
* * *
" Ya ampun......'' teriakan ibu mengagetkan Ku.
Aku pun langsung menghampiri ibu yang sedang berada di dalam suatu kamar.
Aku melihat pecahan gelas dan darah yang berceceran di lantai kamar mandi. Sontak saja Aku merasa lemas menyaksikan darah yang begitu banyaknya.
"Adel.... Apa Kamu terluka parah?? Apa Kamu baik-baik saja? Tunggu Aku....." isak Ku dalam hati.
''Jingga bantu ibu bersihkan ini dulu nak....'' perintah ibu.
Aku pun dan ibu membersihkan darah yang tersisa di kamar mandi dan pecahan gelas yang berserakan.
''Semoga Adel baik-baik saja. Tidak terjadi apa pun,ibu sangat menyukai Adel....'' ibu pun terisak sambil mengepel lantai kamar mandi.
Tak terasa Aku pun meneteskan Air mata yang sudah tak terbendung lagi.
''Dia gadis yang ceria,mandiri dan apa adanya....'' lanjut ibu.
Aku pun melihat seisi kamar Adel,meskipun dia tomboy,tapi kamarnya begitu rapih seperti layaknya kamar perempuan. Ku lihat beberapa foto yang terpajang di dinding. Dia tampak begitu ceria dan bahagia. Aku merasakan sakit yang begitu dalam,dan merasakan penyesalan terhadap Adel.
''Jingga.....'' seru ibu.
''Kenapa Kamu menangis Nak???''
''Jingga merasa bersalah bu. Coba aja malam itu Jingga tidak meninggalkan Adel sendirian saat hujan,pasti Adel tidak akan mengalami hal seperti ini....'' ucap Ku.
''Maksud Kamu apa??''
Aku pun menceritakan semuanya pada ibu,termasuk perasaanku sama Adel.
''Ibu ngerti apa yang Kamu rasakan sekarang. Tapi Kamu jangan menyalahkan diri Kamu sendiri,,Kita doakan supaya Adel baik-baik saja....'' ibu mencoba menenangkan Ku.
''Bu Aku ingin menemui Adel. Aku ingin minta maaf sama dia....''
''Iyah...! Ayo Kita ke sana...'' timpal ibu.
** Adel POV **
Aku perlahan membuka mataku dan ternyata Aku sudah berada di ruangan rumah sakit.
''Aku di mana???'' tanya Ku.
''Nona sedang berada di rumah sakit dan baru saja menyelesaikan operasi..'' jelas suster yang tengah membenarkan infus.
Aku merasakan sakit di kepalaku yang teramat sakit dan kesadaran Ku kembali hilang.
** Jingga POV **
Sesampainya di rumah sakit Aku dan Ibu langsung menanyakan dimana Adel di rawat, hingga salah salah satu perawat menunjukan ruangan dimana Adel di rawat. Di sana terlihat bundanya,ayahnya,kak Abel dan teman-temanku yang tengah menunggu di depan ruangan.
Bundanya Adel terlihat sangat terpukul dengan apa yang terjadi sama Adel,beliau pun tidak berhenti menangis.Sampai akhirnya seorang dokter menghampiri kami.
''Keluarganya Adelia.....'' tuturnya
__ADS_1
Bundanya Adel langsung berdiri menghampiri Dokter tersebut.
''Iya saya Dok.....'' ucapnya lemah.
''Bagaimana keadaan anak saya Dok??? Apakah dia baik-baik saja kan????'' lanjutnya.
''Ada hal yang harus sampaikan,ini bukan berita baik untuk ibu....'' tuturnya
''Apa itu???''
''Karena benturan yang sangat keras dan menyebabkan cidera yang cukup serius di kepalanya. Dengan berat hati saya sampaikan anak ibu hilang ingatan atau amnesia jangka pendek....'' jelas dokter.
''Tidak..... Tidak mungkin.....'' Bundanya Adel langsung histeris.
''Saya sarankan untuk berhati-hati jangan dulu memaksakan dia untuk mengingat apa pun itu, saya khawatir kondisinya malah memperburuk keadaanya dan membuat amnesianya tambah parah. Dia masih membutuhkan pengawasan dari kami,saya harap ibu sekeluarga memahaminya....'' lanjutnya.
Kemudian Dokter itu pun berlalu meninggalkan kami. Aku sangat terpukul dengan apa yang di jelaskan oleh dokter barusan.
" Apa mungkin Adel juga melupakan Aku???"
''Ayah..... Bagaimana ini.....'' isak bundanya Adel.
