JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episode 71


__ADS_3

***


"Benar apa yang kamu katakan.Aku sangat beruntung karena ada dia di hidup Ku....." tutur Ku pelan.


"Menurut Ku mencintai nya itu adalah awal sekaligus akhir dari segalanya......" lanjut Ku.


"Aduh dalem banget kata-katanya......" timpal Dewa.


"Itu fakta Dewa......" sahut Ku.


Tidak lama kemudian Adel pun masuk kembali kedalam mobil dan kami pun langsung melanjutkan perjalanan kami untuk pulang.


***


"Dewa,kita ke rumah kamu dulu aja....." ucap Ku setelah memasuki gerpang perumahan.


"Loh kenapa...."


"Udahlah.Aku tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini...."


"Ya sudah,kalau begitu Aku juga ikut ke rumahnya Dewa juga.Biarkan Aku mengobati luka mu di sana......" timpal Adel.


"Aku juga....." tutur Raya.


"Maaf yah,Aku nggak bisa ikut.Aku harus langsung pulang,soalnya tadi ibu Ku WA minta Aku untuk segera pulang....." jelas Gita.


"Ya udah nggaka apa-apa Git......" timpal Adel.


***


Setelah menurunkan Gita tepat di depan rumah nya,kami pun langsung meluncur menuju tempatnya Dewa.


"Ya udah yuk masuk......" ajak Dewa setelah memarkirkan mobil nya.


Aku pun langsung turun di bantu oleh Adel yang selalu sigap membantu Ku.


"Hati-hati......" ucap nya pelan.


Setelah itu,kami duduk di gajebo dekat kolam ikan yang ada di depan rumah Dewa.


"Kalian benar nggak mau di sini aja? Kita masuk aja ke dalam......"


"Nggak ah.Enakkan di sini,Aku bisa lihat ikan peliharaan kamu...." timpal Raya.


"Iya kita di sini aja Dew,nggak apa-apa kok....." sambung Adel.


"Ya udah,kalau gitu Aku masuk dulu yah.Aku mau ambil minuman dan cemilan buat kalian...." dia pun langsung masuk ke dalam rumahnya.


Aku pun mencoba meluruskan kaki Ku yang terasa kaku dan nyeri.


"Bentar deh,bukan kah sebaiknya kamu di urut saja......" ucap Raya.


"Nggak ah enggak......." Aku langsung menolaknya.


"Nih dengerin yah Jingga,luka kamu kayak gini tuh nggak cukup di obati aja,tapi harus di urut juga.Takutnya ada urat kamu yang geser atau apalah itu......" jelas Raya.


"Iya bener kata Raya.Aku setuju....." sahut Adel.


"Del,yang benar saja......"


"Kamu tahu kan,rasanya di urut itu seperti apa,sakit......" lanjut Ku.

__ADS_1


"Ya kan sakit,karena memang ada yang bermasalah......"


"Kamu mau yah,supaya kamu cepat pulih juga....." bujuk Adel.


"Mau apa sih....?" tanya Dewa yang baru saja keluar dari dalam rumahnya sambil membawa nampan berisikan makanan dan minuman.


Dewa pun langsung menyimpannya di atas meja yang ada di tengah gajebo.


"Nih,ayo di makan......" lanjut nya.


"Ini,tadi Aku ngusulin sama Jingga,supaya dia mau di urut.Kan luka jatuh kayak gitu nggak cukup di obatin aja,kan harus di urut juga....." jelas Raya.


"Oh gitu.Emangnya kamu mau....?" tanya Dewa.


Aku pun langsung menggelengkan kepala Ku,tanda Aku menolaknya.Dewa langsung tersenyum melihat ekspresi wajah Ku yang ketakutan.


"Kamu tahu nggak nomor tukang urutnya? Setahu Aku ada deh yang biasa ngurut ke sini....." tutur Adel.


"Bentar perasaan ada.Soalnya waktu itu sempat ayah Ku di urut pas keseleo....."


"Coba Dew,di hubungi.Minta dia ke sini......"


Dewa pun langsung menatap Ku dan Aku langsung menolaknya dengan menggelengkan kepala.


"Udah,tunggu apa lagi.Kamu malah lihat-lihatan sama Jingga......" ucap Adel.


"Ini juga buat kesembuhan dan kebaikan Jingga juga.Kamu tidak lihat,dari tadi luka nya malah makin bengkak....." lanjut Adel.


