JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episode 13


__ADS_3

* * *


''Kamu jangan sok peduli sama Aku Adel.....'' bentaknya.


''Aku Khawatir sama Kamu..... Jingga. Aku tidak berpura-pura peduli sama Kamu.....''


''Kenapa???'' tanya nya lemah.


''Karena Kamu temanku. Haruskah Aku pura-pura tidak melihat saat keadaan Kamu kacau seperti tadi??? Hah??'' bentak Ku.


''Pergi......! Pergi saja Adel...! Pergi......'' Jingga pun berteriak.


Aku pun langsung membanting kan kapas yang sedari aku pegang.


''Susah bicara sama orang keras kepala seperti Kamu....'' ucapku sambil meninggalkan Jingga sendirian.


Aku pun langsung kembali ke kelas. Dan langsung duduk di kursi Ku.


''Loh!! Adel, Kamu kok sendirian? Jingga mana?'' tanya Dewa.


''Masih di UKS......'' jawabku singkat.


''Terus siapa yang obati lukanya Jingga kalau Kamu di sini...?'' lanjut Dewa.


''Di UKS kan ada petugasnya Dewa....'' Aku menjawabnya dengan nada sedikit meninggi.


''Dewa........'' seru Gita.


''Iya maaf......''


Aku pun langsung membuka beberapa buku pelajaran secara acak. Mencoba untuk menghilangkan rasa kesal Ku.


* Jingga POV **


Aku pun memilih untuk menghindari Adel sebisa Ku.


Hari-hari selanjutnya Aku lebih banyak menghabiskan waktu sendirian. Bagiku itu lebih baik,,dibandingkan Aku terus bersama dengan teman-temannya dan pastinya bertemu dengan Adel setiap saat.


Jujur saja itu akan sulit bagiku dan buat Aku tak mudah untuk move on dari perasaanku padanya.


Kring.... Kring..... Kring....


Bel tanda istirahat pun berbunyi.Aku pun memutuskan untuk keluar lebih dulu.


Sesampainya di kantin ku putuskan untuk membeli minum saja.Dan duduk di bangku yang paling belakang.


''Eh!! Kamu tahu Abel nggak??'' tanya seseorang yang duduk tepat di depan Ku.


'' Tahu....Emang kenapa?''


''Enggak,,gue pernah deket aja sama dia.Namun sayangnya gue nggak sempat jadian sama dia....''


''Loh kenapa.... Bukannya dia cantik....''


''Iya sih cantik,,namun sayang gue kalah cepat sama temen gue.....''


''Ya udah lo deketin aja adik dia,kalau nggak salah namanya Adel....''

__ADS_1


''Ha.... Ha....Yang benar saja gue harus deketin adiknya yang kayak cowok itu penampilannya. Maaf ya bro,masih banyak cewek lain......


''Ya kirain aja lo mau balas dendam. Dan memanfaatkan adiknya..... Gimana???


'' Males ah ngapain juga gue susah-susah deketin adiknya. Mending kalau si Adel itu cantik sama kayak kakaknya......''


''Ha..... Ha..... Ha......'' mereka tertawa bersama.


Hati Ku terasa panas,Aku nggak terima ada orang yang membandingkan Adel. Bahkan ada niat untuk mempermainkan dia. Aku pun langsung menggebrak meja Ku,dan mereka berdua langsung menoleh ke arahku.


''Heh!! Berisik.....'' tuturnya


''Kalian yang sedari tadi berisik.....'' timpal Ku.


''Terus masalah lo apa?? Kenal juga enggak....''


''Gue nggak suka yah kalian menjelekkan Adel....'' ucapku yang tersulit emosi.


''Hah!! Memangnya lo siapa nya Adel?? Masalah memang. Terserah Kita dong.....'' jawabnya sambil tersenyum.


''Lagian cewek kayak Adel gitu nggak menarik buat di bahas....'' timpal temannya yang satunya.


''Lo kurang ajar yah......'' bentak Ku tersulut emosi dan langsung memberi mereka pelajaran.


Namun sayangnya Aku hanya sendirian dan mereka berdua. Aku pun kalah,namun Aku merasa ini belum berakhir.Aku terus saja melawan mereka,walaupun kenyataanya tubuhku sudah tidak kuat.


Hingga tiba-tiba ada seseorang yang memeluk Ku menghentikan perkelahian Ku.


Ternyata orang itu Adel,perempuan yang sedang Aku perjuangkan.


''Udah Jingga.... Udah hentikan. Aku mohon....'' ucapnya sambil menangis.


Aku tak tahan saat berhadapan dengan dia sedekat ini...


