
* * *
Bruk.....
Aku tersandung batu dan terjatuh di atas aspal.
''Aw.....!'' Aku meringis kesakitan.
Lutut Ku ternyata berdarah mengenai aspal. Tiba-ada seseorang yang memegang pundak Ku. Sontak saja Aku ketakutan.
''Aku mohon lepaskan Aku....!'' pintaku,sambil menangis kesakitan.
''Adel.....''
Suara itu,sepertinya Aku mengenalnya. Aku pun langsung membalikan badan Ku ke arah orang yang berada di belakangku.
''Jingga?''
''Sini,,,,,Aku bantu duku Kamu berdiri. Kamu kenapa malah berlari?? Akhirnya jatuh kan...'' tuturnya.
''Oh itu...!! Tadi Aku merasa ada seseorang yang mengikuti Ku dari belakang,jadi Aku mempercepat langkahku dan tidak menyadari ada batu,Aku pun menginjaknya dan akhirnya terjatuh....'' jelas Ku sambil terisak menangis.
Tiba-tiba Jingga memeluk Ku,dan mengusap punggung Ku dengan halus. Dia berusaha menenangkan Aku yang ketakutan. Aku merasakan kehangatan dan nyaman saat berada di pelukannya.
''Tidak apa-apa Adel.Udah jangan menangis....'' ucapnya, yang masih memeluk ku.
" Jingga...!! Kamu tahu? Saat ini Aku merasa nyaman saat berada di pelukanmu. Sebentar lagi ijinkan Aku berada dalam pelukan mu..." bisik Ku dalam hati.
''Ya sudah. Sini Aku lihat dulu luka mu. Kita duduk dulu di sana...'' ucapnya,sambil menunjuk kursi di taman.
Jingga memapah Ku sampai kursi.
''Luruskan dulu kakinya Del...'' suruh nya.
Aku pun hanya mengikuti apa yang Jingga perintahkan.
''Sudah, jangan nangis. Ini luka tidak parah kok,hanya tergores sedikit....'' ucapnya sambil mengusap air mata Ku yang tersisa di pipiku.
Aku merasakan kehangatan,saat tangannya menyentuh pipiku lembut.
__ADS_1
''Tadi itu Aku lihat Kamu jalan sendirian. Aku berniat untuk menegur Kamu,tapi Kamu malah mempercepat jalan Kamu. Hingga akhirnya Kamu jatuh. Maaf ya....!'' jelasnya.
''Oh jadi yang ngikutin Aku itu Kamu??? Memangnya Kamu dari mana,kok ada di sekitar sini??'' tanya Ku penasaran.
''Aku sengaja menunggu Kamu pulang dari rumah Dewa.....'' tuturnya.
''Maksudnya....?''
'' Aku khawatir sama Kamu Del....!''
''Memangnya Aku kenapa?? Aku udah dewasa dan terbiasa pulang sendirian dari rumah Dewa. Kamu aneh deh....!''
''Adel.....''tanyanya.
''Iya.....! Kenapa Jingga???'' balasku.
''Apa Kamu sudah selesai membaca buku novel yang Kamu pinjam tadi dari perpustakaan???'' tanya.
"Kirain mau ngomong apa. Jingga nggak asik banget sih malah nanyain soal buku novel tadi...." gerutu Ku dalam hati.
'' Oh itu!! Belum,hanya beberapa lembar yang baru Aku selesaikan. Memangnya kenapa? Kamu mau pinjam??'' tanya Ku.
'' Tidak...'' jawabnya
''Kamu tahu arti dari judul novel itu??'' tanyanya.
''Ya tahu lah. Artinya itu 'Cinta Pertama Saya'. memangnya kenapa?? Kok Kamu tiba-tiba menanyakannya??'' Aku semakin penasaran.
'' Adel,,,,Aku tidak akan mengulang apa yang Aku ucapkan sekarang. Aku harap Kamu bisa mendengarkannya baik-baik....'' tuturnya.
''Iya apa???'' Aku semakin di buatnya penasaran.
'' Aku suka sama Kamu.....!'' tuturnya.
Deg..... Deg..... Deg......
"Apa yang barusan Jingga bilang. Apa Aku tidak salah dengar??? Jingga bilang dia suka sama Aku. Apa Aku benar-benar tidak salah mendengarnya..."
