
***
Pantas saja,beberapa waktu lalu Dewa pernah menanyakan nama sekolah Taruna Harapan pada Ku.Ternyata,dia punya teman yang bersekolah di sana.Berarti kalau Angga tahu Refan,tidak menutup kemungkinan Adel dan teman yang lainnya pun kenal sama dia.
Tidak lama kemudian,setelah menunggu beberapa saat Adel pun datang menghampiri Ku.
"Hai......"ucap Adel pelan menatap ke arah Ku.
"Adel......"seru Ku.
Aku pun langsung beranjak dari tempat duduk.Dan langsung menghampiri Adel yang berdiri tidak jauh dari Ku
"Aku pikir kamu tidak jadi datang hari ini....."ucap Ku sambil tersenyum.
"Aku pasti datanglah.Mana mungkin Aku nggak datang,hari ini kan sekolah kita ikut lomba....."balas Adel.
"Bentar deh,matamu kenapa? Kok merah gitu,kamu habis nangis.....?"selidik Ku.
Aku bisa sangat melihat jelas,dari matanya yang kemerahan dan sembab.
"Nangis? Siapa yang nangis Jingga.Aku juga nggak tahu malah kalau mata Ku merah.Masa sih....?"ucap Adel berusaha menyembunyikannya.
"Bener nggak ada apa-apa....?"tanya Ku kembali dan terus memperhatikan wajahnya.
__ADS_1
"Aku nggak kenapa-kenapa Jingga.Kamu nggak perlu khawatir......"bantah nya kembali.
"Aku tahu,kamu lagi berbohong sekarang.Nanti setelah selesai pertandingan Aku ingin kita bicara berdua....."bisik Ku pelan mendekatinya.
Aku tidak tahu alasan apa yang membuat Adel memilih untuk berbohong pada Ku sekarang.Satu hal yang pasti,sekarang dia tengah menyembunyikan sesuatu dari Ku.
"Adel.....?"tiba-tiba Refan menghampiri kami berdua.
"Kamu Adel kan....?"tanya nya kembali.
"Iya....."ucap Adel pelan.
"Kamu kenal sama Adel....?"tanya Ku melihat ke arah Refan.
"Aku tidak menyangka akan bertemu kamu juga di sini....."lanjutnya.
"Iya......"jawabnya singkat.
"Tidak ada yang berubah yah.Kamu masih seperti dulu....."tutur Refan.
"Maksudnya...?"tanya Ku semakin heran.
**Pri-i-i-i-t*
__ADS_1
Bunyi pluit pun akhirnya menyudahi percakapan kami bertiga.
"Sampai ketemu lagi yah,Aku harus kesana dulu...."ucap Refan.
Dia pun langsung berlari ke arah lapangan sebelah di ikuti temannya yang sedari tadi ada di sampingnya.
"Del,memangnya dia siapanya kamu? Kok dia bicara kayak gitu....?"tanya Ku penasran.
"Jingga.Sekarang waktunya untuk kamu bertanding,sebaiknya nanti kita bicarainnya yah....."ucap nya sambil menatap Ku.
Aku pun terdiam sejenak dan berlalu langsung berlari bergabung dengan teman satu tim Ku.
Aku pun semakin yakin,pasti ada sesuatu antara Adel dengan Refan di masa lalu.Tidak mungkin juga,Dewa tiba-tiba menanyakan nama sekolahan Refan pada Ku waktu itu.Pasti Dewa juga tahu sesuatu antara Adel dengan Refan.
Sepanjang pertandingan mataku tidak lepas memandangi Adel yang tengah berdiri di pojok lapangan bersama teman-teman yang lain.Jujur Aku takut,dengan apa yang nanti akan Adel Jelaskan.
Aku berusaha fokus,supaya tidak membuat kesalahan.Aku tidak ingin melibatkan masalah pribadi K,dalam pertandingan hari ini.Aku pun memasukan beberapa poin untuk sekolah Ku.
Meski pun terkadang,saat mata kami bertemu satu sama lain.Aku akan berusaha langsung memalingkan wajah Ku supaya tidak tersulut emosi yang sedari tadi Aku tahan.
Setelah menunggu sekitar 60 menit akhirnya pertandingan nya pun berakhir dan di menangkan oleh tim Ku.
Setelah tim sekolah Ku bersalaman dengan siswa dari tim SMK 2,Aku pun langsung menghampiri Adel yang berada di pojok lapangan dan menarik tangannya.Membawanya pergi jauh dari sekolah,karena tidak mungkin Aku menanyainya di tengah keramaian.
__ADS_1