JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episode 77


__ADS_3

***


"Iya Adel mengerti maksud perkataan ibu."


"Kaliam masih sama-sama sekolah sekarang.Jalan hidup kalian masih panjang,"


"Ya Adel paham kok bu.Adel juga akan menjaga kepercayaan yang telah ibu berikan sama Adel."


"Ya udah sana,kalau kamu ingin menjenguk Jingga."


"Kamu pasti sudah mengkhawatirkan nya bukan?"


"Ya seperti itu lah," ucap Ku sambil tersenyum.


Aku pun langsung ke luar menuju rumahnya Jingga.


***


**Jingga POV*


Setelah selesai saraoan pagi,ibu meminta Aku untuk membersihkan diri Ku terlebih dahulu.Karena sejak kemarin Aku belum mandi.Dan ibu menyarankan agar dia membantu Ku untuk mandi.


Meski pun Aku sudah terbilang sudah dewasa sekarang,tapi Aku tidak malu saat ibu menyarankan untuk membantu memandikan Ku.


Setelah selesai mandi dan ibu membantu mengganti pakain,Aku pun kembali ke kamr Ku dengan menahan pegangan Ku pada dinding.Aku berusah untuk mencoba berjalan sendiri meski harus menyerek kaki Ku yang terluka.


Kata ayah,supaya otot-otot di kaki Ku tidak kaku kalau ada pergerakan.


"Dew,kamu lagi ngapain?" tanya Ku melihat Dewa yang tengah mengeluarkan setengah badan nya di jendela kamar Ku.


"Eh kamu sudah selsai ternyata,"


"Itu tadi,Aku melihat Adel tengah berada di halaman belakang rumah nya.Jadi Aku langsung memanggilnya aja ke sini." jelas Dewa.


"Terus kemana dia sekarang?"


"Katanya dia mau ke sini,mungkin masih di rumah nya."


"Ya udah kalau gitu,gue balik dulu yah.Nanti pakaian kamu gue balikin setelah gue cuci." ucap nya langsung beranjak.


"Ya udah sih nggak apa-apa,santai aja kali." timpal Ku.


"Nanti gue juga balik lagi ke sini,takutnya ibu gue nyariin.Kan semalam.gue nggak bilang dulu mau menginap di rumah kamu." tutur nya sambil memasukan pakain kotor milik dia ke dalam kantong pelastik.


"Ya udah sana.Kamu pakai aja motor Ku yang satunya lagi,yang matic itu."


"Kunci nya di mana?"


"Itu di dekat pintu keluar,di sana ada beberapa kunci yang di gantung.Tanya kan saja sama ibu Ku." timpal Ku.


"Oke kalau gitu."


"Dah....." Dewa pun langsung keluar dari kamar Ku.

__ADS_1


Setelah kepergian Dewa,Aku menyibukan diri sambil menonton film di laptop Ku.


"Mana yah? Katanya Adel mau main ke sini." ucap Ku pelan.


Tidak berselang lama,Aku mendengar ibu membuka kan pintu depan.


"Adel....." ucap Ku pelan.


Dan benar saja,Adel langsung menghampiri Aku ke kamar.


"Pagi," ucap nya sambil tersenyum.


"Del,ayo masuk." balas Ku.


Dia pun langsung duduk di samping Ku dan duduk di atas kursi yang biasa Aku gunakan untuk belajar.


"Gimana,keadaan kamu? Apa sudah membaik?" tanya nya.


"Ya sekarang sudah mendingan,tinggal nunggu luka goresan nya kering.Semalam ibu sudah membalurkan beras kencur soal nya.Jadi sangat membantu untuk proses penyembuhan nya." jelas Ku.


" Syukur lah kalau begitu,Aku jadi senang mendengarnya."


"Oh iya,Ada yang ingin Aku ceritakan sama kamu," lanjut nya.


"Apa? Apa kamu ada masalah?" tanya Ku penasaran.


"Tidak ada.Hanya saja,sebelum Aku pergi ke sini tadi,ibu Ku memanggil untuk membicarakan sesuatu pada Ku." jelas Adel.


"Ternyata ibu sudah tahu tentang hubungan kita berdua." balas Adel.


"Memang nya kamu belum menceritakan tentang hubungan kita sama ibu kamu?" tanya Ku.