''Jingga maksud Kamu apa?? Kita kan baru saja kenal,mana mungkin Kamu secepat itu cinta sama Aku. Jangan becanda Jingga, nggak lucu.....'' jawabku aneh. Tapi sebenarnya hati Ku senang dengan apa yang di katakan Jingga barusan.
__ADS_1
''Apa Aku terlihat becanda Adel?'' tanyanya balik.
Aku pun hanya terdiam beberapa saat,Aku bingung apa yang harus Aku katakan. Aku masih tidak menyangka kalau misalkan dia mempunyai perasaan ya sama seperti Ku.
''Sejak pertama Aku melihat Kamu. Aku merasakan ada sesuatu yang berbeda di hatiku.Awalnya Aku ragu untuk mengatakannya,tapi semakin Aku berusaha untuk menahannya,rasa ini semakin kuat. Setiap kali Aku berada di dekat Kamu,,hatiku tidak karuan.Dan Aku baru merasakan hal seperti itu saat bersama denganmu....'' jelasnya.
''Tapi......Jingga,ini terlalu cepat buat Aku.....'' jawabKu.
''Aku mengerti,,, Kamu pasti kaget dengan apa yang Aku katakan sekarang. Namun satu hal yang harus Kamu tahu,,Kamu itu adalah cinta pertama dalam hidup Ku.....'' ucapnya,sambil mengikatkan kain di lutut Ku.
''Ya sudah kalau begitu Aku pamit yah. Sampai ketemu besok di sekolah.....'' ucapnya beranjak melangkah meninggalkan Aku yang masih tertunduk kaget.
Aku pun coba untuk meraih tangannya,namun tidak berhasil. Dia melangkah begitu cepat dan berlalu pergi.
Apa yang harus Aku lakukan sekarang??? Apa Aku harus senang,karena ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan atau apa?? Aku bingung,ini pertama kalinya buat Aku.
** Jingga POV **
Aku merasa resah karena malam ini tidak jadi bertemu dengan Adel, jujur saja untuk pertama kalinya Aku merasakan hal seperti ini.Hatiku resah saat tak melihatnya.
"Haruskah Aku berkata jujur saja sama Adel,tentang perasaanku sama dia.Aku tidak bisa memendamnya lebih lama lagi. Entah dia mau menerima atau tidak...." ucap Ku dalam pikiranku.
Aku pun memutuskan untuk menunggu Adel pulang dari rumah dewa dan menunggunya di taman. Tidak lama kemudian ternyata benar Adel pun muncul. Hatiku langsung senang melihat dia.
Padahal dia cewek yang tidak bisa berpenampilan menarik,dia lebih suka sesuatu yang simpel yang iya kenakan. Seperti malam ini hanya memakai jaket yang kegedean celana pendek,namun menurutku begitu pantas saat Adel yang menggunakannya.Rambut yang di biarkan terurai,dan terkadang menutupi matanya. Namun itu yang membuat dia berbeda dan istimewa bagiku.
Aku pun berniat memanggilnya,namun tiba-tiba dia malah mempercepat jalannya. Sampai akhirnya dia terjatuh. Aku panik dan langsung menghampirinya yang sedang tersungkur di aspal.
Aku melihat dia menangis,karena luka goresan di lututnya. Sontak saja Aku langsung memeluk dia dan mencoba menenangkannya. Aku tidak tahan saat melihat nya menangis rasanya itu seperti luka juga bagiku.
Aku coba memapah dia duduk di kursi taman dan menghapus air mata yang membasahi pipinya.
" Apa Aku harus jujur saja sama dia sekarang dan bilang kalau aku suka sama dia. Baik lah akan Ku beranikan diri untuk mengatakannya.."
Aku pun langsung mengatakannya,entahlah dia mau menerima Aku atau tidak. Yang terpenting Aku sudah mengakuinya. Jujur saja Aku gugup dengan jawaban dia. Namun sepertinya di kaget dengan apa yang Aku katakan barusan.
Aku pun memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Tanpa melihatnya kembali yang masih tertunduk kaget. Jujur Aku juga takut mendengar apa yang akan dia katakan nantinya.
** Adel POV **
__ADS_1
Sesampainya di rumah,Aku langsung masuk ke kamarku. Dan menenangkan hati yang masih bergejolak ini.
Aku duduk di kursi meja belajarku dan melihat buku novel yang terbuka. Sontak saja itu mengingatkan Ku sama perkataan Jingga tadi. Aku langsung saja memasukannya dalam tasku.