa.


"Aduh........"


"Gue pusing lihatnya......"lanjut Jingga.


Aku hanya tersenyum saja melihat tingkah mereka bertiga.


Setelah selesai makan bubur,kami berempat langsung pulang bareng.Selama di perjalanan,Raya dan Dewa tidak berhentinya becanda dan buat Aku dan Jingga geleng-geleng kepala.


Tapi,ya begitulah mereka berdua.Bentar-bentar berantem,beberapa menit kemudian juga langsung baikan.


Dan yang paling duluan berpisah itu Raya,karena rumah dia yang paling dekat.


"Dah......"ucap Raya sambil melambaikan tangan.


"Iya sana bawel,pake dadah-dadah segala....."tutur Dewa.


"Udah,kenapa sih masih berlanjut aja...."timpal Ku.


Setelah kepergian Raya,akhirnya selanjutnya yang berpamitan itu Dewa.Dan sekarang tinggal Aku sama Jingga berdua.


Suasana tiba-tiba menjadi hening seketika,Aku juga bingung harus membahas apa sama Jingga.Jadinya,Aku hanya diam saja.


"Im Adel......"ucap Jingga memecah keheningan.


"Yah......"timpal Ku melihat ke arah Jingga.


"Kenapa Jingga....?"lanjut Ku.


"Nggak kenapa-kenapa.Aku cuma mau bilang....."ucap Jingga terhenti.


"Bilang apa...?"tanya Ku penasaran.


"Kok kamu malah diam sih.....?"lanjut Ku.


Jingga hanya diam mematung,tidak menjawab ucapan Ku.


"Hei Jingga.....!"bentak Ku.

__ADS_1


"Aku cuma mau bilang,Aku duluan yah.Aku kebelet mau setor....."ucap Jingga langsung berlari meninggalkan Aku.


"Hah,yang benar saja.Ada-ada kelakuan dia......"ucap Ku sambil melihat ke arah perginya Jingga.


***


**Jingga POV*


Setelah sampai di tempat yang jualan bubur,Dewa langsung memesan dua porsi bubur.


"Kita,duduk di bawah pohon itu aja...."tunjuk Dewa.


"Oke......"


Kami berdua pun langsung duduk dintempat yang di maksud Dewa tadi.Tidak lama kemudian,sang penjual bubur pun mengantarkan dua mangkok bubur pesanan kami.


Aku dan Dewa sama-sama menikmati sarapan bubur pagi ini.


"Hei.....!" Tiba-tiba seru Raya mengagetkan Aku dan Dewa yang tengah lahap menyantap bubur.


"Ah......"terik kami bersamaan.


"Gila loe yah Raya.Jantung gue mau copot ini...."tutur Dewa sambil memegangi dadanya.


"Lagian kalian makan bubur nggak ngajak-ngajak....."timpal Raya.


"Ya kan,emang kita ketemu sama kamu sebelumnya...?"sahut Ku.


"Ih kata Adel,tadi dia sempat ketemu sama kalian berdua.Emang dasar yah,giliran waktunya makan kita-kita mah nggak di ajak...."rajuk Raya.


"Kalau mau tinggal pesen aja sih.Nggak usah banyak drama....."sahut Dewa.


"Buset ini anak udah mah gue yangbteraktir dia,sekarang malah sok-soan nawarin mereka...."bisik Ku dalam hati.


"Beneran? Tapi kamu yang traktir yah...."tutur Raya senang.


"Jingga yang bayarin....."ucap Dewa sambil melahap buburnya kembali.


"Beneran Jingga....?"tanya Raya kembali sambil menatap Ku.


"Iya,sok aja biar cepet.Masih pagi udah berisik aja sama dumelan kamu.Udah Adel sini duduk....."tutur Ku sambil mengambilkan satu kursi untuknya.


"Wah ada apa nih,kamu tiba-tiba mau teraktir Aku dan Raya....?"tanya Adel heran.


"Ini lagi sama.Banyak tanya...."sahut Dewa.


