
***
"Ayo cepat,sini kembali kan," lanjut Dewa.
"Ya udah nih,pelit banget." timpal Raya.
"Kalau Aku pelit,nggak akan Aku kasih tadi kamu jajan." balas Dewa.
"Ya ampun,kalian ini.Malah bertengkar di kamar Ku." bentak Ku.
"Lagian Dewa sih yang mulai duluan," timpal Raya.
Gita dan Adel hanya menggelengkan kepalanya melihat pertengkaran anatara Dewa dan Raya.
***
"Jingga...!" seru ibu yang sudah berdiri di ambang pintu Aku dan yang lainnya langsung melihat ke arah ibu bersamaan.
"Iya bu,kenapa?"
"Jadi gini,barusan ayah memberitahu ibu.Kalau kakek sedang sakit,"
"Sakit apa bu?" tanya Ku kembali.
"Ibu dan ayah belum tahu pasti.Makanya nanti sepulang ayah dari tempat kerja,kami mau langsung pergi untuk mengunjungi kakek." jelas ibu.
"Kalau begitu,Jingga juga ikut yah,"
"Jingga,tapi kan kaki kamu masih belum sembuh," tutur Adel.
"Tidak apa-apa lagian,Aku kan hanya duduk saja nggak menyetir mobil nya." balas Ku.
"Iya benar kata Adel,kamu sebaiknya di rumah saja.Nanti kalau kaki kamu udah sembuh,kamu baru bisa menyusul ibu dan ayah."
"Tapi,kita tidak tahu bukan yang akan terjadi sama kakek ke depan nya,"
Ibu hanya terdiam dan kebingungan dengan kemauan Aku.
"Jingga,tunggu sampai kaki kamu agak mendigan yah.Baru kamu boleh menyusul ibu,"
"Tapi bu...."
Adel pun langsung menggenggam tangan Ku dan meminta Ku untuk menuruti perintah ibu.
"Meski pun kamu terus memaksa untuk ikut pergi bersama kami.Ayah juga pasti akan memberikan jawaban yang sama seperti ibu." lanjut ibu.
Ibu pun langsung berlalu meninggalkan Aku.
"Jingga,sebaiknya kamu mendengarkan apa yang di katakan ibu kamu.Itu juga untuk kebaikan kamu juga," tutur Gita.
"Baiklah,Aku akan memikirkan nya kembali." timpal Ku.
***
Sore harinya,teman- teman Aku pun berpamitan untuk pulang.Begitu pun dengan Adel.
Aku pun mengantar kepulangan mereka sampai ruang tengah.Aku merasa kondisi kaki Ku sudah mulai membaik,meskipun masih berjalan pelan.
Setelah itu,Aku duduk di sofa sambil menontin TV.Tidak lama setelah itu ayah pun datang dari tempat kerja nya.
__ADS_1
"Bu.....!" seru ayah.
"Iya...." jawab ibu dari dalam kamar.
"Apa semuanya sudah siap? Ayo kita langsung berangkat." ajak ayah.
"Semuanya sudah siap,ayah." balas ibu.
"Jingga,kamu tidak apa-apa kan kami tinggal kamu di rumah sendirian dalam beberapa hari ke depan."
"Ya sudah tidak apa-apa.Aku bisa meminta Dewa untuk menginap di sini.Lagian kebetulan sekarang sekolah sedang libur juga," jelas Ku.
"Baiklah kalau begitu ibu dan ayah berangkat,yah.Takut kemalaman di jalan," tutur ibu.
"Iya bu...."
"Kamu hati-hati di rumah ya,nanti sekalian lewat ibu akan bicara sama mamah nya Dewa juga." lanjut ibu.
"Ya sudah.Hati-hati di jalan,nanti kalau sudah sampai,langsung hubungi Jingga." timpal Ku.
"Tentu saja,"
"Nanti,ibu akan kasih kabar terbaru dari sana."
Ibu dan ayah pun langsung keluar dan langsung berangat.
Setelah kepergian ayah dan ibu,Aku hanya berdiam diri di ruang tengah sambil meunggu ke datangan Dewa.
Aku sempat mengirim nya pesan,untuk membelikan Aku beberapa makanan untuk makan malam.
**Adel POV*
"Eh Adel....." ucap tante Sofia sambil tersenyum.
"Pagi tante," ucap Ku malu.
"Pagi juga Adel,kamu mau jenguk Jingga yah? Ayo silahkan masuk aja."
"Iya tante,"
Aku pun langsung mengikuti tante Sofia dari belakang.