"Belum.Tadinya Aku akan memberi tahunya saat Aku ada kesempatan yang tepat untuk membicarakannya."


"Tapi,ternyata ibu telah tahu hubungan kita lebih dulu.Dan itu dari ibu kamu katanya," lanjut Adel.


"Aku memang sudah memberitahu masalah hubungan kita lebih dulu pada ibu Ku." timpal Ku.


"Pantas saja."


"Kenapa? Kamu tidak menyukainya,karena sekarang hubungan kita sudah di ketahui semua orang yang ada di rumah kita." tutur Ku.


"Tidak bukan begitu maksud Ku.Aku merasa lega dan senang sekarang.Karena tidak harus menyembunyikannya.Hanya saja ya,begitulah.Sulit untuk di jelas kan." ucap nya tampak bingung.


"Aku juga sama sudah cerita sama kak Abel di hari kita meresmikan hubungan kita." lanjut Adel.


"Yang terpenting,kita bisa menjaga apa yang sudah di percayakan oleh kedua orang tua kita bukan?"


"Iya seperti itu," balas Adel.


"Sudahlah,Aku tidak ingin melihat kamu tampak terbebani dengan masalah ini."


"Lagi pula Aku ingin kita menikmati setiap proses dalam hubungan kita ke depan nya." lanjut Ku.

__ADS_1


"Oh iya,kenapa kamu tidak cerita sama Aku?"


"Cerita apa?" tanya Ku balik.


"Kalau kamu pernah bertemu sama Refan," tuturnya.


"Ah masalah itu,Aku sengaja memilih untuk tidak menceritakan nya sama kamu tentang pertemuan Aku dengan Refan.Karena bagi Aku itu bukan hal yang terlalu penting.Aku takut malah kamu nya yang merasa tidak enak terhadap Ku,"


"Ya tentu saja.Aku merasa tidak enak karena kamu mendapatkan masalah dari orang masa lalu Ku." timpal Adel.


"Ya sudah,lagian sekarang kamu sudah mengetahuinya juga kan."


"Iya...."ucap nya pelan.


"Tapi,Aku mau kedepannya,Aku minta sama kamu untuk saling memberitahu satu sama lain tentang apa pun itu.Supaya tidak ada kesalah pahaman nantinya." lanjut Adel.


"Baik lah.Aku berjanji kedepan nya Aku akan menceritakan semuanya sama kamu."


Kami pun saling mengikat jari kelingking kami berdua sebagai tanda janji kita berdua.


Hari ini Adel membantu Aku untuk mengulas pelajaran yang sempat tertinggal saat Aku mengadakan rapat waktu itu.


Sampai akhirnya kami tidak sadar kalau waktu sudah berlalu dengan cepat nya.


"Hai.....!" seruan Dewa mengganggu Aku dan Adel yang tengah fokus belajar.


"Ya ampun,pantas aja dari tadi Aku panggil-panggil tidak ada jawaban." lanjut nya.


"Lah,memangnya kamu manggil gitu?" tanya Ku balik.


"Tentu saja,mana mungkin Aku langsung masuk begitu saja." timpal Dewa.


Dewa pun langsung duduk di unjung kasur sambil memainkan HP nya.


"Yang lain nya mana?" tanya Adel.


"Sebentar lagi sampai.Tadi mereka berhenti dulu di depan untuk membeli cilok yang biasa keliling di komplek kita." jelas Dewa.


"Oh Aku pikir mereka tidak akan ke sini." timpal Adel.


"Masa iya sih Aku berani kesini sendirian kalau nggak ngajak mereka berdua.Yang ada nanti Aku malah jadi nyamuk di sini." balas Dewa.


"Hai.....!" seruan Gita dan Raya langsung membuat seisi kamar Jingga berisik seketika.


"Ya ampun,suara kalian itu loh.Sangat menggelegar....." ucap Dewa.


"Ayo sini kembalikan uang kembalian nya," lanjut nya.


Raya pun langsung merogoh saku nya untuk mengembaliman uang milik Dewa.


"Ya ampun,Aku pikir kamu lupa.Tadinya mau Aku simpan saja di saku Aku," tutur Raya.


"Sembarangan," bentak Dewa.

__ADS_1


__ADS_2