
***
** Adel POV *
"Ah,itu.Aku menyuruh mereka untuk membeli beberapa minuman dan cemilan untuk kita....."
"Nantikan pasti jenuh juga kalau nggak ada cemilannya.Kan enak sambil nonton,sambil makan cemilan....." lanjutnya.
"Dia sudah ketularan Raya,kayaknya....." ucap Jingga sambil kembali melajukan mobilnya.
Dan ternyata benar saja,dari kejauhan sudah melihat Gita dan Raya yang tengah duduk sambil memegangi kantong plastik.
"Tega banget kamu Dew,malah nyuruh mereka nungguin di sini....." ucap Jingga.
"Nggak apa-apa kali.Sekali ini saja....." balasnya.
***
"Gita......!" seru Jingga memanggilnya dari sebrang jalan.
Gita dan Raya pun langsung menyadari kedatangan kami.Mereka berdua pun langsung berlari ke arah mobil Ku berhenti.
"Ya ampun,Aku nunggunya lama banget tahu...." gerutu Raya setelah masuk di dalam mobil.
"Iya nih Dewa,iseng banget....." timpal Gita.
"Eh,Adel udah ada di sini juga....." lanjut Gita.
"Udah dong.Kan biar berangkatnya bareng sama kalian....." balas Ku.
"Let's go......" seru Dewa.
Jingga pun langsung tancap gas,supaya cepat sampai di sekolah.
***
Setibanya di sekolah,Jingga langsung berpamitan sama Aku dan teman-teman yang lain.
"Aku duluan yah.Takutnya tim Ku sudah berkumpul di lapangan....." ucap Jingga sambil menggenggam tangan Ku.
"Ya udah sana,nanti kalau terlambat yang ada kamu malah kena hukuman nantinya....." timpal Ku.
"Iya,nanti kalau pertandingan nya sudah di mulai,kita akan langsung ke lapangan untuk memberikan semangat sama kamu dan tim sekolah kita....." sambung Gita.
Sambil menunggu acaranya di mulai,kami pun menunggu di kelas saja.Sudah beberapa hari ini,kami tidak masuk kedalm kelas.Rasanya kangen sekali dengam suasan nya.
"Ya udah ah,Aku makan duluan aja cemilannya.Lumayan kan sambil nunggu...." tutur Raya.
"Ih Raya,kan itu buat nanti......" timpal Dewa.
"Ih kamu yang apaan.Lagian ini Aku membelinya dengan uang Ku sendiri.Emangnya kamu ngasih uang gitu,buat beli ini semua....." balas Raya.
"Ya enggak....." ucap Dewa pelan.
"Lagian,Aku juga nggak bisa menghabiskan semuanya sekarang......" timpal Raya kembali.
"Kok kalian malah ribut sih? Ya ampun....." Gita mencoba untuk melerai nya.
Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku melihat kelakuan Raya dan Dewa.
__ADS_1
***
Sekitar jam 08.00 tepat,bunyi sirine tanda pertandingan Voly akan segera di mulai.Kami pun langsung keluar dari kelas menuju lapangan.
Terlihat Jingga dan timnya sudah berbaris di lapangan.Aku merasa bangga,saat melihat Jingga mengenakan seragamnya hari ini.
"Semangat......" bisik Ku.
Jingga pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Cie......." ucap Raya sambil mencubit tangan Ku.
"Apa....?" ucap Ku malu.
Pandangan Ku beralih ke tempat lawan sekolah kami hari ini.Disana terlihat ada Refan dan kawan-kawannya.
"Semoga hari ini,kemenangan berpihak pada Jingga dan timnya....." bisik Ku dalam hati.
*Pri-i-i-it**
Bunyi pluit pun sudah di tiup,dan itu tandanya pertandingannya di mulai.Sejak awal permainan,kubu lawan terlihat sangat mendominasi jalannya pertandingan.
Aku bisa melihat Jingga dan timnya sempat kewalahan untuk menghadapinya.Apalagi sekarang skor milik lawan mengungguli nya.
*Bruk.....
Tiba-tiba Jingga terjatuh saat menerima bola yang di lempar oleh Refan.Aku sangat terkejut dan langsung berteriak.
"Jingga....."
"Del,kamu jangan ke sana.Nanti yang ada malah buat Jingga merasa tidak baik....." tutur Dewa.