"Jingga ada di kamarnya,Adel langsung masuk aja.Tante lagi beres-beres dulu." ucap tante Sofia.
"Iya tente,makasih."
Aku pun langsung berjalan menuju kamarnya Jingga yang letaknya tidak jauh dari ruang makan.Setelah sampai di depan kamarnya yang pintunya sudah terbuka lebar,Aku hanya berdiri sambil memperhatikan Jingga yang tengah duduk sambil memainkan iPadnya.
"Adel....." ucapnya pelan.
"Pagi," ucap Ku sambil tersenyum.
"Del,ayo masuk." ajaknya.
Aku pun langsung duduk di samping Jingga dan duduk di atas kursi yang biasa dia gunakan untuk belajar.
"Gimana,keadaan kamu? Apa sudah membaik?" tanya Ku.
"Ya sekarang sudah mendingan,tinggal nunggu luka goresan nya kering.Semalam ibu sudah membalurkan beras kencur soal nya.Jadi sangat membantu untuk proses penyembuhan nya." jelasnya.
__ADS_1
" Syukur lah kalau begitu,Aku jadi senang mendengarnya."
"Oh iya,Ada yang ingin Aku ceritakan sama kamu," lanjut Ku.
"Apa? Apa kamu ada masalah?" tanya Jingga langsung menatap Ku.
"Tidak ada.Hanya saja,sebelum Aku pergi ke sini tadi,ibu Ku memanggil untuk membicarakan sesuatu pada Ku." jelas Ku.
"Apa itu?" tanya Jingga kembali.
"Ternyata ibu sudah tahu tentang hubungan kita berdua." balas Ku.
"Memang nya kamu belum menceritakan tentang hubungan kita sama ibu kamu?" tanya nya.
"Belum.Tadinya Aku akan memberi tahunya saat Aku ada kesempatan yang tepat untuk membicarakannya."
"Tapi,ternyata ibu telah tahu hubungan kita lebih dulu.Dan itu dari ibu kamu katanya," lanjut Ku.
"Aku memang sudah memberitahu masalah hubungan kita lebih dulu pada ibu Ku." timpal Jingga.
"Pantas saja."
"Kenapa? Kamu tidak menyukainya,karena sekarang hubungan kita sudah di ketahui semua orang yang ada di rumah kita." tutur Ku.
"Tidak bukan begitu maksud Ku.Aku merasa lega dan senang sekarang.Karena tidak harus menyembunyikannya.Hanya saja ya,begitulah.Sulit untuk di jelas kan."
"Aku juga sama sudah cerita sama kak Abel di hari kita meresmikan hubungan kita." lanjut Ku.
"Yang terpenting,kita bisa menjaga apa yang sudah di percayakan oleh kedua orang tua kita bukan?"
"Iya seperti itu," balas Ku.
"Sudahlah,Aku tidak ingin melihat kamu tampak terbebani dengan masalah ini." ucap Jingga.
"Lagi pula Aku ingin kita menikmati setiap proses dalam hubungan kita ke depan nya." lanjut nya.
"Oh iya,kenapa kamu tidak cerita sama Aku?"
"Cerita apa?" tanya Jingga balik.
"Kalau kamu pernah bertemu sama Refan," balas Ku.
"Ah masalah itu,Aku sengaja memilih untuk tidak menceritakan nya sama kamu tentang pertemuan Aku dengan Refan.Karena bagi Aku itu bukan hal yang terlalu penting.Aku takut malah kamu nya yang merasa tidak enak terhadap Ku,"jelas Jingga.
"Ya tentu saja.Aku merasa tidak enak karena kamu mendapatkan masalah dari orang masa lalu Ku." timpal Ku
"Ya sudah,lagian sekarang kamu sudah mengetahuinya juga kan."
"Iya...." ucap Ku pelan.
"Tapi,Aku mau kedepan nya Aku minta sama kamu untuk saling memberitahu satu sama lain tentang apa pun itu.Supaya tidak ada kesalah pahaman nantinya." lanjut Ku.
"Baik lah.Aku berjanji kedepan nya Aku akan menceritakan semuanya sama kamu."
Kami pun saling mengikat jari kelingking kami berdua sebagai tanda janji kita berdua.
Hari ini Adel membantu Aku untuk mengulas pelajaran yang sempat tertinggal saat Aku mengadakan rapat waktu itu.
Sampai akhirnya kami tidak sadar kalau waktu sudah berlalu dengan cepat nya.
__ADS_1