JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episode 80


__ADS_3

***


"Tidak apa-apa,lagian kan kita bertetangga harus saling menolong," ucap kak Abel sambil tersenyum dan duduk di sofa.


"Adel,kamu mau berdiri saja di saja? Duduklah." tutur Dewa.


"Ah iya," balas Ku langsung duduk di samping Dewa.


"Oh iya,ngomong-ngomong kalian belum makan kan?" tanya kak Abel.


"Iya kak,tadinya Aku sama Jingga mau order makanan lewat aplikasi.Eh ternyata,kakak dan Adel jauh lebih dulu datang ke sini." jelas Dewa.


"Ya ampun.Berarti Aku datang di saat yang tepat dong." timpal kak Abel sambil tersenyum.


"Tadinya,Aku meminta Dewa untuk membelikan makan untuk kami berdua makan malam.Tapi sayang nya,HP nya dia malah tertinggal di kamar Ku." jelas Jingga.


"Oh gitu cerita nya," timpal kak Abel.


"Lagian kamu,biasanya tidak pernah terpisahkan dengan HP kesayangan kamu itu," sahut Ku langsung menepuk tangan Dewa.


"Nama nya juga lupa Del," balas nya.


***


Setelah Aku membantu untuk menyiapkan makanannya.Aku dan kak Abel langsung berpamitan untuk langsung pulang saja.


"Ya udah kalau begitu kami pulang yah," tutur kak Abel.


"Iya kak,terima kasih atas makanan nya." balas Jingga.


"Sama-sama."


"Ayo Del,kita pulang." ajak kak Abel.


"Atau jangan-jangan kamu masih mau di sini?" lanjut nya.


"Ih kakak,apaan sih.Kebiasaan baget becandain Aku." timpal Ku.


"Ah kamu Del,bilang aja iya gitu," sahut Dewa.


Jingga pun tersenyum melihat Aku yang tengah di becandain sama kak Abel dan Dewa.


"Udah yuk ah.Kita pulang saja," ajak Ku.


"Sampai ketemu besok,"


"Iya,makasih ya." ucap Jingga sambil tersenyum ke arah Ku.


"Ehem......" ucap Dewa dan kak Abel bersamaan.


Setelah itu Aku benar-benar langsung pulang dari rumahnya.


"Ih kakak,jangan gitu dong.Aku kan jadi malu,"


"Jangan gitu gimana sih? Kalau ngomong itu yang jelas." timpal kak Abel.


"Iya kalau lagi di depan Jingga,nggak usah nyindir-nyindir Aku kayak gitu.Aku kan malu," jelas Ku.


"Ah itu,lagian kenapa kamu harus malu sih.Dia kan pacara kamu sendiri,kenapa kamu lagi jaga gensi kamu di depan Jingga?" ucap kak Abel.


"Ya kakak jauh lebih tahu lah.Kan pacar kakak banyak," Aku pun langsung berlari lebih dulu karena takut kena tabok kak Abel.


"Ih Adel,benar-benar yah kamu." ucap kak Abel menyusul Ku dari belakang.

__ADS_1


***


** Jingga POV*


"Aduh,kemana sih Dewa? Jam segini tumben dia belum nongol."


"Apa jangan-jangan dia lupa lagi," lanjut Ku sambil terus mengiri Dewa pesan.


"Dew?"


"Kamu jadi kan ke sini? Kamu menginap di rumah Aku lagi malam ini."


"Jangan lupa makanan yang Aku pesan kan tadi."


***


Waktu sudah menunjukan pukul 20.05,tapi Dewa tidak menunjukan batang hidungnya.


"Lah ini anak kemana sih?" ucap Ku sambil menonton TV.


Tidak lama kemudian terdengar suara gerbang yang terbuka dan suara motor yang berhenti tepat di depan rumah Ku.


"Nah kayak nya ini nih." ucap Ku langsung melihat ke arah pintu.


"Jingga.....!" seruan Dewa dari luar.


"Masuk aja,pintunya tidak di kunci kok." balas Ku.


Akhirnya Dewa pun masuk dan langsung menghampiri Ku.


"Loh,kamu kok nggak bawa apa-apa?" tanya Ku melihat dia tidak menenteng apa-apa.


"Memangnya apa? Aku ke sini mau ngambil HP yang tertinggal di kamar kamu." jelasnya.