"Tapi,dia terluka.Apa kalian tidak melihatnya,lututnya berdarah......"
"Iya,kami tahu.Biarkan anggot P3K yang mengobatinya....." timpal Gita.
"Ayo kita,kasih dia semangat untuk melanjutkan pertandingannya.Aku yakin Jingga tidak akan berhenti begitu saja......" ucap Dewa.
Aku hanya bisa melihat Jingga dari kejauhan,yang tengah di obati oleh tim P3K.Dia nampak menahan sakitnya,Aku sangat khawatir.
Tapi apa yang di katakan teman-teman Ku ada benarnya juga.Pertandingannya pun sempat berhenti beberapa saat.
Namun tidak lama kemudian,Jingga pun kembali dengan tim nya di lapangan setelah mendapatkan perawatan,meski pun dengan kaki terpincang-pincang.
"Jingga semangat......" teriak Ku sambil melambaikan tangan.
Dia pun tersenyum ke arah Ku dan melanjutkan pertandingannya.
***
Pertandingan kali ini,tim sekolah Ku mulai mengejar ketertinggalan perlahan namun pasti.Meski pun tim lawan juga tidak henti-hentinya memberikan perlawanan dan serangan yang bertubi-tubi.
Aku dan teman-teman yang lain terus menyuarakan semangat untuk tim sekolah Ku supaya mereka mendapatkan kembali semangat dan bisa mengejar ketertinggalan.
Dan pada akhirnya,berkat usaha dan kerja keras dari tim sekolah kami,Akhirnya pertandingan final ini di menangkan oleh sekolah Ku.
"Yey......." sorak semua siswa yang menonton di samping lapangan.
***
__ADS_1
Aku pun langsung menghampiri Jingga.Aku sangat khawatir dengan keadaan lukanya.
"Jingga......"
Dia pun melihat ke arah Ku sambil tersenyum.
"Kamu baik-baik aja kan....?" ucap Ku sambil melihat luka yang ada di lututnya.
" Tentu saja.Ini tidak apa-apa kok....."
"Apa nya yang baik-baik saja? Lihatlah,darahnya masih mengalir kayak gitu....."
"Selamat yah,atas kemenangan kamu hari ini....." ucap Refan yang langsung menghampiri Aku dan Jingga sambil mengulurkan tangan nya.
"Makasih yah......"
"Kamu juga,tadi bermain dengan baik....." lanjut Jingga.
"Ah itu tidak ada apa-apanya di bandingkan kamu....." Refan pun menyunggingkan senyuman nya.
"Selamat ya Del....."
"Aku harap,hubungan kalian langgeng.Aku merasa senang karena Jingga yang menjadi pacar kamu.Dia pasti bisa menjaga kamu dengan baik......" lanjutnya
"Iya makasih......"
Refan pun berlalu meninggalkan kami berdua.
"Ya udah,Aku akan bergabung dengan tim Ku dulu.Untuk berfoto,kamu tunggu di sini aja....." ucap Jingga.
"Ya udah,hati-hati.Nanti luka kamu......"
"Iya sayang....." ucap nya sambil tersenyum.
Dia pun menghampiri tim nya yang sudah berkumpul di tengah-tengah lapangan untuk mengabadikan foto.
"Adel......"
"Tadi,kenapa Refan menghampiri kalian.....?" tanya Dewa.
"Nggak ada apa-apa...."
"Dia hanya mengucapkan selamat sama Jingga......"
"Oh......."
***
Tidak lama kemudian Jingga pun kembali bergabung dengan Aku dan yang lain.Dia berusaha menahan rasa sakitnya,padahal Aku bisa melihat jelas dia berjalan pun dengan terpincang-pincang.
"Ayo kita pulang.Kita obati luka mu dulu......"
"Ya udah....." Jingga pun meraih tangan Ku untuk membantunya berjalan.
Setelah sampai di parkiran Aku langsung menyuruhnya masuk dari pintu belakang.Supaya,Dewa saja yang membawa mobilnya,meskipun dia sempat menolaknya.
"Kamu sayang nggak sama Aku......?" bisik Ku padanya.
"Sayang lah......"
__ADS_1
"Ya udah,jangan memaksakan diri kamu terus,kamu tidak lihat luka mu itu....." bentak Ku.