
***
Kami mengobrol banyak hal dan saling bertukar pengalaman satu sama lain.Aku pun tidak sendirian mengobrol dengan orang yang namanya Refan,melainkan dengan anggota tim Ku yang lain juga.
***
**Adel POV*
"Ayo Del,kenapa kamu malah berdiam diri disana....?"ucap Raya.
Meskipun Aku tidak bisa mengingat jelas,masalalu Ku dengan Refan.Namun,saat melihat dia tengah berada di hadapan Jingga sekarang hati Ku merasakan ketakutan.
Aku takut Jingga akan salah paham nantinya dan berpikir yang tidak-tidak terhadap Aku.Mekipun,Aku tahu status hubungan Aku dengan Jingga belum jelas.
Aku masih saja terus di bayangi ketakutan dan sulit untuk Aku menghindarinya.
Tanpa aba-aba Aku langsung memundurkan langkah Ku dan pergi dari lapangan.Teman-teman Ku pun langsung heran melihat apa yang Aku lakukan.
Ya,Aku memang pengecut sekarang.Aku malah lari dari kenyataan dan tidak mencoba untuk menghadapinya.
Aku pun langsung sembunyi di belakang kelas 3 dan duduk di salah satu sudutnya.Aku hanya termenung dan menangis.Aku juga kesal dengan diriku saat ini.
"Adel......!"seruan Gita terdengar jelas.
"Adel,kamu di mana? Del,kami khawatir sama kamu....."lanjut Gita.
Aku hanya terdiam saja dan menahan tangis Ku supaya tidak terdengar oleh Gita dan Raya.
Namun,sayangnya Raya telah lebih dulu menemukan Aku.
"Adel.....!"serunya langsung menghampiri Ku.
"Ya ampun,kenapa kamu malah disini.Kami khawatir tau sama kamu...."lanjutnya langsung memeluk Ku.
Tidak berselang lama Gita pun menyusul dan menghampiri Aku.
"Syukurlah kamu ada di sini.Aku pikir kamu pergi kemana...."ucap Gita.
"Sudah,jangan nangis terus.Nanti kalau,Jingga tahu gimana...?"lanjut Gita.
"Kok kamu.....?"ucap Ku pelan sambil melihat ke arah Gita.
"Sudahlah.Baik Aku atau pun Raya,kami sudah tahu dan paham situasinya seperti apa....."lanjut Gita.
"Aku takut Git......"
"Aku takut,buat Jingga kecewa lagi....."lanjut Ku.
__ADS_1
"Iya Aku ngerti perasaan kamu sekarang.Tapi,seperti yang kamu katakan antara kamu dengan Refan,sudah tidak ada hubungan apa-apa....."ucap Gita.
"Jadi,buang rasa takutmu itu.Kalau kayak gini,kamu malah menghindarinya yang ada Jingga akan makin bertanda tanya sama kamu....."lanjutnya.
"Benar kata Gita......"sahut Raya.
"Kamu harus coba hadapin Refan,meskipun di sana ada Jingga.Aku yakin,Jingga akan mengerti situasinya seperti apa.Yang terpenting kamu cerita sama Jingga,supaya dia tidak salah paham nantinya....."jelas Raya.
"Tumben,kamu pintar....."timpal Gita.
Aku pun mulai mempuyai keberanian,setelah mendengar ucapan kedua teman Ku ini.Dan perlahan beranjak dari duduk Ku.
"Hapus dulu,air matamu.Tidak mungkin kan,kamu menemui Jingga dengan keadaan seperti ini....."ucap Gita sambil menghapus air mata yang membasahi pipi Ku.
Dengan kekuatan dan keyakinan yang di berikan kedua teman Ku,akhirnya Aku pun perlahan berjalan kembali menuju lapangan dimana Jingga berada.
"Tenang,ada kita di samping kamu.Kita pasti akan bantu kamu......"bisik Raya.
Aku pun perlahan mulai mendekati Jingga yang masih mengobrol dengan Refan dan satu temannya yang Aku tidak tahu namanya.
"Hai......"ucap Ku pelan menatap ke arah Jingga.
"Adel......"
Jingga langsung beranjak dari tempat duduknya.Dan langsung menghampiri Aku yang berdiri tidak jauh darinya.
