JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episode 27


__ADS_3

* * *


''Adel....'' seru Gita.


''Iya. Kenapa Gita.??''


''Kamu pulang sama siapa?? Apa ayahmu menjemputmu???'' lanjutnya.


''Iya tadi pagi,ayah bilang akan menjemput Ku sepulang sekolah...'' jelas Ku.


''Baiklah kalau begitu Kita duluan yah.....'' ucap Angga.


''Iya hati-hati.....''seru Ku.


Aku pun memutuskan menunggu ayah di bangku taman sekolah.


"Ayah mana yah kok belum datang juga.....?" tanyaku dalam hati.


''Adel.....'' seru seseorang mengagetkan Ku.


''Iya......'' Aku pun langsung melihat ke arah sumber suara.


Ternyata itu Jingga,dia tengah menenteng helm berjalan ke arahku.


''Kenapa Kamu masih di sini,kok belum pulang...?'' tanya Jingga.


''Iya ini lagi nunggu ayah jemput.....'' tutur Ku.


''Apa Kamu mau bareng pulang dengan Aku??? Kebetulan Aku sendirian.....'' ajak Jingga.


''Tidak. Aku takut ayah nanti kesini dan mencari Aku.....'' tutur Ku kembali.


Dia pun duduk di sampingku.


''Ya sudah kalau begitu biarkan Aku menemani Kamu,sampai ayah Kamu datang menjemputmu....'' tutur Jingga.


Aku hanya mengangguk mengiyakan ucapan Jingga.


''Jingga.....'' seruku.


''Apa boleh Aku menanyakan sesuatu padamu???'' Aku pun memberanikan diri.


''Apa itu?? Tanyakan saja,semoga Aku bisa menjawabnya.....'' tutur Jingga.


''Kalau boleh tahu,hubungan Aku antara Kamu itu seperti apa?? Sebelum kejadian yang menimpaku sekarang ini.....'' ucapku ragu.


Jingga pun tampak kaget dengan pertanyaan yang Aku ajukan.


''Kenapa Kamu bisa bertanya seperti itu???' Apa terjadi sesuatu,apa ada hal yang mengganggu pikiran Kamu..??'' tanyanya balik.


''Tidak,hanya saja Aku merasa aneh saat melihat Kamu.Saat pertama kali Aku melihat Kamu di rumah sakit,Aku merasakan ada sesuatu yang berbeda di hati Aku.....'' jelas Ku.


''Apa itu....?'' tanya Jingga penasaran.


''Aku merasakan Sakit,sedih dan senang secara bersamaan. Dan kemarin pas Aku membereskan beberapa barang di meja belajar,Aku menemukan tulisan 'Adel & Jingga'. Aku penasaran,padahal yang Aku tahu sekarang Kamu sedang dekat dengan Kakakku Abel.....'' jelas Ku kembali.

__ADS_1


Dia tampak menundukkan kepalanya,sepertinya dia juga bingung.


''Kita hanya teman dekat saja,mungkin karena saking dekatnya Kita Kamu sampai menuliskan namaku di meja belajarmu....'' tutur Jingga.


''Benarkah??? Bukankah Aku juga dekat dengan Gita,Raya dan Angga. Tapi,kenapa Aku tidak menuliskan nama mereka di sana??'' tutur Ku.


''Itu hanya perasaan Kamu saja......'' timpal Jingga.


'' Iya mungkin. Maaf ya Aku nanyain hal ini sama Kamu,padahal Aku tahu Kamu kan sedang dekat dengan kak Abel.....'' jelas Ku.


''Iya tidak apa-apa. Terus bagai mana perasaan Kamu melihat kedekatan Aku dengan kak Abel??? Apakah baik-baik saja...?'' tanya Jingga balik.


''Aku tidak suka.....'' jawabku spontan.


Dia tampak kaget dengan jawaban yang Aku berikan.Raut wajahnya berubah tampak sedih.


''Adel.....'' seru ayah.


Ternyata Aku sampai tidak menyadari kedatangannya.


''Jingga,Aku duluan yah. Itu ayah sudah datang menjemput Ku.....''


'' Oh iya Adel. Hati-hati di jalan....'' jawabnya pelan.


Aku pun langsung menghampiri ayah yang sudah memarkirkan mobilnya di depan gerbang.


''Sedang apa Kamu tadi?? Sepertinya kalian sedang membicarakan sesuatu yang serius...'' tanya ayah.


''Ih ayah kepo. Bukan apa-apa ayah,kami hanya berbincang sedikit. Aku juga menanyakan beberapa hal yang belum Aku ketahui mengenai pelajaran sekolah.....'' jelas Ku.