''Apa yang Kamu lakukan Jingga?? Apa Kamu senang dengan Keadaan Kamu sekarang?? bentaknya.


" Tidak!!! Aku tidak merasa senang dengan keadaanku yang sekarang. Aku lemah dan rapuh karena Kamu Adel. Biarkan Aku menatap mu sebentar saja seperti ini,,,Aku merasa lebih baik...'' ucapku dalam hati.


''Jawab Jingga....Kenapa Kamu diam saja??'' bentaknya kembali.


''Apa peduli Kamu Adel.....'' ucap Ku. Tanpa sadar Aku mengucapkan kata yang mungkin saja buatnya terluka.Aku bisa melihat raut wajahnya yang langsung berubah.


'' Kenapa sikap Kamu berubah seperti ini???'' tanyanya .


" Itu karena Kamu.Aku sedang berusaha untuk melupakan Kamu. Namun hati Ku menolaknya...."


" Pergi saja dari sini.Biar Aku obati lukaku sendiri...''timpal Ku. Sepertinya lebih baik Adel pergi dan tak melihat Aku hancur seperti ini.


''Aku tidak mau....'' tuturnya.


'''Kamu jangan sok peduli sama Aku Adel.....'' Aku coba untuk membentaknya.


''Aku Khawatir sama Kamu..... Jingga. Aku tidak berpura-pura peduli sama Kamu.....'' jawabnya.Dan sontak buat Aku penasaran kenapa dia mengkhawatirkan Aku,sedangkan dia yang buat Aku seperti sekarang ini.


''Kenapa???'' tanya Ku.


''Karena Kamu temanku. Haruskah Aku pura-pura tidak melihat saat keadaan Kamu kacau seperti tadi??? Hah??'' jawabnya.

__ADS_1


"Ternyata jawaban dia tetap sama. Dia masih saja menganggap Ku teman saja.Dan Aku muak mendengarnya.


''Pergi......! Pergi saja Adel...! Pergi......'' Aku pun meneriakinya


Dia pun langsung membanting kan kapas yang sedari dia pegang.


''Susah bicara sama orang keras kepala seperti Kamu....'' ucapnya sambil meninggalkanku.


Aku hanya bisa tertunduk lemah,dan Air mataku mengalir dengan sendirinya.


** Adel POV **


Kring..... Kring..... Kring....


Bel pulang pun berdering.Aku langsung membereskan buku-buku yang berantakan di atas meja dan memasukannya ke dalam tas.


''Adel......'' seru Dewa.


'' Iya.... Kenapa???


'' Del!! Tolong kasihkan tas ini sama Jingga. Kamu bisa kan???'' tanya Dewa.


''Kamu saja deh,jangan Aku...''


''Kan rumah Kamu dekat sama sam Jingga. Sebenarnya ada apa sih antara Kamu sama Jingga.Sepertinya ada sesuatu...!'' tutur Dewa.


''Nggak ada apa-apa kok,perasaan Kamu aja kali.Ya udah sini,,biar Aku yang memberikannya sama Jingga.....'' jawabku. dan coba mengelak dari pertanyaan Dewa.


''Ya udah makasih ya. Kalau gitu gue duluan yah...''


''Itu tasnya Jingga yah....?'' tanya Raya.


''Iya. Dewa memintaku mengembalikannya....''


''Kasihan ya Jingga. Aku merasa sedih melihat keadaan dia yang sekarang. Sebenarnya apa yang terjadi sama dia...?'' ucap Gita.


''Iya.... '' sahut Raya.


''Ya udah. Ayo Kita pulang...'' ajak Ku. Membuyarkan rasa penasaran mereka.


* * *


Sesampainya di rumah Aku langsung masuk ke kamarku dan langsung mandi. Setelah selesai Aku langsung menghampiri bunda di dapur.


''Bunda...!! Sedang apa bun????''


''Ini bunda sedang bungkus makanan....''


''Buat siapa??'' tanya Ku penasaran.


'' Buat Jingga....'' jawab bunda santai.


''Jingga bun?? Memangnya tante Sofia kemana?? Kok bunda yang masakin makanan buat Jingga??'' tanya ku semakin penasaran.


''Itu tadi pagi tante Sofia datang kesini, menemui bunda dan bilang dia mau pergi ke Jakarta.Tante Sofia minta tolong sama bunda untuk membuatkan makanan untuk Jingga.....'' jelas bunda.


''Oh gitu.....''

__ADS_1


" Kasihan juga Jingga,,,dia pasti sendirian di rumah sekarang. Dengan keadaan dia yang tidak baik...."


__ADS_2