"Kamu kenapa sih? Aku nggak ngerti."


Dewa pun lamgsung beranjak dan langsung masuk ke dalam kamar Ku.


"Oh pantas saja," ucap nya sambil memegang HP nya.


"Gimana dong sekarang," lanjut nya.


"Nggak tahu,Aku tidak berpikir karena menahan lapar dari tadi." timpal Ku.


"Ya ampun Jingga,ternyata kamu mempunyai sisi lebay juga yah." ucapnya menghampiri Ku.


"Ya udah deh.Sebagai permintaan maaf Ku,bagaimana kalau Aku pesankan makanan nya lewat aplikasi saja."


"Terserah kamu," timpal Ku.


"Kebetulan Aku juga belum makan malam."


*Ting tong.....


Suara bel rumah langsung mengalihkan perhatian Aku dan Dewa.


"Memangnya selain Aku yang kamu minta menginap di sini,ada siapa lagi?" tanya Dewa.


"Tidak ada kok.Aku hanya meminta kamu aja yang menginap malam ini di rumah Ku." jelas Ku."


"Lah,terus itu siapa dong?Jangan-jangan...."


"Jangan-jangan apa sih? Hantu? Ya ampun," timpal Ku.

__ADS_1


"Dari pada kamu penasaran,lebih baik kamu buka saja pintunya." lanjut Ku.


Dewa pun langsung beranjak menuju pintu depan untuk melihat siapa yang berkunjung ke rumah Ku malam-malam.


***


"Eh Adel," ucap Dewa sesudah membuka pintu nya.


"Adel? Ngapain Adel malam-malam ke sini?" ucap Ku pelan.


"Ya ampun kak Abel juga ikut ternyata.Ayo kak masuk," lanjut Dewa.


"Apaan sih kamu,tersenyum kayak gitu sama kak Abel." timpal Adel.


"Bukan apa-apa.Ayo masuk," ajak Dewa.


Adel dan kak Abel pun langsung masuk ke dalam rumah Ku.


"Adel,apa yang membuat kamu kemari?" tanya Ku setelah melihat Adel.


"Ah itu,ini ibu menyuruh kami untuk mengantarkan makan malam buat kamu." jelas kak Abel langsung menyimpan beberapa kotak makan nya di atas meja.


"Ya ampun,itu sangat merepotkan." tutur Ku.


"Tidak apa-apa,lagian kan kita bertetangga harus saling menolong," ucap kak Abel sambil tersenyum dan duduk di sofa.


"Adel,kamu mau berdiri saja di saja? Duduklah." tutur Dewa.


"Ah iya," balas Adel langsung duduk di samping Dewa.


"Oh iya,ngomong-ngomong kalian belum makan kan?" tanya kak Abel.


"Iya kak,tadinya Aku sama Jingga mau order makanan lewat aplikasi.Eh ternyata,kakak dan Adel jauh lebih dulu datang ke sini." jelas Dewa.


"Ya ampun.Berarti Aku datang di saat yang tepat dong." timpal kak Abel sambil tersenyum.


"Tadinya,Aku meminta Dewa untuk membelikan makan untuk kami berdua makan malam.Tapi sayang nya,HP nya dia malah tertinggal di kamar Ku." jelas Ku.


"Oh gitu cerita nya," timpal kak Abel.


"Lagian kamu,biasanya tidak pernah terpisahkan dengan HP kesayangan kamu itu," sahut Adel sambil menepuk tangan Dewa.


"Nama nya juga lupa Del," balas nya.


***


Setelah Adel menyiapkan makanannya.Adel dan kak Abel langsung berpamitan untuk langsung pulang.


"Ya udah kalau begitu kami pulang yah," tutur kak Abel.


"Iya kak,terima kasih atas makanan nya." balas Ku.


"Sama-sama."


"Ayo Del,kita pulang." ajak kak Abel.


"Atau jangan-jangan kamu masih mau di sini?" lanjut nya.


"Ih kakak,apaan sih.Kebiasaan baget becandain Aku." timpal Adel.


"Ah kamu Del,bilang aja iya gitu," sahut Dewa.


Terlihat wajah Adel yang tampak kemerahan karena ucapan kak Abel dan Dewa barusan.

__ADS_1


__ADS_2