"Aku pasti datanglah.Mana mungkin Aku nggak datang,hari ini kan sekolah kita ikut lomba....."balas Ku mencoba baik-baik saja.
"Bentar deh,matamu kenapa? Kok merah gitu,kamu habis nangis.....?"selidik Jingga.
"Nangis? Siapa yang nangis Jingga.Aku juga nggak tahu malah kalau mata Ku merah.Masa sih....?"
"Bener nggak ada apa-apa....?"tanyanya kembali dan terus memperhatikan wajah Ku.
"Aku nggak kenapa-kenapa Jingga.Kamu nggak perlu khawatir......"
"Aku tahu,kamu lagi berbohong sekarang.Nanti setelah selesai pertandingan Aku ingin kita bicara berdua....."bisiknya pelan mendekati telinga Ku.
Memang benar yah,tanpa Aku harus mengatakannya.Jingga sudah tahu kondisi Aku seperti apa.
"Adel.....?"tiba-tiba Refan menghampiri Aku dan Jingga.
"Kamu Adel kan....?"tanya nya kembali.
"Iya....."ucap Ku pelan.
"Kamu kenal sama Adel....?"tanya Jingga melihat ke arah Refan.
__ADS_1
"Tentu saja.Dulu Aku satu sekolah sama Adel saat SMP....."jelasnya.
"Aku tidak menyangka akan bertemu kamu juga di sini....."lanjutnya.
"Iya......"jawab Ku singkat.
"Tidak ada yang berubah yah.Kamu masih seperti dulu....."tutur Refan.
"Maksudnya...?"tanya Jingga heran.
**Pri-i-i-i-t*
Bunyi pluit pun akhirnya menyudahi percakaoan kami bertiga.
"Sampai ketemu lagi yah,Aku harus kesana dulu...."ucap Refan langsung berlari ke arah lapangan sebelaj di ikuti temannya yang sedari tadi ada di sampingnya.
"Del,memangnya dia siapanya kamu? Kok dia bicara kayak gitu....?"tanya Jingga penasran.
"Jingga.Sekarang waktunya untuk kamu bertanding,sebaiknya nanti kita bicarainnya yah....."jelas Ku.
Jingga terdiam sejenak dan berlalu langsung berlari bergabung dengan teman satu timnya.
Aku bisa melihat sangat jelas.Kemarahan yang dia pendam sekarang.Namun,Aku tidak mugkin menjelaskannya sekarang.Yang ada nantinya Aku malah mengganggu konsentrasi Jingga saat bertanding.
Setelah kepergian Jingga,Aku langsung berbalik dan menghampiri teman-teman Ku yang sedari tadi berdiri di salah satu pojok lapangan.
"Kita,tahu ini pasti berat buat kamu......"ucap Gita langsung merangkul Ku.
"Iya Del.Tapi,Aku yakin Jingga nantinya akan ngerti kok.Kita pasti bantu kamu untuk ngejelasinnya sama Jingga....."timpal Dewa.
"Iya makasih ya...."
Sepanjang pertandingan mataku tidak lepas memandangi setiap gerakan Jingga.Aku takut,Jingga tidak fokus dan membuat kesalahan.Namun,itu hanya ketakutan Ku saja.Sepanjang perjalanan Aku melihat dia baik-baik saja dan banyak memasukan poin untuk sekolah Ku.
Meski pun terkadang,saat mata kami bertemu satu sama lain,dia akan langsung memalingkannya.Wajar saja dia kesal sekarang padaku,di saat dia tengah semangat-semangatnya untuk bertanding Aku malah memberi dia kabar yang tidak baik.
"Udahlah Del,jangan terus-terusan di pikirkan....."ucap Gita membuyarkan lamunan Ku.
"Aku takut....."ucap Ku pelan.
"Del,yakin deh.Jingga pasti akan mengerti dan paham kok.Jangan dulu berpikiran yang tidak baik,kamu tahu kan Jingga seperti apa orangnya...."lanjut Gita.
"Iya,Aku yakin banget Jingga akan ngerti dan paham sama situasi kamu sekarang....."timpal Dewa.
Setelah menunggu sekitar 60 menit akhirnya pertandingan nya pun berakhir dan di menangkan oleh sekolah Ku.
Setelah tim sekolah Ku bersalaman dengan siswa dari tim SMK 2,Jingga pun langsung menghampiri Aku dan menarik tangan Ku.
__ADS_1