
***
Setelah mengantarkan Dewa ke rumahnya,Aku langsung tancap untuk langsung pulang.Tadinya Dewa menyuruh Ku untuk singgah di rumahnya.Namun,Aku menolaknya karena Aku merasa badan Ku sudah lengket dan gerah.
Aku pun langsung memarkirkan motor dan langsung masuk ke rumah.
"Jingga......!"seru bunda dari balik pintu kamarnya.
"Iya bunda......"
"Kok,tumben pulangnya telat.....?"tanya beliau sambil menatap Ku.
"Oh iya,itu tadi pulang sekolah teman-teman langsung mengajak Aku untuk makan dan nonton di Mall yang dekat taman kota itu....."jelas Ku.
"Kenapa nggak bilang sama bunda,kan khawatir takutnya terjadi apa-apa......"tutur bunda.
"Iya maaf.Jingg,kira bunda belum pulang sama ayah......"
"Iya memang bunda udah pulang duluan,tapi ayah masih di sana.Masih ada urusan,tadinya bunda mau pulang bareng,tapi ayah meminta bunda untuk pulang duluan.Katanya,takut kamu nggak ada yang ngusurusin....."jelas bunda.
"Oh iya,bunda bawa rawon dari sana.Kita makan bareng yah....."ajak bunda.
"Wah udah lama banget Aku nggak makan rawon.Kayaknya enak tuh....."balas Ku.
"Iya makannya bunda,sengaja membelinya khusus untuk kamu.Sebentar bunda panasin dulu....."
"Eh bunda,kalau gitu Jingga mandi dulu.Sambil menunggu rawonnya panas...."
"Ya udah kalau gitu.Benar juga,anak bunda kucel banget.Ya udah sana....."ucap bunda sambil mendorong Ku ke kamar.
***
Setelah selesai mandi Aku langsung keluar kamar dan menghampiri bunda di dapur.
"Wah wanginya harum banget bunda......"
"Iya dong.Ayo cepat ambil nasinya,sekalian buat bunda juga yah....."
"Siap bunda....."
Aku meraih piring yang sudah di siapkan bunda dan mengambil nasinya.Setelah itu bunda juga sudah selesai memanaskan rawonnya dan menyajikannya di atas meja makan.
"Ayo sini,mangkuknya biar bunda bantu tuangkan rawonnya......"
"Ini bunda....."ucap Ku sambil memberikan mangkuk milik Ku.
*Tok......Tok.....Tok.....*
Bunyi ketukan pintu mengagetkan Aku dan bunda yang tengah siap-siap untuk makan.
"Siapa yah?Perasaan bunda tidak ada janji dengan siapa-siapa....."tutur bunda.
"Biar Jingga,yang lihat ya....."ucap Ku sambi beranjak dari kursi.
Aku pun langsung menuju pintu depan untuk melihat siapa tamu yang datang dan langsung membukakannya.
__ADS_1
"Dewa.....?"tanya Ku kaget.
"Hai....."ucapnya sambil melambaikan tangan.
"Tumben,kenapa Dew....?"tanyaku penasaran.
"Nih Aku bawa cemilan,ibuku sengaja membuatnya untuk kamu.Katanya takut kamu nggak ada cemilan di rumah.Dan sekalian aja tadi Aku ke depan beli martabak buat kamu....."jelasnya sambil mengangkat beberapa kantong plastik.
"Aduh,Aku jadi nggak enak ngerepotin banget nih.Tapi,sebenarnya bunda udah pulang....."
"Hah?Kata kamu pulangnya lusa.Tadinya,Aku mau sekalian menginap di rumah kamu...."balasnya.
"Ya udah sih nggak apa-apa.Kalau mau nginep mah,kayak ke siapa aja.Lagian bunda Aku juga pasti senang,tahu kamu mau menginap....."
"Serius nih.....?"tanyanya.
"Seriusan Dewa.Ya udah ayo masuk,kebetulan Aku sama bunda mau makan malam nih....."
"Aduh kebetulan baget nih....."ucapnya langsung masuk.
Aku dan Dewa pun langsung masuk ke dalam dan tidak lupa menutup kembali pintu.
"Bunda.....!"seru Ku.
"Nih ada Dewa....."lanjut Ku.
"Ish,berisik kau....."bisik Dewa.
"Oh ya ampun,sini Dewa cepat.Kebetulan banget,bunda sama Jingga mau makan malam.Ayo sini kita makan malam bareng...."ajak Bunda.
Dewa pun langsung duduk di kursi tepat di depan bunda.
