JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episode 84


__ADS_3

***


"Iya,Kinan anak om.Masa kamu lupa," timpal om Bono.


"Ah itu,Aku masih mengingat nya kok."


"Ya udah kalau begitu,Jingga langsung masuk aja yah."


"Ya sudah."


"Kita menunggu di sini aja.Takutnya nanti banyak orang malah mengganggu kakek kamu istirahat," ucap Adel.


"Ya udah,kalian tunggu di sini sebentar yah." timpal Ku.


Aku pun langsung masuk ke dalam kamar nya dan ternyata di dalam ada ibu bersama tante Fera dan Kinan yang tengah mengobrol.


"Jingga....!" seru ibu melihat kedatangan Ku.


Tante Fera dan Kinan pun langsung melihat ke arah Ku bersamaan.


"Ya ampun,akhirnya kita bertemu lagi." ucap tante Fera.


"Iya tante," Aku pun langsung bersalaman dengan tante Fera dan Kinan.


"Bu,bagaimana keadaan kakek? " tanya Ku menghampiri kakek yang tengah terbaring lemas.


"Kondisi nya sudah lebih membaik,setelah mendapatkan perawatan dari dokter.Namun,kita tidak boleh lengah.Bisa saja sewaktu-waktu kondisinya kembali memburuk kembali." jelas ibu.


Aku pun memegang tangan kakek yang terasa dingin.Beliau terlihat lebih kurus,tidak seperti saat terakhir Aku bertemu dengan beliau.


"Kakek pasti kuat,kakek bisa melewati dan bisa mengalahkan penyakit ini.Kakek pasti sembuh kembali." ucap Ku sambil menggenggam tangan nya.


"Kakek pasti sembuh dan pulih kembali,kamu jangan terlalu khawatir.Yakin lah,kakek pasti bisa berkumpul dengan kita kembali." tutur ibu.


"Nenek mana? Jingga tidak melihatnya tadi."


"Tadi nenek pulang dulu di antar sama pamas Yogi.Soalnya semalaman nenek menemani kakek,beliau sampai tidak istirahat." jelas ibu.


"Jadi,ibu menyarankan untuk nenek pulang dulu untuk istirahat.Biarkan ibu saja hari ini yang menjaga kakek," lanjut ibu.


Aku pun kembali menatap kakek sambil menggenggam tangannya.Rasanya hati Ku hancur melihat salah satu orang yang paling kita sayang,sekarang tengah terbaring lemah.


***


Hampir setengah jam Aku hanya memandangi kakek sambil menggenggam tangannya.Aku sampai baru menyadari kalau ibu dan yang lain sudah keluar.


Tidak lama,kakek pun tersadar dari tidurnya dan langsung menatap ke arah Ku.


"Cucu Ku," ucap nya pelan.


"Iya kek,Jingga datang untuk melihat kakek."


"Kamu malah datang ke sini,melihat keadaan kakek sedang tidak baik-baik saja." lanjutnya.


"Tidak apa-apa kek.Lagi pula sebentar lagi,kakek pasti di ijinkan pulang." balas Ku.


"Iya,kakek ingin pulang.Kakek tidak nyaman di sini,kakek ingin beristirahat di rumah saja."

__ADS_1


"Makanya kakek harus sembuh,supaya kakek cepat-cepat pulang dari rumah sakit.Kakek harus semangat,supaya kondisi kakek cepat membaik." timpal Ku.


"Makasih,karena kamu jauh-jauh mau mengunjungi kakek mu ini."


"Tidak apa-apa kek,lagi pula Jingga sekolahnya lagi libur."


"Oh iya,kakek tahu.Kemarin Jingga memenangkan pertandingam basket yang di adakan di sekolah Jingga." lanjut Ku.


"Kamu sangat hebat nak,kakek bangga sama kamu."


"Kakek masih ingat,saat kamu masih kecil.Kam selalu memaksa sama kakek untuk di ajarkan main basket,karena ayah mu terlalu sibuk dengan pekerjaan nya." ucap kakek sambil tersenyum.


"Iya Jingga ingat sekali masa-masa itu." balas Ku.


***


Setelah mengobrol beberapa saat,kakek pun tertidur kembali,Aku pun langsung menyelimutinya.Dan langsung keluar untuk menghampiri orang tua dan teman-teman Ku.


"Sudah?" tanya ibu.


"Sudah,kakek sedang tertidur kembali.Baru aja beliau beristirahat,"


"Ya sudah.Karena kamu sudah melihat keadaan kakek,lebih baik kamu ajak teman-teman kamu beristirahat ke rumah kita."


