
***
Aku pun tersenyum melihat Adel yang tengah di becandain sama kak Abel dan Dewa.
"Udah yuk ah.Kita pulang saja," ajak nya.
"Sampai ketemu besok," lanjut Adel sambil melihat ke arah Ku.
"Iya,makasih ya." ucap Ku sambil tersenyum ke arah nha.
"Ehem......" ucap Dewa dan kak Abel bersamaan.
Adel pun lebih dulu keluar dan di susul oleh kak Abel.
"Lucu juga yah,saat Adel malu kayak gitu." titur Ku.
"Hadeh,mulai deh." timpal Dewa.
"Ya udah lah ayok kita makan.Aku udah lapar nih." ajaknya.
Kami berdua pun menikmati makanan yang di bawakan Adel dan kak Abel tadi.
Setelah menikmati makanan nya,Aku dan Dewa pun langsung bersiap-siap untuk tidur.
***
Pagi harinya,Aku terbangun lebih dulu dari Dewa.Setelah itu,Aku langsung meraih HP yang Aku simpan di atas meja di samping kasur.
Ternyata sudah ada pesan masuk saat Aku membukanya.
Aku pun langsung membuka pesan yang di kirimkan oleh ibu.
"Jingga."
"Semalam,ibu sampai dengan ayah pukul 19.30 di rumah kakek."
"Kami langsung membawa kakek ke rumah sakit.Karena keadaan kakek yang memburuk dan harus segera menerima perawatan segera.
Aku langsung terdiam setelah membaca pesannyang di kirimkan oleh ibu.Aku pun langsung membangunkan Dewa untuk memintanya menemani Aku.
"Dew....!" ucap Ku sambil membangunkan nya.
"Dewa,bangu." ucap Ku kembali.
"Hem,kenapa?" ucap Dewa dengan mata yang masih terpejam.
"Bangun dulu Dew," lanjut Ku.
Dewa pun langsung beranjak dari tidurnya dan langsung menghadap ke arah Ku.
"Hah,kenapa?" tanya nya.
"Kamu harus mengantar Ku ke tempat tinggal Ku dulu." timpal Ku.
"Hah?" Dewa langsung membuka matanya lebar.
"Jingga,kamu sedang tidak mimpi kan? Kamu serius?" tanya nya kembali.
"Aku serius Dew,sebaiknya sekarang kita bersiap untuk mandi dan langsung berangkat." jelas Ku.
"Ya udah kamu duluan saja.Nanti kalau kamunsudah selesai baru Aku yang akan mandi.Aku masih ingin menyadarkan diri," timpal nya.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu," balas Ku langsung turun dari kasur.
Aku merasa pagi ini,kaki Ku jauh lebih baik.Sudah tidak ada nyeri yang Aku rasakan.Mungki ini efek dari obat dan bekas di urut semalam itu.
Aku pun langsung masuk ke dalam kamar mandi setelah mengambil pakain ganti.
***
Sambil menunggu Dewa selesai mandi,Aku memilih untuk duduk di ruang tengah sambil menghubungi ibu lewat pesan.Aku menanyakan nama rumah sakit tempat kakek di rawat.
"Jingga....." teriak Dewa.
"Kenapa?" tanya Ku langsung menghampirinya.
"Baju,Aku tidak membawa baju ganti." timpalnya yang tengah berdiri di ambang pintu kamar mandi.
"Ya ampun,Aku pikir apaan.Ya udah sih,pakai baju Aku saja.Kayak ini baru pertama kalinya buat kamu," bakas Ku.
"Oke," ucapnya sambil tersenyum.
"Huh,modus banget." ucap Ku pelan.
"Sekalian yah,nanti Aku pinjam sepatu kamu."
"Ya udah." jawab Ku pasrah.
***
Sekitar pukul 07.30,Aku dan Dewa pun sudah siap -siap untuk berangkat.
"Kita belum sarapan sama sekali," ucapnya sambil memakai sepatu milik Ku.
"Ya udah,itu mah gampang.Kita bisa cari sarapan nanti di jalan." timpal Ku.
"Ini sudah baik-baik aja kok.Aku sudah tidak merasakan nyeri juga.Kamu lihat aja,sudah tidak ada lebamnya kan?" timpal Ku.