"Jingga,ambilin mangkuk sama piring buat Dewa....."suruh bunda.
"Iya bunda....."balas Ku.
"Oh iya,itu kamu bawa apa Dewa.....?"tanya bunda melihat kanting plastik yang di bawa Dewa.
"Oh ini,tadi ibu buatin beberapa cemilan buat Jingga.Kan tahunya Jingga hanya sendirian di rumah.Kata ibu,takut Jingga nggak ada cemilan,sekalian juga tadi Dewa beli martabak....."jelas Dewa.
"Ya ampun malah ngerepotin.Bilangin makasih sama ibunya Dewa yah......"
"Iya bunda....."balas Dewa.
"Ya udah ayo kita makan bareng,kebetulan bunda bawa oleh-oleh rawon dari Surabaya...."ucap bunda.
"Ini buat Dewa.Semoga cocok sama selera Dewa....."lanjut bunda sambil memberikan satu mangkuk penuh Rawon.
"Wah kayaknya enak bunda.Wanginya juga harum banget,kaya akan rempah...."seru Dewa sambil meraih mangkuknya.
"Iya sok di makan......"
"Ayo kita makan.Sebelum itu,kita berdoa dulu...."lanjut bunda.
Akhirnya kami bertiga pun makan dengan sangat lahap.Dewa terlihat sangat menikmatinya.Aku dan Dewa bahkan nambah beberapa kali.
__ADS_1
"Oh iya.Kemarin pas liburan kalian pergi kemana?Tidak mungkin kan,kalian hanya berdiam diri di rumah saja....."ucap bunda.
"Ah itu.Kebetulan liburan kemarin Dewa pergi berwisata ke Semarang bunda......"
"Seru tuh kedengarannnya.Sama Jingga juga....?"lanjut bunda.
"Nggak,Dewa sendiri.Kan Jingga pergi jalan-jalan sama Adel ke bandung....."timpal Dewa.
"Yah Dewa......"bisik Ku dalam hati.
"Benar itu Jingga? Hanya kamu sama Adel berdua..."tutur bunda sambil menatap Ku.
"Iya bunda....."ucap Ku pelan.
"Aku kan udah izin sama bunda waktu itu....."lanjut Ku.
"Iya tapi,kan waktu itu nggak bilang cuma pergi berdua saja.Lagian bunda tidak akan melarangnya,asal kamu bisa menjaga Adel.Dan yang terpenting itu kembali ke rumah dengan selamat......"
"Iya bunda......"
"Ya sudah.Nggak apa-apa,jangan terlalu di pikirkan......"
Setelah selesai makan,Aku membantu bunda untuk membersihkan piring dari atas meja.Sedangkan Dewa,mengeluarkan cemilan dan martabak yang dia beli tadi ke atas piring.
Kami bertiga berpindah tempat ke ruang tamu,untuk menikmati cemilannya smbil menonton TV.
Bunda pun,tidak hentinya mengucaokan terima kasih sama Dewa.Karena,sudah memperhatikan Aku selama bunda pergi.
Waktu pun sudah menunjukan pukul 21.15 wib.Tidak terasa sudah malam,karena dari tadi bunda menceritakan saat bunda selama di Surabaya.
"Aduh,udah malam juga yah.Tidak terasa....."ucap bunda menyudahi pembicaraan kami.
"Kalau begitu,bunda duluan masuk yah....."lanjut bunda.
"Iya bunda......"
"Bunda pasti lelah juga kan...."lanjut Ku.
"Selamat malam anak-anak....."ucap bunda beranjak dari duduk dan langsung masuk ke dalam kamar.
Sepeninggal bunda Aku dan Dewa pun langsung mematikan TV dan masuk ke kamar untuk istirahat.
Aku memberikan selimut untuk Dewa,karena kebetulan kasur di kamar Ku terdiri dari dua bagian.Dan yang satunya bisa di tarik dari bawah.Dewa pun langsung bersiap untuk tidur begitu pun Aku.
"Oh iya Jingga....."ucap Dewa.
"Kenapa Dew.....?"tanya Ku.
"Kalau boleh tahu,di perlombaan nanti ada yang dari sekolah Taruna Harapan nggak....?"tanyanya sambil melihat ke arah Ku.
"Um bentar,Aku ingat-ingat dulu...."
"Ah,sepertinya ada.Kalau tidak salah mereka jadi salah satu pesertanya.Tapi,saat rapat kemarin mereka tidak hadir......"lanjut Ku.
"Ah begitu yah....."ucap Dewa langsung terdiam.
__ADS_1
"Memangnya kenapa Dew...?"tanya Ku penasaran.