"Ya emang nya kita nggak boleh tanya-tanya sama teman sendiri....."ucap Raya langsung duduk di samping Dewa.


"Hem,ngambek......."timpal Dewa.


"Lagian kamu aneh sih....."


"Kenapa,kalian ada sesuatu yang di sembunyikan dari kita yah?Dan mencoba menyogok Aku dan Adel dengan semangko bubur ini....."lanjut Raya.


"Aduh ini lagi.Apaan sih,ngomongnya kemana aja.Udah makan aja buburnya......"ucap Dewa sambil menyuapi krupuk ke mulut Raya.


"Ih Dewa iseng banget....."rengek Raya sambil memukul Dewa.

__ADS_1


"Udah,kalian berdua kebiasaan deket dikit aja pasti langsung berantem...."ucap Ku berusaha melerai pertengkaran diantara keduanya.


"Dia yang duluan...."timpal Raya.


"Kamu tuh yang duluan....."sahut Dewa.


"Aduh........"Aku sedikit berteriak.


"Gue pusing lihatnya......"lanjut Ku.


Sebenarnya,Aku merasa tidak enak juga sama pembeli yang lainnya.Semenjak kedatangan Raya dan Adel,ada beberapa dari mereka yang menatap ke arah kami berempat,karena suara gaduh yang di timbulkan Raya dan Dewa.


***


Setelah selesai makan bubur,kami berempat langsung pulang bareng.Selama di perjalanan,Raya dan Dewa tidak berhentinya becanda.Sedangkan Aku dan Adel geleng-geleng kepala dan menyimaknya saja.


Tapi,ya begitulah mereka berdua.Bentar-bentar berantem,beberapa menit kemudian juga langsung baikan.Dan yang paling duluan berpisah itu Raya,karena rumah dia yang paling dekat.


"Dah......"ucap Raya sambil melambaikan tangan.


"Iya sana bawel,pake dadah-dadah segala....."tutur Dewa.


"Udah,kenapa sih masih berlanjut aja...."timpal Adel.


Setelah kepergian Raya,akhirnya selanjutnya yang berpamitan itu Dewa.Dan sekarang tinggal Aku sama Adel berdua saja.


Suasana tiba-tiba menjadi hening seketika dan canggung.Aku bingung harus membahas apa sama Adel.


"Duh harus ngomong apa nih? Masa iya harus langsung ngajak dia buat pergi berdua.Nanti yang ada Adel berfikir aneh lagi....."bisik Kubdalam hati.


"Im Adel......"ucap Ku memecah keheningan.


"Yah......"timpal Adel melihat ke arah Ku.


"Kenapa Jingga....?"lanjutnya.


"Nggak kenapa-kenapa.Aku cuma mau bilang....."ucapan Ku terhenti.


"Bilang apa...?"tanyanya penasaran,sambil menghentikan langkahnya.


"Kok kamu malah diam sih.....?"lanjutnya.


Aku hanya diam mematung,tidak langsung menjawab pertanyaan darinya.


"Hei Jingga.....!"bentak Adel mengagetkan Ku.


"Aku cuma mau bilang,Aku duluan yah.Aku kebelet mau setor....."ucap Ku langsung berlari meninggalkan Adel tanpa melihat kembali ke arahnya.


"Ya ampun Jingga.Kamu payah banget sih,dasar bodoh......."ucap Ku pelan sambil menepuk kepalaku.


"Bisa-bisanya yang ada di fikiran kamu,alasan yang menjijikan seperti iti.Dasar pengecut...."lanjut Ku.


Aku pun langsung mempercepat lari Ku dan tiba di rumah.


Setelah sampai di rumah,Aku langsung menelepon Dewa dan menceritakan kejadian yang Aku alami barusan.Dewa,tidak henti-hentinya tertawa dan menyalahkan Aku atas sikap Ku.


Aku pun menyadari,sikap Ku yang jadi pengecut di depan orang yang Aku sayang.Keberanian Ku seketika menciut di saat ada di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2