JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episode 74


__ADS_3

***


**Jingga POV*


Setelah mengantarkan Raya lebih dulu,karena memang jarak rumahnya yang paling dekat dari rumahnya Dewa.Kami pun langsung pulang menuju rumah Ku dan Adel.


"Aku ikut aja ke rumah kamu yah," pinta Adel setelah hampir sampai.


"Tidak perlu Del.Lagian ini sudah malam,dari tadi kamu terus membersamai Aku.Tidak apa-apa kan ada Dewa ini yang bisa bantu Aku," jelas Ku.


"Kamu istirahat saja.Ibu kamu pasti nyariin kamu,karena jam segini belum sampai rumah." lanjut Ku.


"Yang di katakan Jingga itu ada benarnya juga Del.Tenang aja,Aku pasti bantuin dia kok," timpal Dewa.


"Ya udah deh kalau gitu." ucap Adel terlihat pasrah.


"Ya udah,Aku turun di dekat rumahnya Jingga saja," lanjut nya.


"Baiklah." timpal Dewa.


***


Akhirnya kami pun sampai tepat di depan gerbang rumah Ku.


"Kalau begitu,Aku duluan yah," ucap Nya.


"Oh iya,kamu ingatkan apa yang di katakan bapak urut tadi?" lanjut nya.


"Apa.....?" tanya Ku balik.


"Tuh kan baru saja sebentar,kamu udah lupa.Beliau kan bilang supaya luka kamu di balur beras kencur biar mengurangi pembengkakkan." jelas Adel.


"Ah itu,iya Aku ingat kan sekarang," balas Ku sambil tersenyum.


"Ya udah kalau gitu,sampai ketemu besok yah,"


"Dah......" lanjut Adel.


"Makasih ya untuk hari ini,"


"Iya sama-sama." balas Adel.


Adel pun kemudian langsung turun dan berlalu menuju rumah nya.


"Semoga Adel tidak mendapatkan masalah,karena jam segini baru pulang," ucap Ku.


" Nggak bakalan lah,orang tua dia kan baik dan pengertian.Apalagi kalau dia tahu Adel pulang telat karena habis bantuin kamu," ucap Dewa.


"Paling juga,kakak nya yang introgasi dia." lanjut Dewa.


"Bener juga," timpal Ku.


"Ya udah ayo masukin cepat mobilnya." lanjut Ku.


"Siap pak bos."


"Eh malam ini,gue nginep di rumah kamu yah," lanjut Dewa.

__ADS_1


"Ya udah sih,tinggal nginap aja.Biasanya juga langsung tidur." timpal Ku.


Dewa pun langsung memasukan mobilnya ke depan garasi.Beruntung gerbannya sudah terbuka.Mungkin bekas ayah yang habis pulang dari kantor.


"Sampai......" ucap Dewa.


"Ya udah,bantuin gue turun dong,"


"Ya ampun,gue kayak udah punya anak aja.Bentar dulu." Dewa pun langsung turun dan membuka kan pintu mobil nya.


"Ayo......" Dewa mengulurkan tangan nya.


Aku pun langsung meraih tangannya dan langsung berjalan menuju kedalam rumah dengan kaki terpincang-pincang.


"Bu.....!" seru Ku.


"Tante,kami pulang," sambung Dewa.


"Eh kalian baru pulang yah," sahut ibu dari balik lemari di ruang tengah.


"Ya ampun,ya ampun.Itu kaki kamu kenapa nak?" ibu langsung menyadari keadaan lutut Ku.


"Ini tante,tadi pas lomba Jingga sempat terjatuh dan kakinya terluka kayak begini," jelas Dewa.


"Ya ampun nak,pantas saja kamu baru pulang jam segini.Dari tadi ibu lihatin keluar rumah menunggu kedatangan kamu,tapi kamu tak kunjung datang.Eh malah pulang dengan kaki keadaan begini." ucap ibu.


"Ayah......!" seru ibu.


"Ayah sini,lihat anak kita." lanjut ibu.


Tidak lama kemudian ayah keluar dari ruang kerjanya dengan handuk masing melingkar di pundaknya.


"Lihat kaki anak kita luka,sampai di perban kayak gitu," tunjuk ibu.


