
***
Dewa pun langsung menarik ranjang yang satunya untuk dia istirahat.Kami pun sama-sama sibuk dengan ponsel masing-masing.
Aku tengah sibuk membalas pesan yang di kirimkan teman satu tim Ku,karena mereka juga khawatir dengan keadaan luka Ku.
Sedangkan Dewa,dia seperti biasa sibuk dengan game nya.Padahal dia selalu kalah dalam permainannya.
** Tok....Tok.....*
"Jingga,ini ibu," ucap ibu dari balik pintu kamar.
" Iya tante,sebentar." Dewa langsung beranjak dari tidurnya dan langsung membuka kan pintunya.
"Sini tante,biar Dewa bantu," Dewa langsung meraih nampan yang di bawakan ibu.
"Makasih Dewa," tutur ibu.
Dewa pun langsung menaruh nampan yang berisi makanan dan beberapa cemilan buah di atas meja belajar Ku.
"Sini,ibu buka dulu perbannya." pinta ibu.
Aku pun langsung bergeser duduk mendekati ibu yang duduk di ujung kasur.Beliau pun mulai membuka perban Ku perlahan.
"Ah......!" ringis Ku.
"Sini pegang tangan Aku,kalau lo ngerasa sakit." ucap Dewa mengulurkan tangan nya.
"Ih apaan sih kamu," bentak Ku.
"Hem sekarang nggak mau,waktu tadi di rumah Ku,kamu begitu nyaman memegangi tangan Adel." ucap Dewa.
"Yang benar itu Dewa?" Tanya ibu sambil tersenyum.
" Iya tante,tadi waktu di rumah Dewa.Dia memegangi tangan Adel erat banget," timpal Dewa.
"Oh gitu,memangnya tadi siapa aja yang ikutke rumah Dewa?"
"Hanya Adel sama Raya aja tante.Soalnya Gita tidak ikut,dia lagi ada urusan katanya," jelas Dewa.
Ibu pun terus menyunggingkan senyumannya mendengar omongan Dewa yang tidak bisa di rem.
"Tante,memangnya tahu?" tanya Dewa.
"Tau apa Dewa?"tanya ibu balik.
" Hubungan Jingga sama Adel," sahut Dewa.
" Tentu saja tante tahu dong.Kan Jingga sudah cerita sama tante."
"Yah,Aku pikir tante belum tahu,tadinya Aku niat mau cerita sama tante,"
"Iya kamu mah suka nya nge gibahin teman sendiri." timpal Ku.
"Haha......"
"Becanda kali,sensitif amat." timpal nya.
__ADS_1
Ibu pun melanjutkan membuka perbannya.Dan saat perbannya terbuka,terlihat masih ada darah yang masih membasahi luka Ku.
"Ini harus di bersihkan dulu.Sebentar yah,ibu mau ambil air hangat untuk membersihkannya," ibu pun langsung beranjak dan keluar dari kamar Ku.
Sepeninggal ibu,Aku langsung menepuk punggung Dewa.
"Ya,sakit aneh......!" ringisnya.
"Habisnya kalau ngomong tuh nggak bisa di rem,"
"Hei,sadar Jingga.Aku itu ngomongin fakta bukan kebohongan," timpalnya.
"Lagian ngapain malu sih,kan ibu kamu udah tahu ini hubungan kamu sama Adel." lanjut nya.
"Tetap saja Aku malu." balas Ku.
Tidak lama kemudian,ibu pun masuk kembali ke dalam kamar sambil membawa satu mangkuk air hangat.
Ibu pun langsung meraih kaki Ku dan mulai membersihkan luka Ku dan darah yang sudah mengerung di area lutut Ku.
"Nah,sekarang ibu tinggal balurin beras kencurnya," ucap ibu setelah membersihkan luka Ku.
Perlahan ibu pun membalurkan beras kencurnya dengan sangat lembut,supaya Aku tidak meringis lagi seperti tadi.Aku langung merasakan perih saat pertama kali beras kencurnya di oleskan.
"Nah sudah selesai,sekarang kamu makan yah sama Dewa.Ibu mau langsung membereskan ini."
"Nanti,kalau butuh apa-apa tinggal panggil ibu aja." lanjut ibu.