''Bunda yang tenang,jangan sampai Adel melihat keadaan Kita seperti ini. Ingat apa yang Dokter katakan,,,,'' ayahnya Adel coba menenangkan.
''Aku ingin tahu kondisi Adel....'' isak Raya.
''Iya Aku juga sama.tapi kondisinya tidak memungkinkan untuk Kita menemuinya sekarang.Keadaan Adel masih lemah,besok saja Kita kembali ke sini...'' tutur Dewa.
''Iya. Aku takut kehadiran Kita malah memperburuk keadaanya sekarang....'' timpal Gita.
Aku pun hanya bisa mengangguk tanda mengiyakan.
Bundanya Adel pun memasuki ruangan tempat Adel di rawat.Aku hanya bisa melihatnya di balik pintu,Adel terbaring dengan kepala yang dipasang perban.
''Ibu tidak tega melihat bundanya Adel,dia pasti sangat terpukul sekali. Kejadian ini begitu cepat....'' tutur ibu.
''Jingga...! Kita kembali besok saja yah,biarkan keluarganya dulu yang menemuinya. Ibu takut kehadiran Kita malah memperburuk keadaan Adel.....'' lanjut ibu.
''Iya bu....''
Aku dan ibu memutuskan untuk pulang dan kembali esok harinya.
** Adel POV **
Aku membuka mataku perlahan dan melihat ke sekeliling. Di sana terlihat ada seorang perempuan yang tengah menangis.
''Aku dimana??'' tanya Ku.
''Kamu di rumah sakit sayang.....'' jawabnya.
''Kalian siapa???''tanya Ku.
'' Ini bunda Nak,ini ayahmu dan ini kakak mu....''jawabnya.
''Ibu?? ayah?? kakak???''
__ADS_1
''Iya sayang......''jawabnya masih terisak.
''Aku tidak mengingat kalian siapa????''tanyaku.
Ibu itu hanya menangis dengan pertanyaan yang Aku ajukan.sampai tiba-tiba Aku merasakan kembali sakit di kepalaku.
''Ah........'' ucapku sambil memegangi kepalaku.
''Adel....! Kamu kenapa sayang......'' tuturnya.
''Kepalaku merasakan sakit. Adel itu siapa???'' tanya Ku.
''Itu namamu,Adelia Alviani Putri.....'' jelasnya.
Aku pun berusaha untuk mengingatnya,namun rasa sakit di kepalaku kembali terasa.
''Ah....! Sakit.....'' ringisku.
''Sudah tidak apa-apa Kamu jangan berusaha untuk mengingatnya. Kamu bisa mengingatnya secara perlahan.....'' tuturnya.
Aku pun hanya mengangguk tanda mengerti apa yang di katakannya.Aku langsung membaringkan kembali badanku.
"Ibu,ayah,kakak dan Adelia. Siapa mereka???" tanyaku.
''Sudah Kamu istirahat saja,supaya kondisimu cepat pulih.....'' tuturnya.
Aku hanya bisa diam dengan kondisiku yang sekarang.
**Jingga POV **
Sesampainya di rumah Aku langsung menuju kamarku.Aku masih tidak percaya dengan apa yang menimpa Adel.
''Jingga......'' seru ibu di ambang pintu.
''Iya bu......''
Ibu menghampiri Ku dan duduk di sampingku.
''Kamu pasti masih kaget dengan apa yang terjadi dengan Adel...''
''Iya bu. Jingga takut Adel tidak mengingat Jingga lagi.....''tutur Ku.
''Adel pasti sembuh kembali,dia anak yang kuat. Dokter bilang itu amnesia jangka pendek,Kita bantu dia untuk mengingat kembali memorinya yang hilang yah.....''
Aku hanya bisa mengangguk tanda mengerti dengan apa yang di ucapkan ibu.
''Ya sudah sekarang Kamu mandi terus makan,ibu akan menyiapkannya terlebih dulu....'' ucap Ibu.
''Iya bu......''
Ibu pun berlalu meninggalkan Ku. Aku hanya bisa memandangi kamarnya yang masih gelap.Teringat saat Aku merasa rindu pada Adel,diam-diam Aku mengintipnya dari balik gorden kamarku.
" Semoga Kamu pulih kembali yah....! Aku berjanji akan buat Kamu mengingat Aku kembali.Aku berjanji tidak akan meninggalkan Kamu lagi dan buat kamu bahagia di setiap harinya...."
Aku pun menutup kembali gorden jendela kamarku dan beranjak untuk membersihkan diri.
__ADS_1