Ayah pun langsung melihat ke arah kaki Ku dan langsung terkejut.


"Sini duduk dulu,ayah mau lihat."


"Ayo,Dewa juga duduk." lanjut ayah.


Aku dan Dewa pun langsung duduk di sofa dekat ibu. Sedangkan Dewa duduk di sofa yang hanya muat untuk satu orang saja.


" Ya ampun,Nak.Kok bisa kayak gini," ibu mengelus kaki Ku.


" Sudah lah bu,jangan terlalu khawatir.Lagian Jingga udah baik-baik saja." ucap Ku berusaha menenangkan ibu.


"Nggak khawatir bagaimana,kamu pulang dalam keadaan seperti ini," ibu terlihat menahan tagis nya.


"Ini nggak sampai harus di jahit kok bu.Ini hanya luka memar dan tergores saja."


"Tetap saja," timpal ibu.


"Ini udah di obati apa belum? Ayah panggilkan tukang urut juga yah,supaya sekalian di benerin takutnya ada yang geser apa gimana,"


"Aduh,nggak perlu ayah.Jangan yah...." Aku langsung menolaknya.


"Loh,kan biar sembuh," timpal ayah.

__ADS_1


"Kebetulan tadi Jingga udah di urut di rumah Dewa." sahut Dewa.


" Oh gitu? Jadi sebelum kalian pulang ke sini,kalian pulang ke rumah Dewa dulu?" tanya ayah.


" Iya......." jawab Ku.


"Tukang urut yang biasa di panggil ke komplek ini itu om.Yang waktu itu urut ayah Dewa." jelas Dewa.


" Oh yang itu,om tahu orang nya,"


"Syukurlah kalau udah di urut." lanjut ayah.


" Iya om,sampai-sampai tadi pas Jingga di urut dia teriak-teriak." timpal Dewa.


"Ya karena memang sakit aneh," sahut Ku.


" Kedepannya kamu harus lebih berhati-hati lagi.Jangan sampai kejadian ini terulang lagi,kalau kamu nggak mau di urut lagi." ucap ayah.


"Nggak, nggak mau lagi.Makasih," timpal Ku.


" Ini bukti perjuangan kamu untuk membela sekolah kamu di mata sekolah yang lain.Kamu hebat nak,meski pun kamu harus terluka seperti ini."


" Iya ayah,"


"Iya om,berkat Jingga sekolah kami jadi juara pertama.Jingga sangat berusaha untuk bertahan sampai akhir." ucap Dewa.


"Ayah bangga sama kamu," ucap ayah sambil menepuk pundak Ku.


"Ibu juga bangga sama kamu nak."


" Ya udah kalau gitu,ibu buatkan beras kencur untuk mengibati luka mu.Supaya mengurangi bengkak nya." lanjut ibu.


" Iya tante,tadi tukang urutnya juga bilang kayak gitu.Suruh di balurin beras kencur katanya," timpal Dewa.


" Ya sudah,kamu tunggu di kamar aja sama Dewa sambil ibu buatkan beras kencurnya." suruh ibu.


" Iya bu......"


"Ayo Dew,bantu Aku." pinta Ku sama Dewa.


Dewa pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung memapah Ku untuk ke kamar.


"Bu,siapkan juga makanan untuk Jingga dan Dewa.Mereka pasti belum makan,"


"Iya kan?" tanya ayah.


"Iya makasih om."


"Ya sudah,kalian tunggu di kamar." suruh ayah kembali.


Aku pun langsung masuk ke dalam kamar dan langsung duduk di ranjang sambil meluruskan kaki Ku.


Aku sangat beruntung mempunyai reman dekat seperti Dewa.Meski pun Aku mengenal dia saat baru pindah di sini.Dan itu pun awalnya karena Aku berteman dengan Adel duluan.


"Makasih ya Dew.Seharian ini kamu udah mau bantuin gue,"


" Apaan sih kok lo ngomongnya kayak gitu.Udah seharus kali,sesama teman kita saling membantu sama lain.Apalagi kan kamu baru kena musibah."

__ADS_1


" Ya gue hanya mau bilang makasih aja sama kamu,memangnya gak boleh,"


" Iya,gue terima deh.Sama-sama." ucap Dewa sambil tersenyum.


__ADS_2