"Iya sih.Aku lihat tinggal luka goresan nya saja yang belum kering."
"Makanya,Aku memilih untuk memakai celana pendek.Supaya luka goresnya tidak tertutup." balas Ku.
"Oh iya,memangnya kamu sudah beritahu Adel.Kalau kamu mau jenguk kakek kamu?" lanjut Dewa.
"Oh iya,Aku lupa belum memberi tahu dia," timpal Ku langsung meraih HP di saku jaket Ku.
***
"Jingga.....!" seruan Adel menghentikan niat Ku untuk menelepon nya.
"Panjang umur juga dia," ucap Dewa.
Adel pun menghampiri Aku dan Dewa dengan menenteng kantong plastik di tangan nya.
"Kalian mau ke mana? Kalian sudah rapi juga,?" tanya nya.
"Ah itu,"
"Jadi gini,Aku berniat untuk menyusul ayah dan ibu.Karena Aku menerima kabar kalau kondisi kakek tidak baik-baik saja." lanjut Ku.
"Lalu bagaimana dengan keadaan kaki kamu?" tuturnya.
"Ini sudah tidak apa-apa kok.Aku sudah tidak merasakan nyeri juga seperti kemarin." jelas Ku.
__ADS_1
"Kamu serius?" ucap Adel sambil menatap Ku.
"Serius Del.Mana berani Aku berbohong sama kamu,"
"Sebelum kalian berangkat,makanlah ini.Tadi,Aku membeli bubur ayam untuk sarapan kalian."
"Tentunya kalian belum sarapan bukan?" tanya nya.
"Ya ampun Adel,memang yah.Dari semalam kamu menjadi penyelamat kami berdua,saat kami belum makan." ucap Dewa langsung meraih kanton plastik dari tangan Adel.
"Ya sudah kamu juga makan yah," pinta nya.
Aku dan Dewa pun langsung duduk di kursi yang ada di teras depan,sambil menikmati bubur ayam yang di bawakan Adel.
***
"Ya udah yuk,kita langsung berangkat.Nanti keburu siang." ucap Ku setelah menghabiskan buburnya.
"Aku ikut yah," timpal Adel.
"Jangan Del,perjalanan nya lumayan jauh.Lagi pula kamu harus mendapatkan dulu ijin dari orang tua kamu juga." timpal Ku.
"Ya udah kalau gitu,Aku pulang dulu untuk meminta ijin sama ibu." balasnya.
"Tapi,"
"Tapi kenapa? Kamu tidak ingin mengajak Ku yah?"
"Bukan begitu,Aku tidak enak karena harus merepotkan kamu juga." timpal Ku.
"Ya udah kalau Aku nggak boleh ikut,kamu juga tidak boleh pergi."
"Del....."
"Aku serius Jingga."
"Aku ingin ikut sama kamu,supaya Aku bisa membantu kamu juga nanti.Aku khawatir terjadi sesuatu dengan kaki kamu saat di perjalan nanti." lanjutnya.
" Hem,mulai deh.Aku hanya jadi nyamuk saja di sini." tutur Dewa.
"Ya udah kalau kamu tetap memaksa untuk ikut bersama Ku.Ayo kita minta ijin dulu sama orang tua kamu."
Aku paling tidak bisa untuk tidak mengiyakan keiginan Adel.
"Ijin apa?" tiba-tiba ibunya Adel datang menghampiri kami.
"Itu tante,"
"Jadi begini bu," Adel pun menjelaskan kondisinya sama ibunya.
"Ah jadi begitu.Yang bawa mobilnya berarti Dewa?" tanya nya.
"Iya tante," jawab Dewa.
"Ya sudah.Tante ijinkan kamu untuk ikut dengan Jingga.Tapi ingat,setelah sampai di sana kamu harus langsung hubungi ibu."
"Iya bu pasti,"
"Ya sudah.Dewa,hati-hati yah bawa mobilnya,jangan ngebut-ngebut." perintah nya.
"Yang terpenting kalian selamat sampai tujuan." lanjut ibu Adel sambil melihat ke arah Dewa.
__ADS_1
"Siap tante,Dewa pasti akan melakukan nya."