
***
Aku hanya bisa pasrah dan hanya bisa mengikuti ke arah mana Jingga akan membawa Ku.
Setibanya di parkiran sekolah,Jingga langsung menyuruh Ku untuk langsung naik ke atas motornya.Aku sangat bisa melihat jelas,raut wajahnya yang terlihat begitu marah.
Sepanjang perjalanan tidak ada satu kata pun yang ke luar dari mulutnya.Aku pun tidak berani untuk memulainya,dan memilih untuk diam juga.
Sampai Akhirnya kami berdua sampai di suatu tempat yang cukup sepi,di hutan kota.Hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang di sekitar kami.
Aku pun langsung turun setelah Jingga memarkirkan motornya dan kembali,mengikuti Jingga dari belakang.
"Sekarang,ayo ceritakan sama Aku....."ucap Jingga tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Maksud kamu.....?"
"Adel,kenapa kamu malah balik bertanya pada Ku....?"
"I-i-tu...."
"Siapa Refan....?"sontak saja Aku langsung kaget dengan perkataan Jingga.
"Jawab Del,kamu ingin Aku menunggu sampai kapan....?"bentaknya.
"Aku juga tidak ingat Jingga....."
"Aku tidak sepenuhnya ingat tentang dia.Hanya saja orang di sekitar Ku bilang dulu dia pernah dekat dengan Ku saat masih SMP...."jelas Ku.
"Lagian,kalau pun iya dia pernah dekat dengan Ku.Dia sudah menjadi masa lalu Ku,dan Aku juga tidak ingin membahas dia.Buat apa? Sekarang antara Aku dengan dia tidak ada hubungan apa-apa lagi....."lanjut Ku.
"Terus,kenapa dia seolah sangat senang saat bertemu dengan kamu kembali....?"
__ADS_1
"Ya Aku bilang Aku tidak tahu....."
Jingga pun langsung memeluk Ku dengan erat dan mengelus rambut Ku pelan.
"Maafkan Aku Del....."ucapnya pelan.
"Aku tidak bermaksud untuk bersikap kasar padamu sekarang.Aku cemburu...."lanjutnya.
"Aku tahu,kamu begitu jelas memperlihatkannya sekarang....."
Jingga pun perlahan melepaskan pelukannya dan hanya memegang tangan Ku sekarang.
"Jadi,hubungan kita ke depannya kamu mau seperti apa.....?"ucapnya sambil menatap Ku.
"Maksud kamu...?"
"Kita tidak mungkin seperti ini terus.Aku tidak tahan,Aku ingin hubungan kita terlihat lebih jelas dan tidak lagi memendamnya....."
"Jingga....."ucap Ku pelan.
"Aku tidak ingin kamu di ambil sama orang lain.Aku ingin laki-laki di luaran sana itu,tahu tentang perasaan dan hubungan kita...."
"Baiklah......"balas Ku sambil menatapnya seksama.
Dan kami pun akhirnya saling melemparkan senyuman.
"Akhirnya,setelah sekian lama.kamu pun menerima perasaan Ku.Aku sangat senang sekarang....."
"Maaf yah,Aku harus membuat kamu menunggu lama..."
"Tidak apa-apa....."
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita,langsung pulang saja....."ajaknya.
"Oh iya.Tas kamu bagaimana...?"
"Paling nanti Dewa yang bantu untuk membawanya....."
"Ya sudah......"
***
**Jingga POV*
Tidak berselang lama,Dewa pun datang menghampiri Aku yang tengah asik mengobrol dengan Refan.
"Lama banget,mana yang lain....?"tanya Ku.
"Ah itu,kayaknya mereka masih dibdepan deh...."balas Dewa.
"Oh iya,kenalin ini Refan dan Sandi.Mereka perwakilan dari sekolah Taruna Harapan....."
"Oh......"
"Aku kenal sama dia....."timpal Refan langsung menepuk tangan Dewa.
"Oh begitu yah.Kok dia nggak pernah cerita yah....."ucap Ku sambil menatap Dewa.
"Oh itu,kami teman lama.Dulu Aku sama dia satu sekolah....."timpal Dewa.
"Bukankah sebaiknya kita duduk saja....."lanjut Dewa.
"Benar juga.Dari tadi kita hanya berdiri saja...."timpal Ku.
__ADS_1