JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episode 85


__ADS_3

***


Setelah Jingga masuk,tidak berselang lama tante Sofia dan 2 orang perempuan keluar dari ruangan itu.Sepertinya kedua orang itu,ibu dan anak.Aku bisa melihatnya,karena perempuan yang satunya seumuran dengan tante Sofia dan yang satunya seumuran dengan Ku.


Namun,tidak berselang lama mereka pun pergi melewati Aku dan teman-teman Ku.


"Terima kasih ya,karena kalian sudah bersedia untuk menemani Jingga sampai ke sini." ucap tante Sofia saat menghampiri kami bertiga.


"Iya nggak apa-apa tante,lagian kita juga nggak akan tega kalau membiarkan Jingga pergi ke sini sendirian." jelas Ku.


"Tapi,kalian ke sini sudah dapat ijin kan,dari orang tua kalian?"


"Tentu saja.Orang tua Ku malah menitip pesan,katanya maaf nggak bisa datang langsung ke sini untuk menjenguknya." balas Dewa.


"Tidak apa-apa.Dengan kehadiran kalian di sini,sudah buat tante sangat berterima kasih."


"Terus bagaimana keadaan kakek sekarang,tante?" tanya Ku.


"Kondisinya sudah membaik,hanya saja sewaktu-waktu bisa saja langsung melemah.Jadi,kami harus mengawasinya dengan lebih.Maklum usianya sudah lanjut juga," jelas tante Sofia.


"Ayo kita duduk di sana saja," ajak tante Sofia.


"Kita di sini saja tante,takutnya nanti kakek terganggu juga kalau terlalu banyak orang." balas Ku.


"Benar tidak apa-apa?"


"Iya tante,tidak apa-apa." timpal Ku kembali.


"Ya sudah,kalau begitu tante ke sana lagi," ucapnya langsung kembali duduk di depan kamar 402.


Hampir satu jam Jingga berada di dalam ruangan tempat kakek nya di rawat.Aku dan teman-teman menunggunya sambil main HP dan sesekali mengobrol hal lain.


Tidak lama kemudian,Aku melihat Jingga keluar dari ruangan itu.Dan dia langsung menghampiri ibunya yang tengah tertunduk.


Setelah itu,Jingga baru menghampiri kami bertiga.Yang tengah duduk tidak jauh dari tempat kakek nya di rawat.


"Gimana?" tanya Ku langsung berdiri.


"Keadaan nya sudah mulai membaik.Sekarang beliau tengah beristirahat." jelas Jingga.


"Syukurlah,setidaknya ke khawatiran kamu selama ini terobati setelah melihat keadaan nya sekarang."


"Iya," ucap nya pelan.


"Jadi,kita ke mana sekarang?" tanya Dewa.


"Ibu menyuruh untuk mengajak kalian ke rumah untuk beristirahat di sana." balas Jingga.


"Oh ya sudah kalau begitu,"


Kami pun akhirnya pulang dulu dari rumah sakit,untuk pulang ke rumah Jingga terlebih dulu.Menurut Jingga jarak dari rumah sakit ke rumah nya sendiri hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit saja.


***

__ADS_1


"Rumah kamu yang mana? " tanya Dewa setelah kami memasuki komplek perumahan tempat tinggal nya.


"Nanti ada rumah yang pagarnya warna abu-abu sama ada pohon mangga di depan nya." jelas Jingga.


"Ternyata perumahan di sini,tidak jauh beda dengan yang di daerah kita yah," ucap Gita.


"Bener," timpal Ku sambil melihat dari kaca.


"Nah,itu bukan rumah kamu?" tunjuk Dewa.


"Iya itu,kita parkir di luar saja.Kayakanya di dalam ada mobil ayah soalnya." timpal Jingga.


Dewa pun langsung memposisikan mobilnya supaya tidak menghalangi jalan.Setelah di rasa sudah pas,kami pun langsung turun dan langsung masuk ke dalam.


"Besar juga yah rumah kamu di sini," tutur Gita setelah kami masuk ke dalam.


"Ya begitunlah."


Aku dan Dewa langsung tertarik untuk melihat foto-foto yang di pajang di meja yang ada di ruang tamu.