" Iya bu......."
"Nggak apa-apa tante,kan di sini ada Dewa ini,"
"Makasih ya Dewa,karena sudah mau nemenin Jingga malam ini."
"Iya tante sama-sama.Lagian Dewa juga senang bisa bantu Jingga dan bantu dia." timpal Dewa.
"Ya udah kalau gitu,tante permisi.Kalian langsung makan aja,setelah itu istirahat yah,"
"Siap tante." ucap Dewa langsung tersenyum.
Ibu pun langsung keluar dan tidak lupa menutup pintu kamarnya.
"Nah sekarang waktunya untuk kamu mengisi amunisi,supaya kamu kuat." ucap Dewa langsung meraih nampan yang tadi dia simpan.
"Amunisi kata kamu,kayak apa aja," timpal Ku.
"Udah lah,ayo kita makan.Aku juga sudah lapar nih," ajak nya.
Kami pun langsung menikmati makanan yang sudah di sedia kan ibu.
***
Setelah menghabiskan makanan nya,Dewa langsung membantu untuk mengembalikan piringnya ke dapur dan setelah itu dia masuk kembali dengan membawa dua gelas air di tangan nya.
"Nih," ucapnya sambil menyodorkan gelasnya.
"Makasih ya." Aku pun langsung meraihnya.
__ADS_1
"Oh iya,gue nebeng mandi yah.Gerah banget nih,"
"Masa iya gue nggak mandi malam ini,yang ada nanti gue nggak bisa tidur lagi."
"Ya udah kalau mau mandi tinggal mandi aja." timpal Ku.
"Tapi,gue pinjam baju lo yah,"
"Ambil aja di lemari,tapi awas jangan di acak-acak.Itu bekas di beresin sama ibu gue,nanti dia marah lagi kalau tahu acak-acakkan lagi." timpal Ku.
"Siap komandan." ucapnya sambil membuka lemari pakaian Ku.
Dewa pun langsung mengambil bajunya dari lemari.Dan setelah itu,dia langsung masuk ke kamar mandi.
"Terus Aku mandi jangan yah,tapi gimana Aku mandinya.Jalan aja kesusahan,udahlah ganti baju ajalah." ucap Ku pelan.
Aku pun perlahan mencoba untuk turun dari kasur dan menyeret kaki Ku menuju lemari pakain Ku.Dan setelah itu,Aku langsung mengganti pakain Ku sebelum Dewa keluar dari kamar mandi.
"Ya ampun,baru aja luka kayak gini.Aku udah ke susahan pakai celana sendiri." ucap Ku sambil berusaha memakai celana pendek untuk tidur.
***
Tidak lama kemudian Dewa pun keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi.
"Lah,kamu udah ganti pakain?" tanya Dewa yang melihat Aku telah berbaring dan sudah mengganti pakain Ku.
"Udah lah,masa iya gue tidur pakai baju olah raga bekas tadi siang,"
"Sendirian kamu pakai itu semua?" tanya nya kembali.
"Iya lah,terus sama siapa lagi?"
Dia pun langsung menggantungkan kembali handuknya di tempat semula.Setelah itu,kami pun bersiap untuk tidur.
"Selamat istirahat Jingga," ucap Dewa.
"Ya kamu juga." timpal Ku.
Aku pun langsung mematikan lampu kamar Ku.Karena Aku paling tidak bisa,tidur dalam keadaan terang.
***
Pagi harinya,Dewa membangunkan Aku untuk sarapan bersama dengan ibu dan ayah.
"Jingga......!"
"Jingga,ayo bangun.Ibu mu sudah manggil-manggil tuh di luar," lanjut Dewa.
"Hem,bentar." timpal Ku langsung beranjak duduk.
"Hari ini bukan nya kita libur sekolah yah?" tanya Ku.
"Iya.Kan kemarin udah di umum kan kita libur hari kamis sama jum'at," jelas Dewa.
"Memangnya kenapa gitu?" tanya nya.
"Nggak,Aku hanya nanya aja.Takut salah aja."
__ADS_1
"Libur kok,jadi kamu bisa beristirahat untuk memulihkan kaki kamu itu.Lumayan kan," ucap Dewa.