"Nanti,baru kamu kembali lagi ke sini." lanjut ibu.


"Ayah mana?"


"Ayah sepertinya pergi ke kantin rumah sakit.Tadi ibu meminta ayah untuk membeli cemilan untuk ibu." jelas ibu.


"Ya sudah kalau gitu.Jingga pulang dulu,"


***


Aku pun langsung menghampiri Adel dan teman-teman Ku yang sudah menunggu Ku lama dari tadi.Mereka menunggu Ku sambil duduk di lantai.


"Gimana?" tanya Adel langsung berdiri.


"Keadaan nya sudah mulai membaik.Sekarang beliau tengah beristirahat." jelas Ku.


"Syukurlah,setidaknya ke khawatiran kamu selama ini terobati setelah melihat keadaan nya sekarang."


"Iya,"


"Jadi,kita ke mana sekarang?" tanya Dewa.


"Ibu menyuruh untuk mengajak kalian ke rumah untuk beristirahat di sana." timpal Ku.


"Oh ya sudah kalau begitu,"


Kami pun akhirnya pulang dulu dari rumah sakit,untuk pulang ke rumah Ku terlebih dulu.Jarak dari rumah sakit ke rumah Ku sendiri hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit saja.


"Rumah kamu yang mana? " tanya Dewa setelah kami memasuki komplek perumahan tempat tinggal Ku.


"Nanti ada rumah yang pagarnya warna abu-abu sama ada pohon mangga di depan nya." jelas Ku.


"Ternyata perumahan di sini,tidak jauh beda dengan yang di daerah kita yah," ucap Gita.

__ADS_1


"Bener," timpal Adel.


"Nah,itu bukan rumah kamu?" tunjuk Dewa.


"Iya itu,kita parkir di luar saja.Kayakanya di dalam ada mobil ayah soalnya." jelas Ku.


Dewa pun langsung memposisikan mobilnya supaya tidak menghalangi jalan.Setelah di rasa sudah pas,kami pun langsung turun dan langsung masuk ke dalam.


"Besar juga yah rumah kamu di sini," tutur Gita setelah kami masuk ke dalam.


"Ya begitunlah." timpal Ku.


Adel dan Dewa terlihat melihat foto-foto yang terpajang di meja yang ada di ruang tamu.


"Aku perhatikan di sini,banyak foto kamu sama kakak kamu yah," ucap Dewa.


"Iya,karena memang Aku dekatnya dengan kakek.Soalnya dulu waktu Aku kecil,ayah banyak menghabiskan waktu di luar kota karena tugas dari tempat kerja nya.Jadi Aku di sini di jagain sama kakek." jelas Ku.


"Oh pantas saja," timpal Dewa.


"Kamu lucu juga yah,waktu masih kecil." ucap Adel sambil tersenyum.


"Kamu bisa saja,memang anak kecil selalu lucu bukan?" balas Ku.


***


**Adel POV*


"Del,ayo bangun.Kita sebentar lagi sampai," ucap Jingga sambil menepuk-nepuk tangan Ku.


Karena sepanjang perjalanan tadi Aku sama Gita hanya tidur saja.Aku pun langsung tersadar dan langsung bangun.Setelah itu di susul oleh Gita yang terbangun juga.


"Kita udah sampai yah?" tanya Gita sambil mengucek matanya.


"Bentar lagi,itu rumah sakitnya sudah terlihat." tunjuk Jingga.


"Berapa jam sih Kita tadi? Aku sampai tidur pulas banget."


"Nggak tahu juga,mungkin sekitar 3 jam," timpal Dewa.


"Panatas saja," timpal nya.


Kami pun sudah sampai di area rumah sakitnya.Dewa pun langsung mencari tempat untuk memarkirkan mobil nya.


Setelah itu,kami langsung turun dan langsung menuju lantai 4 di mana kakek di rawat.Kami menaiki lift untuk menuju lantai 4 dan berdesakan dengan pengunjung yang lain nya.


"Kamar nomor berapa katanya?" tanya Gita setelah keluar dari lift nya.


"402," jawab Jingga.


Kami pun langsung mencari nomor kamar yang di sebutkan oleh Jingga.


"Eh bukan nya itu ayah kamu?" tinjuk Dewa.


Jingga pun langsung melihat ke arah yang di tunjuk oleh Dewa.Ternyata ayahnya Jingga tengah mengobrol dengan seorang bapak-bapak.


"Ah benar itu ayah Ku,"

__ADS_1


Jingga pun langsung menghampiri nya setengah berlari.Padahal keadaan kakinya yang belum sembuh total.


"Ayah.....!" seru nya.


__ADS_2