"Aku perhatikan di sini,banyak foto kamu sama kakak kamu yah," ucap Dewa.


"Iya,karena memang Aku dekatnya dengan kakek.Soalnya dulu waktu Aku kecil,ayah banyak menghabiskan waktu di luar kota karena tugas dari tempat kerja nya.Jadi Aku di sini di jagain sama kakek." jelas Jingga.


"Oh pantas saja," timpal Dewa.


"Kamu lucu juga yah,waktu masih kecil." ucap Ku sambil tersenyum.


"Oh iya,Dew antar Aku ke toko yang ada di belakng rumah Ku yuk." ajak Jingga.


"Mau ngapain?" tanya Dewa.


"Aku mau beli minuman untuk kita,karena sepertinya di rumah Ku tidak ada apa-apa.Soalnya ibu nggak keburu membeli kebutuhan untuk di sini." jelas Jingga.


"Oh ya udah."


"Kalian tunggu di sini aja,kita nggak akan lama kok." lanjut Jingga.


Mereka berdua pun berlalu meninggalkan Aku dan Gita.Kami pun langsung duduk di sofa yang ada di ruang tamu sambil menonton TV.


"Eh,ini si Raya nelepon," ucap Gita.


"Ya udah angkat.Jangan lupa speakernya...." balas Ku.


Gita pun langsung mengangkat telepon dari teman kami yang tengah berlibur.


"Halo,"


"Kenapa Raya?"


"Kalian lagi pergi yah? Kok Aku nggak di ajak,"


"Gimana mau ngajak,kamu nya juga kan lagi pergi juga."

__ADS_1


"Memangnya kalian pergi ke mana sih? Tadi Aku lihat dari status Dewa kayak lagi di jalan tol gitu."


"Kami pergi mengantar Jingga ke rumah nya yang dulu.Karena kakeknya Jingga sedang sakit,"


"Oh begitu,Aku pikir kalian pergi jalan-jalan juga kayak Aku.


"Kamu lagi ngapain emang? Rame banget di sana?"


"Ah ini Aku lagi di tempat oleh-oleh.Oh iya,kalian mau di beliin apa nih sama Aku."


"Del,kamu mau oleh-oleh apa?" bisik Gita.


"Apa aja deh." ucap Ku pelan.


"Um,beliin aja pie susu.Kayak nya itu enak."


"Oke baiklah.Ya udah deh,kalau gitu.Sampai ketemu nanti,"


"Dah......" Raya pun langsung menutup telepon nya.


"Ya ampun,ini anak.Aku pikir kenapa," ucap Gita setelah menutup teleponnya.


"Tapi,lumayan kan nanti kita dapat oleh-oleh juga dari dia." timpal Ku.


"Iya juga sih."


"Oh iya,Jingga sama Dewa lama banget sih.Katanya pergi ke toko yang ada di belakang rumah nya.Tapi,kok belum balik-balik," ucap Gita sambil melihat ke arah luar.


"Mungkin sebentar lagi," timpal Ku.


"Ngomong-ngomong,sayang juga yah.Rumah sebesar ini di tinggalkan begitu saja.Padahal kenapa nggak di sewain aja gitu,kan lumayan."


"Ya kan kalau yang menyewanya bersih.Coba kalau yang menyewanya tidak suka bersih-bersih,yang ada malah rusak.Kata Jingga kan,emang sengaja nggak di jual."


"Sayang aja."


"Di biarkan kosong gini,nanti yang ada malah...."


"Malah apa?" tanya Ku sambil menatap Gita.


"Malah ada hantunya," ucap Gita sambil langsung berlari ke luar rumah.


Aku pun langsung menyusulnya sambil berteriak ketakutan.


"Ah Gita mah,malah nakutin Aku......" rengek Ku.


"Haha....." Gita hanya tertawa melihat wajah Ku yang ketakutan.


"Eh,kok kalian di luar?" tanya Dewa sambil menenteng beberapa kantong plastik.


Aku pun langsung menghampiri Jingga dan langsung merangkul tangan nya.


"Tau nih,Gita.Iseng banget....."

__ADS_1


__ADS_2