"Untung lah ayah percaya dengan apa yang Aku katakan. Kalau tidak,ayah akan terus mewawancarai Ku....." bisik Ku dalam hati.


Aku pun langsung menaiki mobil ayah dan melihat kembali Jingga,dia masih saja tertunduk.


"Kenapa dengan Jingga?? Apa jawabanku salah???" tanyaku dalam hati.


* * *


** Jingga POV **


Bel pulang sekolah sudah berbunyi,Aku pun langsung keluar dari kelas. Karena sedari tadi Aku menahan ingin ke toilet.


Namun ketika Aku kembali ke kelas ternyata teman-temanku sudah pulang duluan dan hanya tersisa Aku sendiri.


Aku pun langsung beranjak keluar dari kelas menuju parkiran sekolah. Namun Aku melihat seseorang yang tengah duduk di bangku taman sendirian.


"Bukankah itu Adel,kenapa dia sendirian di sana??Haruskah Aku menyapanya??" tanyaku dalam hati.


Aku pun memutuskan untuk menghampirinya.


''Adel.....'' seru Ku memberanikan diri.


''Iya......'' jawabnya sambil melihat ke arah Aku.


Dia tampak bingung dengan kedatangan Aku yang tiba-tiba mengagetkannya.

__ADS_1


''Kenapa Kamu masih di sini,kok belum pulang...?'' tanya Ku.


''Iya ini lagi nunggu ayah jemput.....'' tutur Adel.


''Apa Kamu mau bareng pulang dengan Aku??? Kebetulan Aku sendirian.....'' Aku pun memberanikan diri mengajaknya.


''Tidak. Aku takut ayah nanti kesini dan mencari Aku.....'' tutur Adel.


Aku pun memutuskan duduk di sampingnya.


''Ya sudah kalau begitu biarkan Aku menemani Kamu,sampai ayah Kamu datang menjemputmu....'' tutur Ku.


Dia hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ku.


''Jingga.....'' seru Adel membuyarkan suasana.


''Apa boleh Aku menanyakan sesuatu padamu???'' tuturnya tiba-tiba.


''Apa itu?? Tanyakan saja,semoga Aku bisa menjawabnya.....'' jawabku.


''Kalau boleh tahu,hubungan Aku antara Kamu itu seperti apa?? Sebelum kejadian yang menimpaku sekarang ini.....'' ucapnya seolah ragu.


Jujur saja Aku pun kaget dengan pertanyaan yang Adel ajukan.


''Kenapa Kamu bisa bertanya seperti itu???' Apa terjadi sesuatu,apa ada hal yang mengganggu pikiran Kamu..??'' tanyaku balik.


''Tidak,hanya saja Aku merasa aneh saat melihat Kamu.Saat pertama kali Aku melihat Kamu di rumah sakit,Aku merasakan ada sesuatu yang berbeda di hati Aku.....'' jelasnya.


''Apa itu....?'' tanya Ku penasaran.


''Aku merasakan Sakit,sedih dan senang secara bersamaan. Dan kemarin pas Aku membereskan beberapa barang di meja belajar,Aku menemukan tulisan 'Adel & Jingga'. Aku penasaran,padahal yang Aku tahu sekarang Kamu sedang dekat dengan Kakakku Abel.....'' jelasnya kembali.


Aku hanya bisa menundukkan kepalaku,Aku juga bingung harus memberikan penjelasan apa padanya.


''Kita hanya teman dekat saja,mungkin karena saking dekatnya Kita,Kamu sampai menuliskan namaku di meja belajarmu....'' tutur Ku mencari alasan.


''Benarkah??? Bukankah Aku juga dekat dengan Gita,Raya dan Angga. Tapi,kenapa Aku tidak menuliskan nama mereka di sana??'' tuturnya kembali.


''Itu hanya perasaan Kamu saja......'' timpal Ku.


'' Iya mungkin. Maaf ya Aku nanyain hal ini sama Kamu,padahal Aku tahu Kamu kan sedang dekat dengan kak Abel.....'' ucapnya yang cukup buat hatiku sakit.


''Iya tidak apa-apa. Terus bagai mana perasaan Kamu melihat kedekatan Aku dengan kak Abel??? Apakah baik-baik saja...?'' tanya Ku balik.


''Aku tidak suka.....'' jawabnya spontan.


Aku kaget dengan jawaban yang Adel berikan.


''Adel.....'' seru ayahnya Abel memecah pembicaraan kami.


Ternyata Aku sampai tidak menyadari kedatangan beliau.


''Jingga,Aku duluan yah. Itu ayah sudah datang menjemput Ku.....'' tuturnya.


'' Oh iya Adel. Hati-hati di jalan....'' ucapku pelan.

__ADS_1


__ADS_2