"Iya ih,lihat deh lututnya Jingga sampai ke biruan kayak gitu......" timpal Raya.


Dengan desakkan yang di berikan Adel,akhirnya Dewa pun langsung menelepon tukang urutnya.


"Baik pak,kalau begitu saya tunggu....." ucap Dewa.


"Gimana.....?" tanya Adel.


"Bisa katanya,suruh nunggu.Dia langsung ke sini,untung saja sedang tidak ada pelanggan....." jelas Dewa.


Perasaan Ku pun langsung tidak karuan,ini ke dua kalinya Aku di urut.Aku masih mengingat dengan jelas rasanya pas dulu pertama kali Aku di urut.


"Nah,sambil menunggu tukang urutnya datang,kalian makan lah dulu cemilannya....." ucap Dewa.


"Eh ada Adel,Jingga sama Raya....." ucap ibunya Dewa yang baru saja datang.


"Ibu dari mana? Pantas saja tadi Dewa cariin nggak ada di rumah......"


" Ah itu,ibu dari rumahnya tante Niken di Blok G.Kebetulan di sana lagi ada acara arisan......" jelas ibunya Dewa.


"Barusan ibu pulang di anterin ibunya Jingga di depan....." lanjutnya.


"Oh gitu yah.Memangnya ayah ke mana?Kok nggak nganterin ibu....."


"Biasa,dia lagi main badminton di Gor....."


"Oh ya ampun,itu kaki kamu kenapa Jingga? Sepertinya lukanya cukup serius......" ucap ibu Dewa langsung melihat ke arah kaki Ku.


"Ah ini,tadi pas bertanding di sekolah tidak sengaja jatuh......"


"Ini tidak separah itu kok tante....." lanjut Ku.


"Dewa,ayo cepat panggil tukang urut.Supaya bisa di benerin dan di lihat......" tutur ibu Dewa.

__ADS_1


"Udah bu,tadi Dewa udah menelepon nya.Paling sebentar lagi sampai......" jelas Dewa.


"Syukur deh kalau udah mah......"


"Ya udah kalau begitu,tante permisi yah.Kalau kalian butuh apa-apa panggil tante saja....."


"Iya tante......." ucap Adel dan Raya bersamaan.


***


Tidak lama kemudian,tukang urutnya pun datang dengan mengendarai sepeda motor.


" Ini yang tadi nelepon saya kan....?" tuturnya.


"Iya benar pak......" jawab Dewa.


Beliau pun langsung menghampiri kami ber empat.


"Ini yang mau di urutnya....." ucap beliau melihat ke arah Ku.


"I-i-iya......"


"Coba sini saya lihat dulu lukanya seperti apa......"


"Kalau boleh tahu ini kenapa,bisa luka kayak gini....?" lanjut beliau.


"Ah itu tadi pak,waktu di sekolah saya tidak sengaja jatuh....."


Bapak tukang urut pun perlahan membuka perban yang menutup luka Ku dan setelah itu di mulai meraba-rabanya.


"Ah......" teriak Ku.


Saat bapak itu mulai menekan-nekan area lutut Ku.


"Ah......" teriak Ku kembali.


"Ini cukup parah.Karena sepertinya,pas kamu jatuh kamu tidak langsung istirahat dan meluruskan lutut nya......" ucap beliau.


"Padahal saya hanya menekan dengan pelan,kamu langsung berteriak seperti itu....." lanjut beliau.


"Memangnya sesakit itu yah.....?" tanya Dewa.


"Bukan sakit lagi,bodoh......" Aku langsung melotot ke arah Dewa.


Adel pun langsung memegangi tangan Ku.


"Kalau sakit pegang tangan Ku keras-keras......" ucapnya.


"Coba di luruskan,saya akan memulai memijatnya......" suruh beliau.


"Pelan-pelan ya pak......" ucap Ku sambil meluruskan kaki Ku.


"Iya......."


Beliau pun mulai mengurut kaki Ku secara perlahan,awalnya Aku merasa baik-baik saja.Sampai akhirnya dia menekan di tempat yang dekat dengan lukanya.


"Ah......Ah......Sakit......" ringis Ku.


"Tahan yah,ini pasti terasa sangat sakit.Karena di sini letak yang bermasalahnya...."


"Ah......" teriak Ku

__ADS_1


"Oh tuhan......." ringis Ku.


Dewa dan Raya nampak menahan tawa mereka melihat Aku yang kesakitan.


__ADS_2